KWQ Salurkan 114 Al-Qur’an untuk Hafidz Ponpes Darul Qur’an dan SMP Muhammadiyah 4

4 views

PEKANBARU, LintasRiauNews: Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) kembali menyalurkan mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna untuk  siswa tahfidz di Riau, Jumat (7/8/2026). Kali ini, sebanyak 114 mushaf diperuntukkan bagi hafidz di pondok pesantren dan sekolah umum di Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru yang memiliki hafalan 2 juz ke atas.

Penyaluran mushaf Al-Qur’an dari para pewakaf (wakif) yang dihimpun Komunitas KWQ tersebut diawali di Ponpes Darul Qur’an pada Jumat pagi. Di Ponpes yang berlokasi di kawasan Kubang, Kampar, ini sebanyak 91 mushaf diperuntukkan bagi santri yang terdiri dari 21 siswa Madrasah Tsanawiyah  (MTs) dan 70 siswa Madrasah Aliyah (MA).

Ke-91 mushaf tersebut bersumber dari donasi 10 wakif yang berasal dari berbagai kalangan, yakni Susi Ariani, Fernando Muzwar, Yusnimar Sahan, Niken Nurwani, Johnny Sarikoen, Irzal Tadjuddin, Ardinal, Rahmaniar, Zulmariyeti, Johnny S Mundung, Arihta Wulan dan Muhammad Hafiz.

Adapun sebanyak 13 mushaf lagi disalurkan kepada siswa Tahfidz SMP  Muhamadiyah 4 yang berlokasi di Jalan Ciptakarya Pekanbaru. Ke-13 mushaf tersebut bersumber dari donasi 4 Wakif, yakni Jasman Jaiman, M. Arpah, Sri Petri Hariyanti dan Rita Warda Yasin.

Penyaluran wakaf Al-Qur’an oleh Komunitas KWQ di bawah pimpinan A.Z. Fachri Yasin ini disambut dengan gembira dan antusias oleh siswa Tahfidz maupun pimpinan berserta segenap ustadz/ guru di kedua lembaga pendidikan tersebut.

Kegiatan tersebut sebagai apresiasi dan dukungan dari Komunitas KWQ kepada para siswa Tahfidz yang mendedikasikan waktunya membersamai Al-Qur’an di tengah kesibukan akademik. Sekaligus  sebagai bagian dari upaya membumikan Al-Qur’an di Bumi Lancang Kuning.

 

Disyukuri dan Dipuji

Penyerahan dan pembagian wakaf Al-Qur’an kepada para hafidz Ponpes Darul Qur’an digelar sederhana namun berlangsung khidmat dan antusias di Mesjid Al Husna komplek ponpes. Dihadiri langsung pendiri sekaligus pimpinan ponpes, Abuya Dr. Kariman Ibrahim, bersama para ustadz/guru dan segenap santri ponpes.

Acara diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi yang dilantunkan dengan fasih dan merdu oleh Nino Fernandes, siswa kelas 12 MA. Nino adalah satu dari lima santri program  Takhasus Qur’an dan hafalan 30 juz. Selanjutnya, pembacaan doa oleh Ustadz M. Rasyid Ridho, salah seorang pengajar ponpes.

Pimpinan Ponpes Darul Qur’an Abuya Dr. Kariman Ibrahim, mengawali sambutannya, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas penyaluran wakaf Al-Qur’an kepada para santrinya. Beliau pun memimpin langsung anak didiknya untuk melantunkan doa syukur/ khatam Al-Qur’an, menciptakan suasana religius yang kental dan menggetarkan jiwa.

Menurut Abuya Kariman, Nabi Muhammad meninggalkan dua hal sebagai warisan berharga bagi umatnya, yakni Al-Qur’an dan Hadist. Untuk dijadikan petunjuk dan imam oleh umat muslim di dunia maupun akhirat.

“Di alam kubur nanti, salah satu yang ditanya malaikat adalah apa yang menjadi kitabmu, maka Al-Qur’an jawabannya, Jadi, penting dan perlu untuk selalu membersamai Al-Qur’an, karena menďatangkan rahmat dan membimbing kita hingga ke akhirat,” katanya.

Abuya Kariman menyampaikan rasa kagum dan respeknya kepada Pimpinan KWQ yang terus menebar kebaikan di usia yang sudah mulai senja. Padahal, kebanyakan orang tua memilih untuk beristirahat dari aktivitas yang menyibukķan dan melelahkan.

“Beliau insan yang tidak mau beristirahat dalam melakukan kebaikan. Justru beliau merasa tak nyaman menjalani hari tua tanpa memberi manfaat. Maka, beliau pun sibuk mencari dan menyentuh hati segenap kawan dan kenalannya untuk berwakaf Al-Qur’an. Beliau pula yang langsung bersama timnya menyalurkannya kepada Tahfidz yang membutuhkan. Sungguh luar biasas,” pujinya.

