Diserang’ Soal Kota Madani, Sampah Hingga Pasar Cik Puan, Ini Jawaban Firdaus MT

1039 views

Debat publik Pilwako Pekanbaru 2017.

PEKANBARU (LintasRiauNews) – Pasangan calon petahana Firdaus -Ayat Cahyadi jadi sasaran empuk paslon lainnya dalam ajang Debat Publik Pemilukada Kota Pekanbaru 2017, Sabtu (4/2/2017) sore. Kegiatan yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Pangeran ini juga disiarkan secara live oleh Stasiun TV lokal.

Arara Debat Publik yang diikuti lima paslon walikota dan wakil walikota ini bertajuk ‘Meneroka Pemimpin Berintegritas untuk Mewujudkan Kota Pekanbaru Berdaya Saing Tinggi’.

Di arena Debat Publik yang dipandu moderator Zilvia Iskandar itu, paslon Firdaus – Ayat ‘diserang’ keempat paslon rivalnya dengan berbagai pertanyaan tajam mulai dari permasalahan sampah, Pasar Cik Puan hingga slogan Kota Madani.

Pertanyaan pertama untuk pasangan petahana dilontarkan pasangan nomor urut 1 Syahril-Said Zohrin. Syahril mempertanyakan soal perubahan slogan kota Pekanbaru dari Bertuah menjadi Kota Madani.

“Apa alasan merubah Kota Bertuah menjadi Kota Madani, apa yang salah dari Kota Bertuah?” tanya Syahril yang maju sebagai calon walikota dari jalur independen itu..

Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Firdaus MT dengan mengatakan bahwa visi dan misi paslon Firdaus-Ayat Cahyadi membangun Kota Madani adalah untuk mengembangkan sumberdaya manusia yang religius dan bertaqwa.

“Namun, Kota Madani di sini bukan untuk merubah ikon Kota Pekanbaru sebagai Kota Bertuah. Makna ini adalah visi dan misi pasangan kami sejak Pilkada sebelumnya,” kata paslon nomor urut 3 itu.

Sementara itu paslon nomor urut 2 Herman Nazar-Deviwarman mempertanyakan terkait persoalan perubahan sistem pengelolaan sampah di Pemerintah Kota Pekanbaru. Akibatnya, sistem ini menggagalkan Kota Pekanbaru mendapat prediket peraih Piala Adipura berturut-turut.

“Selama masa Walikota Herman Abdullah dulu, saya dipercaya mengelola sampah, Pekanbaru berhasil mendapatkan Adipura hingga 7 kali berturut-turut. Tapi pada saat bapak, sistem dirubah, apa yang salah dengan sistem sebelumnya,” tanya Herman, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Asisten di Pemko Pekanbaru ini

Mendapat serangan dengan kasus yang sempat menjadi isu nasional pada 2016 lalu, Firdaus tampak agak kewalahan. Namun Ia mengatakan apa yang terjadi saat Herman Nazar mengelola Dinas Kebersihan sangat jauh berbeda dengan keadaan saat ini.

“Dulu camat-camat berbeda dengan camat saat ini. Sistem itu sangat jauh, sehingga kami mengelolanya dengan sistem kerja sama ke pihak ketiga,” jawab Firdaus, seperti dilansir goriau.com.

Herman Nazar juga sempat mempertanyakan mangkraknya pembangunan pasar Cik Puan yang diakibatkan tidak didukung oleh. Pemerintah Provinsi Riau kepada Paslon nomor urut 4 Ramli-Irvan Herman.

“Bapak itu kan dulu mantan Kepala Bappeda Riau. Kalau menurut Pemko, tidak dibangun pasar ini karena tidak didukung Pemprov. Apa sebenar masalahnya?” tanyanya yang ditujukan ke Ramli Walid.

Pertanyaan Herman Nazar ini kesempatan bagi Ramli untuk ‘menyerang’ Firdaus-Ayat Cahyadi. Ia mengatakan selama ini pasar tersebut sudah berdiri pondasi dari zaman Walikota Herman Abdullah.

“Tapi saat kepemimpinan baru, proyeknya tidak dilanjutkan, sehingga terbengkalai. Saya kira Pemprov Riau memberikan dukungan besar, tapi Pemko yang tidak merespon dengan baik. Sehingga pasar yang harusnya mensejahterakan masyarakat, pedagang terlantar di TPS,” papar Rmli.

Sedangkan pasangan nomor urut 5 dari awal sudah memaparkan visi misi untuk tidak merubah motto Kota Pekanbaru sebagai Kota Bertuah tanpa mengganti dengan sebutan lainnya. Menurut Dastrayani-Said, kata Bertuah adalah simbol yang tidak bisa dibuang dari berdirinya kota tersebut.

Terganggu Timer
Debat Publik calon pemimpin Kota Pekanbaru periode 2017-2022 yang digelar KPU Kota ini terkesan kurang greget dan tak begitu lancar. .Acara yang diawali penyampaian visi dan misi kelima paslon ini kerap tersendat karena gangguan penghitung waktu atau ‘Timer’ yang dijadikan acuan durasi bagi masing masing Paslon.

Di samping Timer yang beberapa kali mengalami error, juga penempatan layarnya yang berada di belakang 5 Paslon Walikota. Sehingga penggunaan waktu oleh masing masing Paslon tidak maksimal.

Masing masing Paslon hanya berpedoman dari MC debat yang dipandu presenter Zilvia Iskandar. Akibatnya, ada beberapa detik waktu yang tersisa tidak termanfaatkan.

Adapun lima pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru 2017 meliputi Dr. Syahril-Said Zohrin dari jalur independen nomor urut 1. Selanjutnya juga dari jalur independen nomor urut 2 Paslon H. Herman Nazar-Deviwarman.

Pasangan incumbent Firdaus-Ayat Cahyadi didukung oleh Partai Demokrat, Partai Gerindra dan PKS nomor urut 3. Kemudian Paslon nomor urut 4 HM. Ramli-Irvan Herman didukung oleh PKB, Golkar, PAN, Hanura, Partai Nasdem serta Partai Perindo. Terakhir pasangan calon nomor urut 5 H. Destrayani Bibra-Said Usman yang diusung oleh PDIP-PPP.[] red007, ttc

Bagikan ke:

Posting Terkait