Setnov Ditahan KPK, Andi Rachman Temui OSO di DPR, Apa Agendanya?

1064 views

OSO dan Andi Rachman di sebuah acara di Pekanbaru.

PEKANBARU (LintasRiauNews) – Selang sehari setelah Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) resmi ditahan oleh KPK terkait kasus korupsi E-KTP, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang kembali dicalonkan Partai Golkar untuk Pilgub 2018, tiba-tiba muncul di gedung DPR RI, Senin (20/112017).

Ketua DPD I Golkar Provinsi Riau yang biasa disapa Andi Rachman itu tampak datang ke gedung parlemen bersama Anto Rachman, Ketua Pemuda Pancasila Riau yang tak lain abang kandungnya. Kedatangan Andi untuk menemui Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Oesman Sapta Odang alias OSO.

Andi rupanya mempunyai agenda pertemuan bersama OSO yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Hanura. Tak lama kemudian fungsionaris Golkar Riau Masnur juga muncul dan menyusul menuju ke lantai 8, tempat pertemuan berlangsung di ruangan pimpinan DPD.

Pertemuan Andi Rachman dengan OSo berlangsung selama sekira 1 Jam, namun tidak diketahui pasti apa yang dibicarakan atau dibahas. Andi sendiri terkesan enggan buka suara, sehingga tak banyak yang bisa dikorek terkait isi pertemuan tersebut.
“Ini pertemuan biasa, OSO sudah seperti kakak saya,” kata Andi singkat dengan raut wajah masih seperti biasanya, serius dan dingin, usai pertemuan dengan OSO.

Sekeluar dari ruang kerja OSO, Andi dan Anto Rachman sempat terlibat pembicaraan serius dengan di pelataran pintu masuk Gedung Nusantara III DPR RI. Masnur yang mendamping Andi saat turun dari lantai 8, menjaga jarak selama keduanya terlibat pembicaraan empat mata.

Tak lama kemudian mereka bertiga meninggalkan gedung DPR. Andi Rachman dan Masnur keluar bersama-sama dan menaiki mobil dinas Gubernur Riau merk Toyota sedan jenis Royal Saloon Tipe Crown dengan nomor polisi B 1457 RFZ warna hitam. Sedang Anto Rachman yang saat itu menggunakan baju setelah safari meninggalkan gedung DPR dengan menggunakan mobil mewah sport Mercedez Banz seri mutakhir .

Sebelum itu, kepada sejumlah awak media yang menemuinya, Masnur mengatakan pertemuan dengan OSO dalam rangka membuka komunikasi politik Piklada di Jakarta. Sebelumnya, dia mengaku sudah pernah ada diadakan pertemuan di Pekanbaru.

“Golkar kan bisa sendiri mengusung Andi Rachman sebagai Cagub. Kita ingin dalam pilgub yang akan datang muncul lebih dari dua calon. Jangan sampai pagi-pagi sudah head to head di putaran pertama,” paparnya.

Pernyataan Masnur sebagai bagian Tim Pilkada Golkar ini sangat jelas berbeda dengan sikap Andi Rahman yang masih menunggu terbitnya rekomendasi dukungan dari partai lainnya.

Saat di temui di Solo kala menghadiri pernikahan putri Presiden Jokowi, belum lama ini, Andi tetap masih berharap dan menunggu dukungan dari partai lain dalam pilgub mendatang. “Saya mendaftar di semua partai, kita tunggu saja dukungan dari partai yang lain lain,” kata Andi yang didampingi istrinya saat itu.

Memang sejak Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dipenjara oleh KPK, muncul kecemasan di kalangan bakal calon gubernur yang sudah restui DPP Golkar. Sebaliknya, juga muncul harapan baru dari kader Golkar yang berminat maju di Pilkada.

Untuk Pilgubri tahun depan, selain Andi, ada dua kader partai beringin yang diperhitungkan dan sama-sama ingin diusung partai , yakni HM. Haris (Bupati Pelalawan) dan Idris Laena (anggota DPR RI). Idris selama ini diketahui sering turun kebawah menemui masarakat secara langsung di bumi Lancang Kuning.

Idris juga dikenal dekat dengan Sekjen Idrus Marham dan Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid. Akan halnya Haris disebut-sebut sebagai bakal cagubri yang termasuk populer, berdasarkan hasil sejumlah lembaga survei.

Masnur sendiri membantah telah terjadi perubahan dukungan dari Golkar. Dia menyebut partai sudah punya sistim mengatur mekanisme organisasi berjalan secara otomatis. “Sehingga walau sang Ketua Umum tengah menghadapi masalah hukum, roda organisasi tetap berjalan seperti biasanya dan tidak ada perubahan,” tegasnya.

Seperti diberitakan, DPP Golkar telah menerbitkan SK nomor R-521/Golkar/XI/2017 tertanggal 13 November 2017 tentang pengesahan Andi Rachman (petahan) dan Suyatno (Bupati Rokan Hilir) sebagai pasangan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Riau yang diusung partai dalam Pilkada serentak putaran ke-tiga tahun 2018. SK itu ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto dan Sekjen Idrus Marham.

Masih dalam SK tersebut, DPP Golkar juga meminta jajaran pengurus DPD Golkar Riau untuk segera menindaklanjuti keputusan itu. Mendaftarkan pasangan calon yang sudah ditetapkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah setempat sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan.

“Keputusan ini bersifat final dan mengikat bagi seluruh jajaran pengurus/ fungsionaris dan kader serta anggota Partai Golkar, khususnya di Provinsi Riau. Segala tindakan yang bertentangan hasil keputusan ini akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan organisasi yang berlaku,” demikian bunyi dalam SK DPP Golkar itu.* Erwin

Bagikan ke:

Posting Terkait