KWQ Kembali Berbagi Al-Qur’an dan Motivasi Siswa MA Muhammadiyah

1 views

PEKANBARU, LintasRiauNews –  Komunitas Kurmia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) kembali berbagi mushaf Al-Qur’an kepada siswa tahfidz di lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah Riau. Kali ini, giliran 30 hafidz-hafidzah Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah mendapatkan mushaf baru yang dihimpun dari sejumlah pewakaf itu.
Penyerahan wakaf Al-Qur’an kepada siswa Tahfidz MA Muhammadiyah itu digelar di lantai 2 mushala sekolah yang terletak di Jalan Lobak Pekanbaru, Kamis (30/04/2026). Tidak hanya berbagi Al-Qur’an, Pimpinan Komunitas KWQ A. Z. Fachri Yasin juga memberikan pencerahan dan motivasi kepada puluhan siswa/i madrasah yang hadir beserta majelis guru.
Meski digelar sederhana, acara berlangsung khidmat dengan suasana akrab dan kekeluargaan. Diawali dengan pembacaan tilawah yang dilantunkan cukup baik dan merdu oleh salah satu siswa, Alfira Azka dan saritilawah oleh Desi Okta. Para guru berbaur dan duduk bersama siswa di lantai dengan tertib dan antusias mengikuti acara tersebut.
Kepala MA Muhammdiyah Ahmad ST dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas wakaf Al-Qur’an kepada anak didiknya yang diinisiasi oleh Komunitas KWQ.
“Bantuan mushaf Al-Qur’an sangat bermanfaat dan dibutuhkan. Terima kasih kepada para pewakaf dan komunitas KWQ, semoga mendatangkan keberkahan dan menjadi amal jariyah yang dengan pahala besar dan tiada putusnya dari All Swt,” katanya.
Kepada siswa penerima wakaf Al-Qur’an, Ahmad berharap semakin bersemangat dan giat meningkatkan kemampuannya hingga menjadi hafidz-hafidzah yang membanggakan. Dan, bagi siswa yang belum memiliki hafalan 2 juz, hendaknya temotivasi untuk lebih rajin membaca dan menghafal Kalamullah tersebut.
Kepsek mengatakan banyak manfaat dan pahala dari membaca Al-Qur’an, setiap huruf yang dibaca dilipatgandakan jadi 10 kebaikan. Semakin sering dibaca tentu makin banyak pahala yang didapat.
“Namun, Al-Qur’an jangan hanya sekedar dibaca dan dihafal, tapi juga dipahami kandungannya, untuk kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ahmad.
MA Muhammadiyah termasuk sekolah lama yang berdiri tahun 1980-an dan  merupakan satu-satunya madrasah tingkat aliyah di bawah naungan Ormas Islam terbesar ini di Pekanbaru. Dalam perjalannya, sekolah ini sempat beberapa kali pindah hingga punya tanah dan gedung sendiri tahun 2009 di lokasi sekarang.
“Saat ini, MA Muhammadiyah memiliki 125 siswa yang mencakup kelas X-XII dengan guru 12 orang,” kata Ahmad yang sudah menjadi guru sejak 2003 dan sejak 2009 mengajar di MA Muhammadiyah hingga beberapa tahun kemudian dipercaya menjabat Kepsek.
Pimpinan Komunitas KWQ A. Z. Fachri Yasin menjelaskan mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna yang diberikan kepada siswa Tahfidz di madrasah ini bukan dari pihaknya, melainkan dari sejumlah pewakaf yang berasal dari berbagai kalangan.
“”Kami hanya menghimpun dan menyalurkan titipan dari para pewakaf. Nama para pewakaf itu tertera di sampul mushaf. Mereka hanya berharap mushaf ini dimanfaatkan dan diberikan doa terbaik untuk kehidupan dunia maupun akhirat,” katanya
Fachri menambahkan para pewakaf itu tidak semuanya atas nama pribadi, tapi ada juga berwakaf atas nama orang tua, istri dan keluarga, termasuk yang sudah almarhum, atau bahkan hanya ditulis hamba Allah. Ia mencontohkan 30 mushaf untuk MA Muhammadiyah yang bersumber dari 7 pewakaf, yakni Kampriwoto, Wirtati,  Marnis, Yeni Vera, MH dan hamba Allah.
“Ini juga yang ketiga kalinya kami menyalurkan wakaf Al-Qur’an untuk Tahfidz di sekolah yang dinaungi Muhammadiyah. Sebelumnya, masih di bulan April ini, di UMRI dan SMK 1 (Mutu),” ungkapnya.
Hal itu bisa terjadi, lanjut dia, karena respons yang cepat dan komunikasi yang bagus dari pihak sekolah Muhammadiyah sehingga memudahkan proses penyaluran mushaf dari pewakaf tersebut. Seperti dalam pengiriman data tahfidz dan penetapan waktu penyerahan.
“Kami simpel saja, kirimkan data tahfidz yang hafal 2 juz dan kapan bisa diserahkan. Nah, MA ini seperti halnya UMRI dan SMK 1, melakukan dengan cepat sehingga bisa cepat pula kami proses dan serahkan,” paparnya.
Fachri juga menjelaskan sekilas tentang KWQ yang hanya berupa komunitas yang  hanya beranggotakan beberapa orang sebagai penggerak. Bukan yayasan atau lembaga berbadan hukum lainnya. Dengan fokus kegiatan kami hanya menghimpun wakaf Al-Qur’an dan menyalurkan kepada Tahfidz yang membutuhkan. “Alhamdulillah, sejak medio Juni 2022, telah diamanahkan lebih kurang 4.888 Al-Qur’an dari ratusan pewakaf untuk diberikan kepada Tahfidz berbagai sekolah, pesantren dan perguruan tinggi di Riau, yang memiliki hafalan minimal 2 juz. Kenapa bisa, karena keyakinan dan atas ridha Allah Swt,” paparnya.

