
PEKANBARU, LintasRiauNews – Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) berbagi mushaf Al-Qur’an kepada 30 hafidz-hafidzah SD Islam Plus YLPI Pekanbaru yang memiliki hafalan minimal 2 juz. Keberhasilan program tahfidz di sekolah ini, yang didukung kolaborasi kuat antara guru dan orang tua, dipuji dan dinilai layak menjadi contoh.
Kegiatan penyerahan dan pembagian mushaf Al-Qur’an yang bersumber dari sejumlah pewakaf yang difasilitasi oleh Komunitas KWQ itu dilaksanakan Selasa (12/5/2026) siang, di Mushala H. Soeman HS komplek sekolah di Jalan Kaharuddin Nasution, Marpoyan Damai. Selain Pimpinan sekolah dan majelis guru, turut hadir ketua dan anggota komite sekolah yang terdiri dari para orang tua siswa.
Meski digelar secara sederhana, kegiatan berlangsung khidmat dan cukup semarak dalam suasana akrab penuh kekeluargaan. Puluhan siswa tahfidz berseragam muslim tampak berbaris rapi serta penuh semangat mengikuti acara. Demikian pula para ibu anggota komite yang mengenakan pakaian muslimah seragam warna ungu di barisan belakang, juga tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Kegiatan diawali dengan tilawah Al-Qur’an oleh dua siswa kelas VI, Akhtar Raziq Adhytia dan Thoriq Al Fatir, yang dilantunkan cukup fasih dan merdu. Kedua siswa ini masuk dalam lima besar terbaik pada Khatam Al-Qur’an yang digelar sekolah Jumat pekan lalu. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ustadz Sahron Hasibuan, SHI, M.Pd, agar kegiatan wakaf tersebut diberkahi dan diridhai Allah Swt.
Dalam sambutannya, Ketua Komite SD IP YLP Sofyan, S.Ag menyampaikan bahwa segenap orang tua siswa sangat mendukung program Tahfidz sekolah. Program ini dinilai sangat bermanfaat untuk memupuk kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.
Ia turut merasa bahagia dan bangga atas pencapaian siswa Tahfidz sekolah ini yang terus meningkat, baik dalam kemampuan dalam membaca maupun menghafal Al-Qur’an. Sebagian besar aktivitas ini dipusatkan di Mushala Soeman HS, yang dibangun dan dilengkapi fasilitasnya dari hasil donasi para dermawan, termasuk dari wali murid.
“Mereka adalah anak-anak hebat yang telah mendedikasikan waktunya untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an. Sebagian dari mereka ini adalah siswa kelas VI yang telah Khatam Al-Qur’an dan wisuda Tahfidz beberapa hari yang lalu. Atas kerja keras yang luar biasa, mereka sangat layak mendapatkan penghargaan,” tuturnya.
Justru itu, lanjut Sofyan, pemberian wakaf mushaf Al-Qur’an oleh Komunitas KWQ sangat tepat, selain sebagai bentuk apresiasi, juga diharapkan menambah semangat dan motivasi siswa untuk meningkat hafalan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pewakaf maupun pihak Kurnia Wakaf atas perhatiannya. Semoga bantuan yang diberikan mendatangkan keberkahan dan menjadi amal jariyah yang mengalirkan pahala berlimpah,” ujarnya.
Ia berpesan kepada siswa penerima wakaf Al-Qur’an agar memanfaatkan dan menjaganya dengan baik. “Jangan tidak dibuka plastiknya, hanya jadi pajangan. Biar mushaf ini keriput bahkan hancur asalkan karena sering dibaca dan dihafal. Sebab, di situlah nilai ibadah dan pahalanya,” tukasnya.
Sofyan juga mengapresiasi semangat dan kerja sama yang kompak antara pengurus dan anggota komite dalam mendukung program sekolah, termasuk menyukseskan kegiatan penyaluran wakaf Al-Qur’an kepada siswa Tahfidz. “Semoga semangat dan kekompakkan ini terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk kebaikan bersama,”pungkasnya.
Target Lulus 7 juz
Kepala SD IP YLPI Rizka Fitia, M.Pd mengungkapkan bahwa program Tahfidz di sekolah di bawah naungan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau ini melibatkan seluruh siswa dari kelas I sampai dengan kelas VI. Program ini terbagi menjadi kelas reguler dengan target minimal 2 juz, serta kelas percepatan dengan target hingga 7 juz di akhir pendidikan atau saat kelulusan.
“Alhamdulillah, pada Jumat 8 Mei 2026 lalu kami telah menyelenggarakan Khatam Al-Qur’an dan wisuda Tahfidz bagi 65 siswa kelas VI. Mayoritas lulusan tahun ini berhasil menghafal 3 hingga 6 juz. Ini adalah hasil yang membanggakan,” ungkap Rizka dalam sambutannya.
Sang kepsek mengucapkan syukur dan terima kasih kepada para pewakaf maupun Pimpinan beserta Tim KWQ atas pemberian wakaf mushaf Al-Qur’an kepada anak didiknya. Siswa penerima tidak hanya dari kelas IV, tapi juga kelas IV dan V yang sedang dibimbing di kelas percepatan Tahfidz. Sebagian mereka sudah punya hafalan hingga 3, 4 dan 5 juz.
