SMAN 8 Pekanbaru Bidik Prestasi Nasional, Beni Rio Tekankan Sinergi Guru dan Orang Tua

1 views

LintasRiauNews.com,PEKANBARU — SMA Negeri 8 Pekanbaru terus berupaya mempertahankan reputasinya sebagai salah satu sekolah unggulan di Provinsi Riau. Berbagai capaian siswa di bidang akademik maupun nonakademik menjadi modal bagi sekolah tersebut untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional.

Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Beni Rio Denaldy, S.Si., M.Si., mengatakan bahwa pembinaan sumber daya manusia, penguatan karakter, serta sinergi antara guru, orang tua dan peserta didik menjadi faktor penting dalam mendorong prestasi sekolah.

Hal tersebut disampaikan Beni Rio Denaldy kepada Tim Media LintasRiauNews.com saat wawancara di ruang kerja Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Selasa (20/10/2026).

Dalam wawancara tersebut, Beni menyampaikan bahwa siswa SMAN 8 Pekanbaru masih aktif mengikuti berbagai kompetisi dan berhasil meraih sejumlah penghargaan sepanjang 2026.

“Untuk tahun ini, kita mendapatkan medali perak pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kimia. Kemudian, siswa kita juga menjadi finalis tingkat nasional di bidang fotografi,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa siswa SMAN 8 Pekanbaru baru-baru ini meraih juara ketiga tingkat nasional dengan medali perunggu. Selain itu, siswa sekolah tersebut memperoleh medali emas, perak dan perunggu dalam kompetisi Olimpiade Biologi di Bandung.

Di tingkat lokal, siswa SMAN 8 Pekanbaru juga menorehkan prestasi dalam Olimpiade Ekonomi yang diselenggarakan di lingkungan perguruan tinggi di Pekanbaru dengan meraih juara pertama.

Menurut Beni, capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan potensi siswa tidak hanya diarahkan pada bidang akademik, tetapi juga mencakup kegiatan nonakademik, termasuk olahraga dan berbagai kompetisi lainnya.

Sinergi Guru, Orang Tua dan Siswa

Beni menjelaskan, salah satu faktor utama yang mendukung pencapaian prestasi sekolah adalah kerja sama seluruh unsur pendidikan.

Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan dan membangun kemandirian siswa. Di sisi lain, keterlibatan orang tua juga dibutuhkan untuk memberikan dukungan kepada anak dalam mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi.

“Faktor utamanya adalah sinergi. Bagaimana sekolah bisa bekerja sama, ada sinergi antara guru, siswa dan keterlibatan orang tua dalam mendukung prestasi anak,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pembinaan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan akademik. Kedua aspek tersebut menjadi bagian dari program yang ingin diperkuat selama masa kepemimpinannya di SMAN 8 Pekanbaru.

Beni diketahui sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMAN 13 Pekanbaru sebelum dipercaya memimpin SMAN 8 Pekanbaru. Saat wawancara berlangsung, ia menyebut telah menjabat sekitar lima bulan.

Dalam masa kepemimpinannya, pembinaan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas, dengan mengoptimalkan potensi guru, peserta didik dan dukungan orang tua.

Menanggapi Pemeringkatan Puspresnas

Terkait pemeringkatan SMA berprestasi versi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Beni menyatakan bahwa berdasarkan data terakhir yang pernah dilihatnya, SMAN 8 Pekanbaru berada pada kisaran peringkat 80-an.

Ia juga menyebutkan bahwa sekolah tersebut pernah berada di posisi 10 besar dalam pemeringkatan yang dirujuknya. Karena itu, pihak sekolah bertekad memperbaiki capaian dan meningkatkan pembinaan prestasi siswa.

“Kita juga memperbaiki statistik kita. Ke depan, kita berupaya memperkuat pembinaan prestasi agar SMAN 8 bisa kembali masuk jajaran atas di tingkat nasional,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian di tengah upaya sekolah memperkuat prestasi siswa. Namun, posisi yang disampaikan kepala sekolah masih perlu dicocokkan dengan daftar resmi Puspresnas dan periode data yang digunakan.

Hal ini penting karena pemetaan prestasi melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) memiliki indikator yang berbeda dengan pemeringkatan sekolah berdasarkan nilai akademik atau hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Tantangan Menjaga Konsistensi

Saat ditanya mengenai tantangan terbesar yang dihadapi SMAN 8 Pekanbaru, Beni menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan integritas dalam penyelenggaraan pendidikan.

Menurutnya, tanggung jawab seorang aparatur sipil negara (ASN) sekaligus tenaga pendidik tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga memastikan peserta didik memperoleh pembinaan yang mendukung perkembangan kualitas diri mereka.

Ia juga mengakui bahwa pengelolaan pendidikan harus memperhatikan kondisi keuangan dan anggaran yang tersedia.

Beni mengatakan, dukungan pemerintah tetap diperlukan. Namun, pihak sekolah juga dituntut untuk memaksimalkan sumber daya yang ada agar proses pembelajaran dan pembinaan prestasi tetap berjalan optimal.

“Sebagai ASN, tugas kami adalah bagaimana memaksimalkan pendidikan dengan anggaran yang tersedia. Apa pun anggaran yang ada, kita harus siap memaksimalkannya untuk mencerdaskan peserta didik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan orang tua menjadi salah satu bagian penting dalam memenuhi kebutuhan pengembangan sekolah dan mendukung prestasi siswa.

Bidik Prestasi Akademik dan Nonakademik hingga 2027

Untuk satu hingga tiga tahun mendatang, SMAN 8 Pekanbaru menargetkan peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik melalui penyediaan fasilitas, pendampingan siswa berprestasi, serta penguatan koordinasi antara sekolah, orang tua dan pemerintah.

Beni menegaskan bahwa siswa yang mengikuti kompetisi harus tetap mendapatkan pendampingan agar kegiatan tersebut tidak mengganggu penyelesaian pembelajaran di kelas.

Menurutnya, prestasi dan proses pendidikan formal harus berjalan seimbang sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan tanpa mengabaikan kewajiban akademiknya.

Memasuki 2027, pihak sekolah juga mulai memproyeksikan kebutuhan program dan anggaran untuk mendukung kegiatan pembinaan prestasi pada tahun berikutnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan dapat terus memberikan dukungan serta mendorong inovasi program pendidikan agar semakin banyak sekolah di Riau mampu melahirkan siswa berprestasi di tingkat nasional.

“Harapan kita, anak-anak terus berprestasi dan membawa kebanggaan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Untuk 2027, kita sudah mulai memproyeksikan program agar pembinaan prestasi menjadi salah satu prioritas,” tutupnya.

Upaya SMAN 8 Pekanbaru tersebut menjadi bagian dari gambaran tantangan pendidikan menengah di Riau, yakni bagaimana mempertahankan prestasi yang telah diraih sekaligus memperluas kesempatan bagi siswa untuk berkembang di tengah kebutuhan sarana, pembinaan dan dukungan anggaran.

Tim Media LintasRiauNews.com akan terus menelusuri perkembangan prestasi dan tantangan yang dihadapi SMA Negeri di Provinsi Riau, termasuk upaya sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.**(ian)

Posting Terkait