Terus Ingkar Janji, Warga Pelalawan Tuding PT Arara Abadi Hanya Membawa Sengsara

912 views

Aksi unjuk rasa warga Pangkalan Kuras menuntut janji PT Arara Abadi.

PANGKALANKERINCI (LintasRiauNews) – Puluhan warga dari tiga desa di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan menggelar unjuk rasa sekaligus memblokade jalan yang jadi akses armada PT Arara Abad di Desa Betung, Senin (27/3)

Perwakilan massa dari tiga desa yang berunjuk rasa ini masing-masing berasal dari Kelurahan Sorek Satu, Desa Batang Kulim dan Desa Betung. Warga membawa sejumlah spanduk dengan aneka tulisan sebagai ungkapan protes dan kekecewaan serta melakukan orasi.

Massa yang terdiri dari kalangan masyarakat dan anggota Lembaga Melayu Bersatu (LMB) ini juga spontan memblokir akses yang digunakan pihak PT Arara Abadi dan tak mengizinkan armada perusahaan melintas sebelum ada wujud dari janji-janji yang telah disampaikan, di antaranya terkait pengaspalan ruas jalan di daerah itu.

Masyarakat setempat menuntut pengaspalan ruas jalan di daerah tersebut karena sudah dijanjikan dan cukup lama menanti tapi tak kunjung direalisasikan oleh Arara Abadi.

Atan, Ketua LMB Pangkalan Kuras menyatakan sudah muak masyarakat setempat dengan janji-janji manis PT Arara Abadi yang merupakan anak perusahaan PT Indah Kiat yang tergabung dalam Sinar Mas Group itu.

Pasalnya, lanjut dia, janji tersebut tak pernah ditepati. Makanya, kehadiran Arara Abadi yang sudah beroperasi cukup lama di daerah tersebut hanya membawa kesengsaraan bagi masyarakat tempatan.

“Akses jalan yang saban waktu dinikmati dan digunakan oleh pihak Arara Abadi ini adalah milik masyarakat, milik kami. Masyarakat di sini hanya disuguhi debu tebal setiap harinya,” tandasnya dengan lantang.

“Kami menuntut Arara Abadi melakukan pengaspalan ruas jalan dari KM2 hingga Desa Betung, bila tak diwujudkan armada perusahaan silahkan melintasi jalan lain atau lewat udara,” pungkas Atan.

Di wilayah Kecamatan Pangkalan Kuras ini, , seperti dilansir riauterkini.com, PT Arara Abadi memiliki konsesi lahan yang dimanfaatkan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan tanaman akasia.

Di lahan konsesi Arara Abadi yang diberi nama Sektor Nilo itu, pohon akasia yang merupakan bahan baku pabrik pulp dan kertas Indah Kiat itu menghampar sangat luas.[] red007

Bagikan ke:

Posting Terkait