Rizka berpesan agar para siswa menjaga amanah tersebut. “Gunakan Al-Qur’an ini sebaik-baiknya. Teruslah membaca, mempelajari, dan menghafalnya agar pahala jariyah juga ikut terus mengalir bagi para pewakaf. Semoga kalian tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salihah,” tuturnya.
Apresiasi tinggi juga diberikan kepada pengurus Komite Sekolah, khususnya Ibu Okta selaku Wakil Ketua Komite, yang telah menjembatani kerja sama dengan pihak Kurnia Wakaf. “Terima kasih kepada ibu-ibu komite yang telah bersusah payah mempersiapkan acara ini di mushala kita. Semoga menjadi amal ibadah dan mendatangkan keberkahan bagi kita semua,” ujar Rizka Fitia.
Kolaborasi yang Baik
Pimpinan KWQ A. Z. Fachri Yasin dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada pengurus komite SD IP YLPI, khususnya Ibu Okta, yang telah berkenan bekerjasama sehingga penyaluran mushaf Al-Qur’an para pewakaf yang dihimpun bisa terlaksana sesuai harapan.
“Biasanya kami berkomunikasi dan mendapatkan kiriman data-data Tahfidz dari pimpinan sekolah atau guru terkait, tapi kali ini melalui komite sekolah. Bahkan, ibu-ibu komite ikut turun tangan mempersiapkan acara penyerahan dan pembagian wakaf ini bersama segenap guru sekolah,” paparnya.
Fachri memuji partisipasi dan rasa tanggung jawab tinggi yang ditunjukkan komite untuk kepentingan siswa dan kemajuan sekolah. “Ini kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua siswa, bagus dijadikan contoh,” ujar pria yang juga akademisi senior Riau ini.
Pimpinan KWQ juga mengungkapkan memiliki hubungan historis dengan YLPI Riau dan mengenal dekat salah seorang pendiri sekaligus pimpinannya, Buya Zaini Kunin. “Karena saya awal 1979 jadi dosen di Faperta UIR, dan baru istirahat mengajar akhir 2023 lalu,” terangnya.
Justru itu pula, lanjut Fachri Yasin, ia bersama komunitas KWQ pernah empat kali menyalurkan wakaf Al-Qur’an dengan jumlah signifikan untuk mahasiswa Tahfidz UIR. Termasuk menghimpun para alumni dan dosen UIR untuk ikut berwakaf dalam kegiatan tersebut.
Pimpinan KWQ juga menjelaskan sekilas tentang mushaf Al-Qur’an metode tajwid dan terjemahan berwarna yang diwakafkan ini, yang mana bersumber dari donasi sekian banyak pewakaf yang berasal dari berbagai kalangan dan profesi. Untuk siswa SD IP YLPI bersumber dari sejumlah wakif, yaitu Idha Fatmie, Muslim Harahap, Syaiful Bahri, Nirwana Hamzah, Iwan Trisna dan SMAN 19 Pekanbaru.
“Nama pewakaf tertera di sampul mushaf, tapi tidak semua atas nama pribadi, ada yang juga dituliskan atas nama orang tua, istri dan keluarga lainnya, termasuk yang sudah almarhum. Seperti Syaiful Bahri ini, berwakaf atas nama istrinya yang baru meninggal,” katanya sembari menunjukkan salah satu mushaf di depan para siswa.
Fachri menyebut harapan pewakaf sederhana, agar bantuan mushaf dimanfaatkan siswa dengan baik dan mereka diberikan doa yang terbaik. “Jadi jangan disimpan, tapi terus dibaca dan dihafal. Supaya mendapat pahala yang banyak, yang diharapkan juga mengalir kepada pewakaf,” ujarnya.
Ia menambahlan, komunitas KWQ yang dipimpinnya telah beraktivas sejak medio Juni 2022 silam dengan hanya fokus pada dua kegiatan, yakni menghimpun dan menyalurkan wakaf Al-Qur’an dari para pewakaf. Mereka tidak hanya berada di Pekanbaru, tapi juga dari kota lain, termasuk Jakarta.
“Sampai sekarang, Alhamdulillah, kami telah berhasil menghimpun ratusan pewakaf dan menyalurkan 5.000-an mushaf kepada para Tahfidz yang ada di berbagai sekolah negeri dan swasta, pesantren serta perguruan tinggi. Kenapa bisa, karena yakin dan atas ridha Allah Swt,” terang Fachri Yasin.
Beriteraksi dan Motivasi

Pimpinan KWQ berinterasi dengan siswa.
Seperti biasa, Pimpinan Komunitas KWQ memanfaatkan momentum itu untuk berinteraksi dan berdialog dengan para siswa Tahfidz sekaligus memberi pencerahan dan motivasi terkait kelanjutan pendidikan dan cita-cita.