Terlebih lagi, kata Abuya, beliau dalam  menghimpun dan mengelola wakaf Al-Qur’an tanpa memandang suku, status dan latar belakang. Asal mau berwakaf, maka beliau akan fasilitasi. Begitu juga bagi penerima manfaat, hanya disyaratkan hafalan minimal 2 juz.

“Ternyata tidak sedikit orang yang berhasil beliau sentuh hatinya untuk berwakaf, buktinya sudah banyak Al-Qur’an yang sudah dihimpun dan disalurkan kepada Tahfidz di Riau, termasuk untuk santri Ponpes kita di hari Jumat barokah ini,” ujarnya.

Abuya Kariman tak menampik aktivitas yang dilakukan Pimpinan KWQ, disamping banyak yang mengapresiasi dan mendukung, pasti ada yang mencemooh dan berpandangan negatif. Namun, semua itu tak pedulikan, karena meyakini banyak manfaat dan kebaikan yang diperoleh  melalui wakaf Al-Qur’an.

“Kita juga berharap Ayahanda Fachri jangan berhenti dan mendoakan beliau istiqamah dalam amal kebaikan ini, walau menyibukkan dan melelahkan. Melalui aktivitas wakaf Al-Qur’an tersebut akan menjadi amal jariyah yang membimbing beliau menuju surga Allah,” ujarnya.

Abuya juga mengaku pernah ingin berhenti beri ceramah dan tausiyah lantaran jenuh dan capek, serta faktor umur. Tapi urung karena teringat pesan dari seorang tua agar saya terus berdakwah. Sebab, dengan aktivitas jihad tersebut justru membuat badan dan pikiran tetap sehat. “Ternyata itu terbukti,” katanya.

Abuya menegaskan bahwa wakaf Al-Qur’an tidak membuat seseorang jadi miskin. Justru sebaliknya, membuat rezeki bertambah dan berkah, disamping beroleh pahala berlipat ganda. Karena itu ia mengajak segenap santri untuk coba menyentuh hati orang tua dan anggota keluarga lainnya untuk  berwakaf Al-Qur’an.

Segenap santri juga diminta untuk selalu berprasangka posif dan menebarkan kebaikan kepada sesama. “Jauhkan diri dari buruk sangka dan menilai orang hanya dari penampilannya. Karena orang yang berpunya, belum tentu hatinya baik, begitupun sebaliknya. Percayalah setiap kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, apa yang ditanam maka itu yang dituai,” tuturnya.

Kepada segenap santrinya yang mendapat Al-Qur’an agar bersyukur dengan memanfaatkannya dengan baik dan memberi doa terbaik bagi pewakaf maupun Tim KWQ sebagi penyalur. Bagi yang belum kebagian berupaya meningkatkan kemampuan hafalannya. Beliau pun memimpin pembacaan Al-Fatihah yang pahalanya diperuntukkan bagi seluruh wakif Al-Qur’an sekaligus mengakhiri sambutannya.

 

Seputar Wakaf dan Motivasi

Pimpinan KWQ saat berinteraksi dengan santri.

Mengawali sambutannya, Pimpinan Komunitas KWQ, A.Z. Fachri Yasin, mengumandangkan takbir guna membangkitkan semangat segenap santri. Lafaz Allahu Akbar yang ia ucapkan tiga kali itu disambut secara serempak dan penuh semangat oleh para santri hingga menggema kuat di dalam masjid.

Pimpinan KWQ mengatakan Al-Qur’an yang akan dibagikan kepada santri Tahfidz tersebut bukan dari pihaknya, melainkan berasal dari sejumlah pewakaf yang nama-namanya tercantum di sampul mushaf. Wakif tersebut berasal dari berbagai kalangan dan profesi, yang berdomisili di Riau maupun di daerah lainnya.

Secara ringkas, Fachri menerangkan seputar wakaf Al-Qur’an dan model mushaf  yang diwakafkan tersebut. Di bagian punggung sampul mushaf, tercantum nama wakif dan di bagian depannya nama peruntukkan wakaf. Kemudian ada logo Komunitas KWQ sebagai pengelola dan logo penerbit mushaf.

“Sebagai contoh, ini nama pewakaf, sedangkan peruntukkan wakafnya atas nama almarhum orang tuanya. Jadi, pewakaf Al-Qur’an ini ada yang langsung atas nama pribaidi, ada juga diperuntukkan bagi anggota keluarga yang lain,” jelasnya sembari menunjukkan sebuah mushaf wakaf.

Fachri mengungkapkan sejak mulai aktif pada kegiatan wakaf Al-Qur’an sejak medio Juni 2022,  komunitas yang dipimpinnya sudah menyalurkan lebih dari 5.000 mushaf yang dihimpun dari ratusan wakif. “Kenapa bisa, karena yakin dan atas ridha Allah Swt,” ujarnya.

