
PEKANBARU, LintasRiauNews – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti Mushala MTs Negeri 2 Pekanbaru pada Rabu (11/02) pagi menjelang siang. Diwarnai gema takbir, puluhan siswa penghafal Al-Qur’an (tahfidz) tampak sumringah saat menerima mushaf baru gratis dari Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ).
Penyaluran mushaf Al-Qur’an ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan suntikan semangat bagi para penjaga ayat-ayat Tuhan. Mushaf yang dibagikan merupakan edisi produksi King Salman, yang dilengkapi metode tajwid warna dan terjemahan untuk memudahkan proses menghafal.
Ketua KWQ, A.Z. Fachri Yasin, menjelaskan pihaknya hanya berupa komunitas yang menjadi fasilitator wakaf Al-Qur’an guna mendukung upaya membumikan Al-Qur’an di Bumi Melayu Riau dan melahirkan generasi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia. Penerima wakaf Al-Qur’an ini diprioritaskan bagi siswa yang telah memiliki hafalan minimal 2 juz.
“Mushaf ini adalah titipan dari para pewakaf (wakif) dari berbagai kalangan. Harapan mereka sederhana: agar Al-Qur’an ini dibaca, dihafal, dandidoakan keberkahan dan jadi ladang pahala amal jariyah,” ujar Fachri di hadapan para siswa.
Kepala MTsN 2 Pekanbaru yang diwakili oleh Wakil Kepala Bidang Keagamaan, Akmal, MA, merespons positif dan mendukung kegiatan wakaf Al-Qur’an yang diinisiasi komunitas KWQ. Dia menyebut fasilitas mushaf yang representatif sangat menentukan kecepatan dan kenyamanan siswa dalam menghafal.
“Al-Qur’an adalah mahkota Islam. Kami mengapresiasi dan sangat berterima kasih kepada KWQ dan para donator atas kepedulian dan bantuannya. Semoga ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tutur Akmal.
Motivasi dan Kisah Nisa
Acara penyaluran Al-Qur’an wakaf tersebut tidak hanya diisi dengan penyerahan simbolis. Fachri Yasin, yang juga akademisi senior di Riau, mengajak para siswa berdialog interaktif. Dengan suara khasnya yang lantang, ia memotivasi siswa untuk tidak berhenti hanya pada tingkatan sekolah menengah.
“Rancang cita-cita kalian dari sekarang. Pendidikan adalah kunci masa depan gemilang. Saya ingin kalian semua lanjut hingga ke perguruan tinggi,” tegasnya, yang disambut anggukan mantap dari para siswa.
Sebagai penutup motivasinya, Fachri mengajak sekaligus memimpin para pelajar untuk mengumandangkan takbir secara lantang dan serentak. Pekikan takbir dengan lafaz “Allahu Akbar” menggema tiga kali di ruangan mushala, menciptakan suasana emosional yang menggetarkan hati para hadirin.
Salah satu penerima manfaat wakaf Al-Qur’an, Annisatul Khoira Umah, berbagi kisahnya. Siswi kelas VIII ini terus terang merasa senang dan bersyukur sekali dapat mushaf baru yang diyakini akan sangat membantunya dalam mempercepat dan meningkat hafalan Al-Qur’an.
“Semoga mushaf yang baru dan bagus ini makin menambah semangat dan motivasi saya untuk lebih rajin membaca dan meningkatkan hafalan,” ujar remaja yang tinggal bersama orangtuanya di daerah Palas ini .
Nisa mengungkapkan keinginannya melanjutkan pendidikan ke pesantren di Magelang, Jawa Tengah adalah mengikuti jejak ayahnya yang juga berkampung halaman di sana. Ia terus terang mengaku walau bukan atas keinginan sendiri, melainkan permintaan orang tuanya, terutama sang Bapak, ia tak keberatan dan siap saja dikirim mondok di pesantren di luar daerah dan berpisah jauh dari keluarga.
Meski berasal dari keluarga sederhana—bapaknya seorang buruh dan ibunya pedagang makanan—anak sulung dari tiga bersaudara ini tetap optimis untuk menggapai masa depan gemilang.
“Cita-cita saya kelak ingin jadi direktur atau pengusaha mandiri supaya bisa membantu ekonomi keluarga dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” ungkap Nisa malu-malu namun pasti.
Berjalan 3 Tahun
Humas MTsN 2 Pekanbaru, Zulfadli, M.Pd, menambahkan bahwa program kelas tahfidz di sekolah tersebut telah berjalan selama tiga tahun dan mencetak banyak prestasi di ajang MTQ tingkat daerah. Ke depan, sekolah berencana memindahkan pusat kegiatan tahfidz ke gedung khusus (Rumah Tahfidz) untuk meningkatkan fokus siswa.
Hasil dari program tahfidz ini, lanjut dia, mendatangkan berbagai manfaat dan prestasi. Di antaranya ikut tampil mewakili daerah dan sekolah di ajang MTQ dengan capaian yang cukup membanggakan.
Menurut Zulfadli, untuk program tahfidz ini kedepan pihak sekolah akan terus meningkatkan dan mengembangkannya, salah satunya dengan memfaatkan kembali bangunan milik sekolah yang sebelumnya dipinjam sekolah lain untuk rumah tahfidz.
“Kita akan pindahkan pusat kegiatan tahfidz yang selama ini di mushala ke rumah tahfidz tersebut,” ungkap alumni FKIP Universitas Riau (Unri) yang menjadi guru PKN dan sudah empat tahun mengabdi di MTsN 2 itu.
Adapun penyaluran Al-Qur’an wakaf itu sendiri oleh komunitas KWQ kepada pelajar tahfidz di sekolah umum negeri/swasta maupun pesantren di Provinsi Riau sudah berlangsung untuk kesekian kalinya sejak medio Juni 2022. Kegiatan wakaf Al-Qur’an ini sebagai salah satu upaya untuk membumikan Al-Qur’an di Bumi Melayu Riau dan melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu dan berakhlak mulia.
Menurut Fachri Yasin, sepanjang lebih kurang tiga tahun terakhir, pihaknya sudah menyalurkan sekira 4.135 mushaf Al-Qur’an wakaf, yang sebagian besar diperuntukkan bagi para pelajar tahfidz di sekolah umum negeri/swasta dan pesantren yang ada di Provinsi Riau. Ribuan mushaf itu dihimpun dari 300-an lebih pewakaf yang berasal dari berbagai kalangan.
Sebagai tambahan informasi, dalam pekan ini pihaknya juga sudah mengagendakan penyaluran 32 mushaf Al-Qur’an wakaf kepada pelajar tahfidz di Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif NU Riau di Jalan KH Ahmad Dahlan Pekanbaru. “Insya Allah, diselenggarakan pada Jumat (13/02) pagi di madrasah tersebut,” ungkap Fachri Yasin. (*/rel)




