PEKANBARU ,LintasRiauNews.com – Komisi IV DPRD Provinsi Jambi melakukan kunjungan study banding ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Senin (10/3/2025). Tujuan kunjungan ini adalah untuk mempelajari pengalaman Riau dalam mengembangkan sekolah unggulan.
Ketua Komisi IV DPRD Jambi, Samsul Ridwan ST, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mencari inspirasi dan mempelajari pengalaman Riau dalam mengembangkan sekolah unggulan. “Kami ingin mempelajari bagaimana Riau mengembangkan sekolah unggulan, terutama SMAN Plus yang telah terbukti menghasilkan alumni yang berkualitas,” ujarnya.
Samsul Ridwan juga menyampaikan bahwa Jambi memiliki sekolah unggulan sendiri, yaitu SMAN Titian Teras, yang didirikan pada tahun 1994. “Kami ingin mempelajari bagaimana Riau mengembangkan sekolah unggulan yang lebih maju dan berkualitas,” ujarnya.
Dinas Pendidikan Provinsi Riau menyambut baik kunjungan ini dan berharap bahwa kunjungan ini dapat memperkuat kerjasama antara Riau dan Jambi dalam bidang pendidikan. Plt Kadisdik Riau Edi Rumadinata menyampaikan bahwa Riau memiliki pengalaman dalam mengembangkan sekolah unggulan, terutama SMAN Plus yang telah terbukti menghasilkan alumni yang berkualitas.
Edi juga menyampaikan bahwa Riau telah mengembangkan sistem penerimaan murid baru (SPMB) yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Riau. “Kami telah mengembangkan sistem SPMB yang lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Riau,” ujarnya.
Selain itu, Edi juga menyampaikan bahwa Riau telah mengalami peningkatan kualitas pendidikan dalam beberapa tahun terakhir. “Kami telah mengalami peningkatan kualitas pendidikan dalam beberapa tahun terakhir, dan kami berharap bahwa Jambi juga dapat mengalami peningkatan kualitas pendidikan yang sama,” ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan baru untuk mengembangkan sekolah unggulan di Jambi. Dengan demikian, diharapkan kualitas pendidikan di Jambi dapat meningkat dan dapat bersaing dengan provinsi lain di Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Komisi IV DPRD Jambi juga melakukan pertemuan dengan tim dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk membahas lebih lanjut tentang pengembangan sekolah unggulan dan sistem SPMB. Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama antara Riau dan Jambi dalam bidang pendidikan
Komisi IV DPRD Provinsi Jambi melakukan kunjungan study banding ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Senin (10/3/2025). Tujuan kunjungan ini adalah untuk mempelajari pengalaman Riau dalam mengembangkan sekolah unggulan.
Ketua Komisi IV DPRD Jambi, Samsul Ridwan ST, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mencari inspirasi dan mempelajari pengalaman Riau dalam mengembangkan sekolah unggulan. “Kami ingin mempelajari bagaimana Riau mengembangkan sekolah unggulan, terutama SMAN Plus yang telah terbukti menghasilkan alumni yang berkualitas,” ujarnya.
Samsul Ridwan juga menyampaikan bahwa Jambi memiliki sekolah unggulan sendiri, yaitu SMAN Titian Teras, yang didirikan pada tahun 1994. “Kami ingin mempelajari bagaimana Riau mengembangkan sekolah unggulan yang lebih maju dan berkualitas,” ujarnya.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jambi, Rusli Kamal Siregar, dan Sekretaris Komisi IV, Yuli Yuliarti. Mereka berharap bahwa kunjungan ini dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan baru untuk mengembangkan sekolah unggulan di Jambi.
Sementara itu Plt. Kadisdik Riau Edi Rusma Dinata, S.pd., M.pd menyambut baik kunjungan ini dan berharap bahwa kunjungan ini dapat memperkuat kerjasama antara Riau dan Jambi dalam bidang pendidikan
Kunjungan anggota DPRD Provinsi Jambi ke Dinas Pendidikan Riau untuk melihat proses pelaksanaan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saat ini menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada 2025 di SMAN Plus Riau.
Di Jambi ada sekolah unggulan yang dibangun tahun 1994 memilik sarana dan prasana lebih unggul bila dibandingkan dengan SMAN Plus Riau yang didirikan tahun 1996, meski kita pada waktu itu masih ada kekurang dari sisi sarana dan prasarana, namun desiring perjalanan waktu dalam proses perkembangan mutu sarana dan prasarana ternyata SMAN Plus lebih unggul dari Jambi
Dan untuk itu anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi datang kembali ke Riau ingin mnengetahui apa saja kelebihan atau keunggulan dari SMAN Plus Riau dan inilah yang kami diskusikan tadi sama mereka.,”ungkap Edi
Pada pinsipnya menurut Edi pemerintah daerah tentu mencari untuk yang terbaik apalagi untuk SMAN Plus dari segi sarana dan prasana,namun itupun masih ada kekurangan.