Ia mengawali interaksinya dengan meminta salah seorang siswi maju ke depan, lalu menanyakan nama, kelas dan rencana setelah tamat SD. Siswi bernama Amira yang duduk kelas IV itu menjawab bahwa akan melanjutkan pendidikan ke MTsN. Namun, ia belum tahu ke MTsN yang mana.
“Kalau sudah besar nanti Anda mau jadi dokter, polisi, pedagang atau jadi apa?” Fachri Yasin kembali bertanya. “Mau jadi tentara,” ujar Amira dengan lugas yang disambut gemuruh suara dan aplaus dari siswa lainnya. “Tentara darat, laut atau udara,” tanyanya lagi. Amira pun menjawab, ”Darat”.
Setelah ditelisik, ternyata siswi satu ini berminat jadi tentara karena sang ayah merupakan seorang TNI AD. ”Kirimkan salam saya sama orang tua dan jangan lupa sampaikan rencana Anda ini kepada mereka. Juga sampaikan Anda mendapat Al-Qur’an dari Kurnia Wakaf,” ujar Fachri.
Amira menegaskan Al-Qur’an yang diterimanya nanti akan dimanfaatkan dengan baik. “Ya, senantiasa harus dibaca, baik sendiri maupun bersama saudara dan orang tua,” pesan pria yang akan menginjak usia 73 tahun ini dengan gaya khasnya yang kebapakan.
Interaksi melalui tanya jawab dilakukan pimpinan KWQ dengan sejumlah siswa. Salah satu yang cukup menarik sekaligus lucu, ketika berdialog dengan seorang siswa kelas V bernama Azam. Saat ditanya pekerjaan orang tua, ia menjawab spontan sebagai Dosen di kampus UIR. Namun, saat ditanya namanya, siswa bertubuh agak gemuk ini kebingungan menjawab karena lupa.
“Jokowi namanya bukan,” canda Fachri yang disambut tawa riuh segenap siswa, guru maupun orang tua yang hadir. “Bukan,” tukas Azam, sembari terus mengingat-ingat nama sang ayah. Fachri kemudian bertanya lagi, “Oke, nanti setelah tamat SD mau menyambung kemana dan kalau sudah besar ingin jadi apa.”
Azam dengan lugas menyebut akan melanjutkan ke pesantren dan ia bercita-cita ingin menjadi dosen di fakultas hukum. “Bagus, nah siapa nama orang tuanya tadi?” Azam kembali bingung menjawab, ia menoleh kiri kanan dan ke depan. Sampai kemudian ada guru yang menyeletuk, ”itu anaknya Bu Okta”.
Mendengar itu, Fachri pun kaget, karena tak menyangka kalau yang ditanya adalah anak wakil ketua komite sekolah yang dikenalnya karena cukup sering berkomunikasi sebelumnya. Ia tersenyum kecut sembari geleng-geleng kepala dengan gaya yang sedikit lucu, sehingga mengundang tawa yang cukup riuh dari para hadirin.
Setelah berdialog dengan sejumlah siswa, Pimpinan KWQ menekankan pentingnya pendidikan dan cita-cita untuk meraih masa depan gemilang. Karena itu, harus ditanamkan di hati dan dirancang sejak dini.
Fachri Yasin juga mengingatkan dan berpesan agar para siswa senantiasa membersamai Al-Qur’an dengan terus membaca, mempelajari dan menghafalnya, karena banyak faedah yang diperoleh. Selain bertambah ilmu dan akhlak, juga membuahkan banyak pahala.
“Sudah ada penelitian ilmiah, bahwa orang yang giat membaca dan menghafal Al-Qur’an lebih cerdas dan punya adab yang baik,” katanya sembari mengisahkan sekilas pengalaman BJ Habibie, Presiden ke-3 RI, ketika sedang menimba ilmu di salah satu universitas di Jerman. Dimana beliau akhirnya bisa tampil juara 1 di kelasnya setelah rajin membaca Al-Qur’an usai shalat malam.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan wakaf Al-Qur’an kepada masing-masing siswa yang dilakukan secara bersama-sama, diawali Pimpinan KWQ, Pimpinan Sekolah dan Ketua Komite, kemudian majelis guru dan anggota komite. Sebagai wujud terima kasih, pihak sekolah menyerahkan piagam penghargaan kepada Komunitas KWQ yang diserahkan Ketua Komite Sekolah kepada Pimpinan KWQ. Acara pun diakhiri foto bersama.
Sebagai informasi tambahan, penyaluran wakaf Al-Qur’an oleh Komunitas KWQ untuk para Tahfidz di Riau terus berlanjut. Diagendakan Jumat (15/5/2026) pagi: penyerahan 75 Al-Qur’an untuk siswa tahfidz SDIT dan SMPIT Al Kindi Pekanbaru, dilanjutkan penyerahan 22 Al-Qur’an untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah Al Ikhwan Pekanbaru. Kemudian, Sabtu (16/5/2026) pagi: penyerahan 62 Al-Qur’an untuk siswa Madrasah Aliyah Al Ikhwan Pekanbaru . * (ers)

Pimpinan KWQ menerima Piagam dari Ketua Komite Sofyan, didampingi Kepsek, dan foto bersama.



