Syarwan Hamid: Jokowi Harus Berani Ambil Keputusan Tegas, Jangan Diambangkan Semua

879 views

Syarwan Hamid

PEKANBARU (LintasRiauNews) – Tokoh militer senior yang masih hidup, yang pernah meminta Presiden Suharto mundur dari jabatannya, Letjen (Pur) Syarwan Hamid, menyatakan situasi politik yang cenderung memanas akhir-akhir ini bisa meledak tiba-tiba apabila Presiden Joko Widodo tidak mampu mengatasinya.

Pertama, lanjut mantan Kassospol ABRI ini, yaitu tentang arah demokrasi dan reformasi yang tidak jelas orientasinya semestinya harus dikembalikan pada cita-cita awal. Kedua, Perppu Ormas yang semakin tak berujung telah mengakibatkan peminggiran umat Islam yang seharusnya dirangkul sebagai elemen bangsa.

Ketiga, benturan TNI – Polri soal pengadaan senjata yang makin tidak menentu didepan publik belum kunjung diatasi secara segera. Keempat, hegemoni RRC dan dominasi di bidang ekonomi dan pembangunan terus menimbulkan polemik di tengah masarakat secara terbuka.

Kelima, bahaya laten PKI yang mulai bergerak menerbitkan buku PKI, mencetak kaos bergambar PKI, serta sampai hingga melakukan pertemuan di daerah daerah. Kemudian, Tidak kurang pentingnya adalah respon daerah jika Jakarta tidak stabil. Daerah akan menuntut menentukan nasibnya sendiri.

“Kuncinya sekarang, juragan atau Presiden harus berani mengambil keputusan tegas saat menghadapi pilihan-pilihan. Jangan semua diambangkan. Sebab, sekali muncul benturan akan sulit akan bisa diatasi,” ujar Syarwan Hamid di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (29/9/2017).

“Ini bisa dimulai dari tingkat pemimpin dahulu dari Presiden. Apabila diatas sudah beres maka dibawah akan beres. Rakyat akan mengikuti pemimpinnya artinya rakyat jangan sampai dibiarkan mengambil langkah sendiri,” sambung mantan Wakil Ketua MPR/DPR ini.

Syarwan muncul tiba-tiba di parlemen meski tidak pakai baju militer lagi seperti dahulu. Tapi dalam soal semangat masih seperti waktu di era era Suharto berkuasa.
“Saya berdosa kalau saya diam melihat suasana negara seperti sekarang. Soldier Never Die. Sekarang saya tidak bisa diam lagi. Saya tidak ingin masarakat yang berseberangan dibiarkan kemudian menjadi keras dan berhadap hadapan,” tandasnya.[] Erwin

Bagikan ke:

Posting Terkait