Perkuat SDM Guna Meningkatkan Daya Saing

583 views
PERJANJIAN Masyarakat Ekonomi ASEAN antar sesama anggota negara ASEAN sudah mulai diberlakukan sejak 2015, yang bertujuan paling hakiki adalah mensejahterakan ekonomi seluruh bangsa-bangsa ASEAN, melalui kerja sama di berbagai bidang. Tentu saja manfaatnya sangat banyak bagi Indonesia sendiri. Mulai dari peningkatan investasi, perdagangan, dan terbukanya lapangan kerja.


Namun, peluang itu tidak akan datang dengan sendirinya jika bangsa Indonesia sendiri tidak siap untuk bersaing memperebutkan pleuang di berbagai bidang, salah satunya, misalnya kebutuhan sumber daya manusia. 


Menghadapi MEA atau perdagangan bebas ASEAN. Pemerintah diminta memperkuat infrastruktur dan Sumber Daya Manusia, karena dua komponen ini dinilai paling sentral untuk siap bersaing dengan negara lain. Menyiapkan program pengembangan sumber daya manusia yang terampil di bidang industri demi menghadapi MEA. Tujuan program ini adalah menyiapkan SDM industri yang kompeten dan siap kerja sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan beberapa kebijakan, yakni dengan memberikan pelatihan-pelatihan termasuk kerja sama dengan stakeholder lain agar SDM dunia industri betul-betul siap menghadapi pasar bebas. Selain itu, untuk menyiapkan tenaga kerja industri yang kompeten dan siap bekerja, maka penyelenggaraan pendidikan vokasi harus link and match dengan kebutuhan dunia industri. 


Langkah yang dilakukan selanjutnya adalah pemagangan industri yang dilaksanakan di perusahaan industri atau perusahaan kawasan industri untuk calon tenaga kerja, tenaga kerja industri, siswa, mahasiswa, dan peserta didik dalam pelatihan. Untuk itu, perlu diberikan dorongan agar dapat bersaing, sehingga ketika pasar bebas masyarakat Indonesia bisa bersaing. Sekarang sudah saatnya Indonesia membangun dan memperkuat keunggulan kompetitif dengan mengubah keunggulan jumlah penduduk yang besar menjadi keunggulan produktif.

Esensinya adalah Indonesia harus berubah menjadi negara yang kompetitif karena hanya dengan cara inilah sektor industri dalam negeri Indonesia mampu menjadi tuan rumah di negara sendiri, seperti para pelaku usaha Industri Kecil Menengah, pelaku Usaha Kecil Mengengah dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah. 


Pengembangan SDM juga dalam rangka menciptakan pelaku usaha yang handal agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas serta mampu menghasilkan produk sesuai standard dalam penerapan teknologi produksi dan inovasi produk untuk menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi serta mampu membuat kemasan produk yang menarik dengan harga terjangkau sehingga produk Indonesia tidak kalah saing dengan prdoduk dari negara-negara ASEAN. 


Pentingnya sektor pendidikan untuk menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN, karena MEA dibagi menjadi tiga cluster yakni cluster ekonomi, cluster politik keamanan, dan cluster sosial budaya. Sektor pendidikan berperan penting di bidang Sumber Daya Manusia, sehingga diharapkan SDM Indonesia bukan hanya meliputi teori saja, tetapi juga pengasahan keterampilan dan kemampuan skill yang harus diperkuat. 


Sementara, salah satu tantangan besar dunia pendidikan nasional  adalah menanamkan kesadaran kolektif sebagai bangsa yang perlu berjuang keras untuk mencapai kemajuan, mengejar ketertinggalannya dari negara-negara lain dalam banyak aspek. 


Kemampuan bersaing SDM tenaga kerja Indonesia harus ditingkatkan baik secara formal maupun informal. Untuk itu, Indonesia harus dapat meningkatkan kualitas tenaga kerjanya sehingga bisa digunakan baik di dalam negeri maupun intra-ASEAN, untuk mencegah banjirnya tenaga kerja terampil dari luar. 


Perdagangan bebas kawasan adalah merupakan peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, dapat membuka akses luas pasar bagi industri dalam negeri yang semakin meningkat. Namun, di sisi lain apabila Indonesia tidak mempersiapkan diri dengan baik, maka justru akan menjadi pasar bagi membanjirnya produk asing yang dapat menghancurkan kemampuan produktif dalam negeri sendiri. 


Untuk itu, pemerintah pusat meminta pemerintah daerah, instansi terkait serta unsur swasta mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dasar seperti pembangunan atau perbaikan jalan, pembenahan bandara serta pembenahan pelabuhan laut guna memudahkan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi nasional diantaranya pembangunan infrastruktur dasar. 


Pemerintah juga telah berusaha membenahi system perizinan melalui system pelayanan perizinan terpadu dan satu pintu. Selain itu pemerintah juga telah melakukan pembentukan kawasan ekonomi khusus seperti di Prov.Sumut, Sulut dan Kaltim.


Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam memasuki persaingan global negara ASEAN. Maka untuk itu, diperlukan persiapan yang matang dengan memperhatikan peluang yang dimiliki dan sekaligus tantangan. 


MEA memberikan peluang sebesar-besarnya bagi negara anggota ASEAN untuk memperluas cakupan skala ekonomi, meningkatkan daya tarik bagi investor dan wisatawan, menperbaiki fasilitas perdagangan dan bisnis serta mengurangi biaya transaksi perdagangan. 


Selain itu, kemudahan dan peningkatan akses pasar intra-ASEAN serta meningkatkan transparansi dan mempercepat penyesuaian peraturan-peraturan dan standarisasi domestik merupakan nilai tambah dari berlakunya MEA. ***

*) Pedro Permana, pemerhati masalah ekonomi dan budaya.

Bagikan ke:

Posting Terkait