Sebagaimana yang sudah-sudah, Pimpinan KWQ juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberi pencerahan dan motivasi melalui interaksi dan dialog dengan para santri dalam menyongsong masa depan gemilang.

Interaksi dan dialog berlangsung cukup hangat dan menarik. Dengan spontan beliau menunjuk sejumlah santri maupun santriwati untuk maju ke depan secara bergiliran. Mereka diajukan pertanyaan yang hampir sama terkait rencana kelanjutan pendidikan dan cita-cita ke depannya.

Dengan gaya khasnya yang ramah dan kebapakan, pria yang juga akademisi senior Riau ini mampu membangkitkan semangat dan rasa percaya diri siswa. Ia pun kerap melontarkan celetukan dan guyonan yang membuat suasana menjadi lebih cair.

Pimpinan KWQ mengatakan dari pernyataan sejumlah siswa saat dialog tadi menggambarkan santri Ponpes ini memiliki keinginan besar untuk melanjutkan pendidikan, bahkan hingga ke perguruan tinggi. Begitu juga dengan cita-cita, ada yang ingin jadi tentara, guru dan sebagainya, menunjukkan sudah ada yang diniatkan untuk dicapai.

“Kemana mau melanjutkan pendidikan tidak masalah, demikian pula dengan cita-cita. Yang penting ada keinginan dan niat. Dengan adanya niat akan muncul tekad dan usaha untuk mewujudkan. Soal tercapai atau tidak itu hal lain. Makanya, juga penting restu dan dukungan orang tua,” pungkas Fachri.

Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti saat penyerahan dan pembagian Al-Qur’an secara langsung kepada para santri secara bersama-sama oleh Pimpinan KWQ dan pimpinan Ponpes  beserta para ustadz. Acara diakhiri dengan foto bersama.

Untuk diketahui, Ponpes Darul Qur’an didirikan Abuya Kariman Ibrahim tahun 2006 di atas lahan yang cukup luas di Jalan Kubang Raya KM 2,5, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang. Ponpes ini memadukan sistem pendidikan pesantren dengan kurikulum madrasah Kemenag RI. Saat ini mengasuh sekitar 285 santri yang seluruhnya diasramakan dengan 30 orang pengajar.

Salah satu prestasi yang membanggakan, Ponpes ini berhasil mengantarkan sejumlah santrinya untuk melanjutkan kuliah di Al Azhar, Mesir, melalui program beasiswa dengan seleksi yang ketat. Tahun ini ada 5 orang, sedangkan tahun 2025 sebanyak 7 orang.

 

Di SMP Muhamadiyah 4

Seusai dari Ponpes Darul Qur’an, Pimpinan KWQ dan tim langsung menuju SMP Muhammadiyah 4 (Mapan) Pekanbaru untuk menyerahkan mushaf Al-Qur;an kepada 13 santri di sekolah swasta tersebut.

Mengingat waktu yang terbatas karena mendekati waktu Shalat Jumat dan segenap siswa sedang menikmati makan siang program MBG, maka acara penyerahan dan pembagian Al-Qur’an digelar secara ringkas di halaman sekolah. Hanya dihadiri kepala sekolah bersama sejumlah guru serta siswa penerima.

Kendati terbatas dan di bawah terik matahari, acara tetap berlangsung khidmad dan antusias. Pimpinan KWQ masih sempat menjelaskan proses wakaf sekaligus berinteraksi dengan para siswa guna memberi pencerahan dan motivasi untuk meraih masa depan cerah.

Menarik dan mengesankan, dari dialog interaktif antara Pimpinan KWQ dan sejumlah, terungkap besarnya keinginan mereka untuk melanjutkan pendidikan hingga kuliah di perguruan tinggi.

“Ini menarik dan bagus, meski baru SMP, kalian sudah punya rencana untuk kuliah. Tapi, ingat apa yang kalian niatkan itu harus disampaikan kepada orang tua, tanpa restu dan bimbingan mereka akan sulit terwujud,” kata Fachri Yasin.

Kepala SMP Muhammdiyah 4 Syofiani, S.Pd., M.M., Gr menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan terima kasih kepada pewakaf dan Komunitas KWQ  atas penyaluran  mushaf untuk anak didiknya. Setelah penyerahan yang diselimuti suasana haru bercampur bahagia, acara diakhiri dengan foto bersama.

Sebagai informasi tambahan, penyaluran wakaf Al-Qur’an oleh Komunitas KWQ untuk para Tahfidz terus berlanjut pada pekan depan. Dijadwalkan, Senin (10/8/2026), penyerahan 50 mushaf kepada siswa Tahfidz Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tahfidz Ahlul Qur’an Pekanbaru dan 10 mushaf untuk siswa SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru.* (ers)

Posting Terkait