Meski begitu ada hal yang membuat kami bertukaran dengan anggota DPRD Jambi.,dan mereka komitmen untuk melakasanakan menjawab pendidikan itu sendiri.itu yang mungkin perlu penegasan,kalau dari sisi sarana dan prasarana mungkin Provinsi Jambi lebih lebih dari Riau,selain itu juga perhatian terhadap guru ,artinya dalam berusaha untuk meningkatkan proses pendidikan di setiap provinsi itu nawaitu pasti sama semua,”ujarnya
Selain membahas proses pelaksanaan Pendidikan di SMAN Plus,sambung Edi Anggota DPRD Jambi tersebut juga ingin menayakan bagaimana Provinsi Riau bisa keluar dari zona merah menjadi zona biru pada PPDB tahun 2024,sementara Provinsi Jambi data yang ada dipusat saat ini masih kondisi zona merah.
Artinya proses kebijakan pelaksanaan penerimaan siswa baru tahun 2024 berdasarkan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 itu plus minusnya sama.
Ini artinya pada saat pelaksanaan PPDB tahun 2024 itu banyak kuota penerimaan peserta didik yang diberikan setiap satuan pendidikan itu melebih kapasitas dari daya tampung yang ada.
Lalu bagaimana cara solusinya yang menyebabkan kelebihan Riau dengan Provinsi lain ,yaitu hanya satu Riau punya Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Arfirmasi di dalam Pergub tersebut ada peran sekolah swasta untuk menampung aspiasi peserta didik baru masuk ke satuan pendidikan,”papar Edi
Belajar dari tahun sebelumnya bagaimana Riau mengantisipasi proses perkembangan penerimaan dengan adanya Pergub tentang Arfirmasi ,maka tahun ini keunggulan Riau tersebut akan menjadikan salah satu acuan Peraturan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) nomor 3 tahun 2025 tentang SPMB tersebut
Dan proses SPMB tahun 2025 ini juga menjadi perhatian anggota DPRD Jambi bagaimana mengantisipasi proses pemekaran dan itu juga tidak semudah mengambil keputusan.
Seperti Pemprov Riau membuat Bantuan Operasional Sekolah Daerah. (BOSDA) arfirmasi harus ada beberapa perseta didik yang kita jamin masuk sekolah swasta free (gratis) dimana haknya sama dengan sekolah negeri dan itu tidak semudah membalikan telapak tangan.,”terang Edi
Lebih lanjut,Edi menjelaskan pada tahun 2024,Disdik Riau telah memasukan peserta didik jalur Arfirmasi ke SMA dan SMK Swasta sebanyak 922 siswa dan ini membutuhkan biaya yang cukup besar.
Meskipun ada beberapa asprasi masyarakat terkait penerimaan siswa baru tahun kemarin ,Disdik Riau di demo berjilid – jilid dari apa yang terjadi,namun semuanya dari akumulasi rasa keinginan masyarakat untuk suatu perubahan,makanya kedepanya kita akan arahkan pendidikan ini menjadi lebih baik.
Untuk itu kami minta Panitia SPMB bekerja lebih baik melakukan pendataan berapa plafon kouta penerimaan peserta didik yang masuk melalui penyebaran dari situs pendidikan.
Sehingga kebijakan yang akan dibuat terkait BOSDA Arfirmasi tersebut berapa persen apakah sama tahun ini atau bisa saja melebihi persentasenya. ,”jelasnya
Untuk mengetahui porsentase BOSADA Arfirmasi ini,sambungnya Dinas Pendidikan Riau akan berkoordinasi dengan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.(Disdukcapil) di Kabupaten Dan Kota di Riau.
Ada tiga daerah di Riau yang mendapat porsi BOSADA Arfirmasi yang lebih besar yakni kota Pekanbaru,Dumai dan Pelalawan dan saat ini kita masih tahap komunikasi rapat kearah kesana.
Diharapkan nantinya draf Permendikdasmen nomor 3 tahun 2025 itu sudah ada. dan ini akan menjadi acuan kita untuk membuat Pergub dan Juknisnya sehingga kita sudah bisa memberikan informasi yang efektif dan akurat kepada masyarakat.,”tungkas Edi
Kemudian lanjunya untuk SPMB Tahun 2025 saat ini Dinas Pendidikan Provinsi Riau sudah melaksanakan persiapan rapat teknis mambahas terkait Pergub, dan juknis SPMB.
Insyaallah jika ada waktu luang pak Gubernur, kita akan menyampaikan laporan kegiatan terkait dari perubahan Pergub dan Juknis untuk pelaksanaan SPMB Tahun 2025 ini.
Selain dari pada itu,terkait pelaksanaan SPMB tahun 2025,untuk mengevaluasi pelaksanaan SPMB,Disdik Riau akan membentuk Tim Terpadu terdiri dari Gubernur,wakil Gubernur,Sekda,Polda,Kejati dan semua APH yang ada,Inspektorat,BPMP,Dewan Pendidikan,Ombusmen dan internal Disdik.,”tutup Edi **(ian)




