Interaksi Sosial Bisa Hadang Ajaran Dilarang

665 views

HIDUP dengan moto siapa lu siapa gue saat ini nampaknya sudah biasa di tengah-tengah kita. Tidak ada lagi kebersamaan antar tetangga ataupun satu lingkungan tempat tinggal, hal yang lumrah terjadi. Kedekatan antara satu yang lainnya terjadi takkala berpapasan muka belaka.

Hal ini tentunya akan memperburuk interaksi sosial itu sendiri. Padahal, interaksi sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan untuk menjaga keharmonisan masyarakat. Interaksi sosial mutlak dilakukan, paling tidak untuk keamanan dan kenyamanan bersama bagi warga yang tinggal di lingkungan rukun tetangga dan rukun warga. Dengan kata lain, berjalannya skema interaksi sosial di tengah-tengah masyarakat, turut mengetahui perkembangan penduduk di lingkungannya sendiri.

Barangkali sering kita dengar, adanya warga baru yang datang di lingkungan kampung ataupun perumahan, mendadak hangat dibicarakan karena melakukan perbuatan yang tidak lazim. Anehnya, keberadaannya hanya diketahui oleh Ketua RT atau RW setempat, sedangkan masyarakat tidak mengetahuinya. Hal ini dikarenakan warga tidak melakukan interaksi sosial yang baik dan benar.

Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut hubungan antarindividu, individu (seseorang) dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Tanpa adanya interkasi sosial maka tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Proses sosial adalah suatu interaksi atau hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi antar manusia yang berlangsung sepanjang hidupnya didalam amasyarakat.

Menurut Soerjono Soekanto, proses sosial diartikan sebagai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan bentuk hubungan sosial.

Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya.

Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.

Sedangkan menurut Shaw, interaksi sosial adalah suatu pertukaran antarpribadi yang masing- masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan masing- masing perilaku mempengaruhi satu sama lain.
Senada juga dikemukan oleh Thibaut dan Kelley bahwa interak si sosial sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sam lain atau berkomunikasi satu sama lain. Jadi dalam kasus interaksi, tindakan setiap orang bertujuan untuk mempengaruhi individu lain.

Menurut Bonner ( dalam Ali, 2004) interaksi merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu, dimana kelakuan individu mempengaruhi, mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya.

Pengertian interakasi sosial menurut beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa, interaksi adalah hubungan timbal balik anatara dua orang atau lebih, dan masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak yang terlibat melainkan terjadi saling mempengaruhi.

Syarat terjadinya interaksi sosial terdiri atas kontak sosial dan komunikasi sosial. Kontak sosial tidak hanya dengan bersentuhan fisik. Dengan perkembangan tehnologi manusia dapat berhubungan tanpa bersentuhan, misalnya melalui telepon, telegrap dan lain-lain. Komunikasi dapat diartikan jika seseorang dapat memberi arti pada perilaku orang lain atau perasaan-perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.

Proses interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi, sugesti, simpati, identifikasi, dan empati. Imitasi merupakan suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang.

Sugesti merupakan rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga ia melaksanakan apa yang disugestikan tanpa berfikir rasional.

Simpati merupakan suatu sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain karena penampilan,kebijaksanaan atau pola pikirnya sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.

Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya). mpati merupakan proses ikut serta merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain. Proses empati biasanya ikut serta merasakan penderitaan orang lain.

Jika proses interaksi sosial tidak terjadi secara maksimal akan menyebabkan terjadinya kehidupan yang terasing. Faktor yang menyebabkan kehidupan terasing misalnya sengaja dikucilkan dari lingkungannya, mengalami cacat, pengaruh perbedaan ras, dan perbedaan budaya.

Lalu pertanyaannya. Sejauh mana kita telah melakukan interaksi sosial itu sendiri? Jawabnya tentu dari permasalahan yang timbul. Seperti adanya penemuan aliran sesat (tidak lazim, red) di lingkungan kita. Apakah interaksi sosial sudah berjalan? Tentu tidak.

Untuk itu, interaksi sosial menurut hematnya, sangat bisa membendung atau meminimalisir berkembangnya ajaran yang dilarang di Tanah Air ini. Maka dari itu, interaksi sosial, dan penguatan nilai-nilai keagamaan, serta mematuhi norma hukum yang berlaku, ajaran yang tidak lazim tidak akan pernah berkembang di Tanah Air. Apalagi, Indonesia memiliki ideologi Pancasila serta kebhinekaan, dan jika ini juga dipegang erat, alhasil semuanya akan bisa dihadang, akan mendatangkan hal yang baik bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ***

*) Amril Jambak, peneliti Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Bagikan ke:

cms interaksi sosial

Posting Terkait