LintasRiauNews.com ,PELALAWAN – Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai acara pisah sambut Kapolsek Bandar Sei Kijang yang digelar di Aula Kantor Camat Bandar Sei Kijang, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta jajaran kepolisian.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Bandar Sei Kijang yang baru AKP Abdul Halim, S.E., M.H, bersama Kapolsek lama IPTU Bambang Saputra. Hadir pula Camat Bandar Sei Kijang Yasri Budu, S.Pd, didampingi Sekcam Oki Rudiansyah, S.Sos, serta para Kanit dan personel Polsek Bandar Sei Kijang.
Selain itu, tampak Ketua Bhayangkari Ranting Sekijang yang baru Ibu Welly Abdul Halim bersama Ketua Bhayangkari sebelumnya Ibu Ika Bambang, serta pengurus dan anggota Bhayangkari Polsek Bandar Sei Kijang.
Dari unsur pemerintah kecamatan, turut hadir Kasi Trantib Kasno Sujarwadi, M.Pd, Kasi Kesos Mursyidin, S.Sos, Kepala KUA Ulil Albab, serta Korwil Pendidikan Enny Juniarti, M.Pd. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua MKA H. Dahlan dan Ketua FPK Asep, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Bandar Sei Kijang, serta tamu undangan sekitar 50 orang.
Dalam kesempatan tersebut, IPTU Bambang Saputra selaku Kapolsek lama menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengabdi selama kurang lebih 14 bulan, sejak 3 Januari 2025 hingga 27 Maret 2026.
“Alhamdulillah, selama kami bertugas banyak pengalaman berharga yang kami rasakan. Kekompakan, kekeluargaan, dan kebersamaan di Sekijang ini sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama bertugas masih terdapat kekurangan.
“Kami menyadari belum mampu memberikan kontribusi terbaik secara maksimal. Untuk itu kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Sekijang,” ucapnya.
Selain itu, IPTU Bambang Saputra mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, perusahaan, hingga masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya. Ia juga berpesan kepada seluruh personel agar mendukung penuh Kapolsek yang baru demi menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Sementara itu, Kapolsek Bandar Sei Kijang yang baru, AKP Abdul Halim, S.E., M.H, dalam sambutannya memperkenalkan diri serta menyampaikan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia mengungkapkan telah mengabdi di institusi kepolisian selama kurang lebih 26 tahun dan memiliki pengalaman dalam penanganan berbagai perkara pidana.
“Kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat agar dapat menjalankan tugas ini dengan maksimal,” ujarnya.
AKP Abdul Halim menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan, mengingat keterbatasan jumlah personel di wilayah hukum Polsek Bandar Sei Kijang.
“Jumlah personel kami terbatas, sementara wilayah cukup luas. Maka kami sangat membutuhkan dukungan dan informasi dari masyarakat terkait gangguan kamtibmas,” jelasnya.
Ia juga menekankan pendekatan *restorative justice* sebagai solusi dalam penanganan perkara, dengan mengedepankan penyelesaian yang adil dan humanis.
“Penegakan hukum adalah langkah terakhir. Jika memungkinkan, kita kedepankan penyelesaian secara kekeluargaan,” tegasnya.
Selain itu, ia mengajak seluruh anggota untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara profesional dan humanis.
Di sisi lain, Camat Bandar Sei Kijang Yasri Budu, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki posisi strategis karena berada di antara Pekanbaru dan Pangkalan Kerinci.
Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Bandar Sei Kijang terdiri dari empat desa dan satu kelurahan dengan luas wilayah sekitar 40 ribu hektare.
Meski demikian, kondisi keamanan selama ini dinilai tetap kondusif berkat sinergi yang baik antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat.
“Alhamdulillah tidak ada konflik besar yang terjadi. Ini berkat komunikasi dan kerja sama yang baik antara semua pihak,” ujarnya.
Camat juga mengapresiasi kinerja IPTU Bambang Saputra selama menjabat sebagai Kapolsek, serta berharap AKP Abdul Halim dapat melanjutkan sinergi yang telah terbangun.
“Kami berharap kerja sama ini terus terjaga. Silaturahmi jangan sampai terputus karena kebersamaan adalah kunci menjaga keamanan wilayah,” tutupnya.**(ian)




