Ribuan Perempuan Berkebaya Labuh Kekek Tari Zapin Massal di Pekanbaru, MURI Tetapkan Rekor Dunia

43 views

 

 

PEKANBARU,LintasRiauNews.com — Ribuan perempuan Melayu mengenakan kebaya labuh kekek menarikan Tari Zapin Massal di Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, Ahad (11/1/2026). Kegiatan budaya yang digagas Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau ini dinilai Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Rekor Dunia.

Perhelatan yang mengusung tema “Bersatu dalam Gerak Zapin, Lestarikan Budaya Melayu” tersebut menjadi penegasan komitmen Provinsi Riau dalam menjaga dan menghidupkan budaya Melayu di ruang publik, sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai penjaga nilai dan marwah budaya.

Acara ini turut dihadiri para Gubernur Riau pada masanya, Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Riau, pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, pimpinan instansi vertikal, lembaga negara, dan lembaga pemerintah non-kementerian, serta para Rektor perguruan tinggi di Provinsi Riau beserta istri atau yang mewakili. Hadir pula Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, General Manager MURI Triyono, serta Sekretaris Daerah Provinsi Riau dan para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Penjabat Gubernur Riau, H. SF. Hariyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Tari Zapin bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan mengandung nilai disiplin, kekompakan, dan adab dalam kehidupan masyarakat Melayu.

“Zapin mengajarkan bahwa kebersamaan lebih penting daripada menonjolkan diri. Begitu pula kebaya labuh kekek yang dikenakan hari ini, menunjukkan bahwa kehormatan adalah kekuatan perempuan Melayu,” ujar Hariyanto.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen menjadikan budaya Melayu tidak hanya hadir dalam acara seremonial, tetapi juga di ruang pendidikan, ruang publik, dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Ketua Umum BKOW Provinsi Riau, Dra. Hj. Adrias Hariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja kolektif lintas organisasi perempuan. Menurutnya, budaya bukan sekadar simbol atau kenangan, melainkan pedoman hidup yang harus terus dijalankan dan diwariskan.

Sementara itu, Ketua Perempuan LAM Riau sekaligus Ketua Panitia, Dinawati, melaporkan bahwa persiapan kegiatan telah dimulai sejak Oktober 2025 melalui rapat pleno lintas organisasi perempuan. Latihan rutin dilaksanakan dua kali seminggu di Halaman Helipad Kediaman Gubernur Riau, melibatkan ratusan hingga ribuan peserta.

Awalnya, jumlah peserta ditargetkan sebanyak 4.000 penari. Namun, setelah pelaksanaan dan verifikasi di lapangan, jumlah peserta tercatat melebihi target awal dengan keterlibatan puluhan organisasi perempuan, guru SMA/SMK/Madrasah Aliyah, serta ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita.

General Manager MURI, Triyono, menyampaikan bahwa Tari Zapin Massal ini tidak dapat dicatat sebagai Rekor Indonesia karena Zapin telah menjadi warisan budaya Provinsi Riau. Dengan jumlah peserta yang sangat besar, MURI menilai kegiatan ini layak ditetapkan sebagai Rekor Dunia.

“MURI melihat bahwa Pemerintah Provinsi Riau telah membuktikan budaya bukan hanya warisan, tetapi kebudayaan hidup yang tumbuh, berkembang, dan dilestarikan bersama,” ujarnya.

Perhelatan Tari Zapin Massal berkebaya labuh kekek ini pun menjadi lebih dari sekadar pencatatan rekor, melainkan gerakan budaya yang menegaskan identitas, martabat, dan kebersamaan masyarakat Melayu Riau.**(ian)

 

Posting Terkait