Niat dan Rencana
Pimpinan Komunitas KWQ A. Z Fachri Yasin, seperti yang sudah-sudah, dalam kesempatan itu berinteraksi dan berdialog dengan segenap siswa sembari memberi pencerahan dan motivasi untuk menggapai masa depan gemilang.
Akademisi senior Riau yang akan menginjak usia 73 tahun ini mengawali interaksinya dengan melontarkan pertanyaan ringan tentang siapa yang tidak sarapan sebelum ke sekolah. Para siswa terkesan ragu dan malu-malu menjawab, namun setelah diminta menjawab dengan jujur, mereka akhirnya cukup banyak yang mengangkat tangan.
“Sarapan pagi itu wajib. Karena bermanfaat untuk kesehatan dan kelancaran aktivitas belajar. Jangan pula mie instan, tapi makanan yang sehat dan mengenyangkan,” terangnya.
Selanjurnya, Fachri melontarkan pertanyaan tentang rencana setelah tamat madrasah. “Siapa yang ingin langsung bekerja dan membantu orang tua… dan siapa yang mau kuliah…” tanyanya dengan gaya khasnya yang kebapakan dan suara yang lantang, Para siswa pun saling angkat tangan.
Ia pun mendatangi beberapa siswa dan kembali bertanya untuk memastikan rencana mereka tersebut. Bagi yang ingin bekerja apa pekerjaan yang akan dilakoni, begitu juga yang ingin kuliah, ke universitas mana dan fakultas yang diinginkan berikut alasannya.
“Dari sini dapat gambaran, kenapa ada yang langsung ingin bekerja dan ada pula yang ingin kuliah hingga ke luar daerah. Masing-masing ada alasannya. Yang terpenting itu ada niat dan rencana, sehingga tahu kemana akan melangkah. Dan, orang tua wajib diberitahu,” tuturnya.

Pimpinan KWQ berinteaksi dengan siswa.

Menurut dia, perencanaan itu diperlukan dalam kehidupan, pun pendidikan penting dan kunci meraih kesuksesan sekaligus mewujudkan cita-cita. “Nah, siapa yang ingin jadi guru, jadi pegawai dan jadi pengusaha,” tanyanya lagi, dan para siswa kembali saling angkat tangan.
“Saya sarankan kalian jadi pengusaha. Disamping lebih berpeluang untuk kaya, juga agar makin banyak pengusaha muslim kedepannya, karena selama ini ekonomi bangsa dikuasai nonmuslim,” ujar Fachri Yasin.
Interaksi dan dialog Pimpinan KWQ dengan para siswa berlangsung hangat dan menarik. Kadang diselingi celetukan atau guyonan yang membuat suasana cair dan akrab. Para siswa juga antusias dan merespons berbagai pertanyaan yang dilontarkan.
Suasana gembira bercampur haru dan bangga menyelimuti saat dilakukan pembagian mushaf secara bersama-sama, termasuk para guru ke masing-masing siswa. Acara pun diakhiri dengan foto bersama.
Sebagai informasi tambahan, penyaluran wakaf Al-Qur’an oleh komunitas KWQ terus berlanjut di beberapa lembaga pendidikan lainnya. Diagendakan, Senin (04/05/2026): penyerahan 26 Al-Qur’an kepada siswa SMAN 9 Pekanbaru, dan  12 Al-Qur’an untuk siswa  untuk SMKN 1 Pekanbaru.* (ers)

 

Posting Terkait