Ketum DPP PWMOI Jusuf Rizal : Tegaskan Wartawan Harus Profesional, Kritis, dan Berintegritas

46 views

 

 

PEKANBARU,LintasRiauNews.com — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (DPP PWMOI), Drs. KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, SE, M.Si, menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan media online di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada acara Pelantikan DPW PWMOI Provinsi Riau yang digelar di Ballroom Hotel Alpha, Kota Pekanbaru, Kamis (11/12/2025).

Jusuf Rizal menyampaikan bahwa PWMOI memiliki komitmen kuat untuk mendidik dan membina anggotanya agar memiliki kompetensi yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Oleh karena itu, dalam waktu dekat PWMOI menargetkan diri menjadi lembaga sertifikasi wartawan, bekerja sama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), sehingga wartawan PWMOI memiliki sertifikasi resmi dan kredibel.

Lebih jauh, Jusuf Rizal mengungkapkan gagasannya membentuk Dewan Pers Media Online Indonesia. Ia mengaku kecewa terhadap kinerja Dewan Pers yang ada saat ini, khususnya dalam implementasi UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 Pasal 15, yang seharusnya mengakomodasi dan mendata seluruh media. Namun dalam praktiknya, banyak wartawan media online yang kesulitan mendapatkan rekomendasi akibat persyaratan administratif yang dinilai tidak relevan dengan perkembangan revolusi industri media digital.

“Dewan Pers Media Online Indonesia yang kami rancang akan hadir dari pusat hingga provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, agar pelayanan lebih mudah dan wartawan media online dapat terakreditasi sebagai wartawan yang berkualitas,” tegasnya.

Selain itu, Jusuf Rizal juga mendirikan Indonesian Journalists Watch (IJW) sebagai bagian dari peran civil society  sebagaimana diamanatkan Pasal 17, untuk melakukan pengawasan, memberi masukan, serta mengoreksi kebijakan Dewan Pers. Ia menegaskan bahwa PWMOI adalah salah satu organisasi yang berani bersikap kritis, termasuk terhadap organisasi pers tertua di Indonesia, demi menjaga integritas dan marwah profesi wartawan.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan para pengurus DPW dan DPD PWMOI yang baru dilantik agar tidak mencederai nama besar organisasi. “Saya mempertaruhkan nama dan reputasi saya. PWMOI harus berjalan lurus dan berintegritas,” ujarnya.

Jusuf Rizal juga menyinggung kiprahnya di berbagai organisasi nasional, seperti LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), federasi pekerja, serta perannya dalam mendirikan Ormas Masyarakat Madura Asli (MADAS) Nusantara yang kini telah terbentuk hingga luar negeri, termasuk Arab Saudi dan segera menyusul Malaysia. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa PWMOI dipimpin oleh figur yang serius membangun organisasi nasional secara visioner.

Ia menegaskan bahwa PWMOI siap berkolaborasi dengan LSM LIRA, federasi pekerja, serta bermitra dengan TNI, Polri, dan pemerintah pusat maupun daerah. Menurutnya, masa depan Republik Indonesia salah satunya berada di tangan wartawan. Jika wartawan tidak berpihak pada kebenaran dan justru menyebarkan hoaks serta paham radikalisme, maka persatuan bangsa akan terancam.

Secara pribadi, Jusuf Rizal juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Almarhum Harmen Fadly (Boma) , tokoh penggagas awal PWMOI di Riau. Ia menyebut almarhum sebagai pejuang organisasi yang memiliki integritas, loyalitas, dan komitmen tinggi, serta berjasa besar dalam perkembangan PWMOI di Provinsi Riau.

Saat ini, dari 12 kabupaten/kota di Riau, telah terbentuk 8 DPD PWMOI. Jusuf Rizal menargetkan dalam dua minggu ke depan seluruh DPD di Riau sudah terbentuk, dan pada tahun 2026 PWMOI hadir di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia sebagai mitra pemerintah sekaligus “mata dan telinga” bangsa dan negara.

Menutup sambutannya, Jusuf Rizal berpesan agar wartawan PWMOI tidak mudah menyerah, berani, profesional, kritis, dan konstruktif. Ia menekankan bahwa profesi wartawan harus diniatkan sebagai ibadah, melayani publik, mencari kebenaran, dan menegakkan keadilan. Dengan integritas dan niat yang lurus, ia meyakini keberkahan dan rezeki akan mengikuti.

Kepada para pengurus yang baru dilantik, ia menekankan pentingnya visi dan misi yang kuat, kepercayaan, kualitas sumber daya manusia, jejaring, pemahaman konstitusi organisasi, serta manajemen yang baik. “Masalah bukan untuk dihindari, tetapi untuk diselesaikan. Di situlah peran pemimpin diuji,” pungkasnya.**(ian)

Posting Terkait