
PEKANBARU, LintasRiauNews – Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) kembagi berbagi Al-Qur’an untuk pelajar Tahfidz di Riau. Kali ini, sebanyak 14 mushaf Al-Quran yang bersumber dari sejumlah pewakaf itu disalurkan kepada hafidz-hafidzah SMK Muhammadiyah 1 (SMK MUTU) Pekanbaru yang memiliki hafalan minimal 2 juz.
Penyerahan wakaf Al-Qur’an tersebut berlangsung di halaman utama sekolah, Jumat (24/04/2026) pagi, bertepatan dengan kegiatan muhadharah yang menjadi agenda rutin setiap Jumat. Setelah diserahkan Pimpinan KWQ A. Z. Fachri Yasin kepada Kepala SMK Muhammadiyah 1 Budimansyah, M.Pd, langsung dibagikan kepada siswa penerima secara bersama-sama, termasuk majelis guru.
Pemberian mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna produksi King Salman itu sebagai bentuk apresiasi dan dukungan dari komunitas KWQ kepada siswa yang telah mendedikasikan waktunya menghafal Al-Qur’an di tengah kesibukan akademik.
Meski digelar sederhana dan singkat, namun kegiatan tersebut diikuti dengan penuh semangat dan antusias segenap majelis guru dan siswa/i yang memenuhi aula sekolah. Para siswa yang umumnya terdiri dari kelas X dan XI duduk berbaris dengan tertib.
Suasana khidmat dengan nuansa spiritual yang kental turut mewarnai ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di sekolah dengan gedung dan fasilitas yang cukup representatif di Jalan Senapelan, Kampung Bandar, itu. Pembacaan Tilawah Al-Qur’an surah Insyirah dilantukan dengan baik oleh Malik Ibrahim, siswa kelas X jurusan Teknik Komputer Jaringan.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Budimanysah, M.Pd, menjelaskan seyogyanya Jumat pagi ini ada jadwal kegiatan rutin, yakni muhadharah (latihan pidato dan pembinaan karakter/mental keagamaan) yang diikuti segenap siswa dan majelis guru. Adapun keberadaan tenda beserta pentas di halaman pagi itu diperuntukkan bagi acara pelepasan siswa kelas XII yang sudah tamat, pada Senin mendatang.
“Biasanya pagi ini kita awali dengan muhadharah, dilanjutkan kegiatan persiapan untuk acara pelepasan siswa kelas XII. Namun, karena ada kegiatan spesial berupa penyerahan wakaf Al-Qur’an dari Kurnia Wakaf Qur’an untuk siswa Tahfidz kita, maka didahulukan untuk menyalurkan niat para pewakaf. Kita syukuri dan ucapkan terima kasih, semoga kegiatan ini diridahi Allah Swt,” katanya.
Kepsek berharap kepada siswa Tahfidz dengan pemberiaan mushaf baru tersebut lebih bersemangat lagi belajar dan menghafal Al-Qur’an, sehingga kemampuan terus meningkat. “Teruslah semangat belajar dan membaca, rajin diulang-ulang. Bapak doakan kalian menjadi hafidz-hafidzah 30 juz,” ucap nya.
Budimansyah juga berpesan kepada segenap anak didiknya untuk terus giat belajar karena akan segera menghadapi ujian kenaikan kelas. Khusus siswa kelas XI juga diminta mempersiapkan diri karena akan mengikuti kegiatan Program Kerja Magang (PKM).
Menurut dia, saat ini sekolah yang dipimpinnya memiliki 700 siswa yang mencakup kelas X-XII, dengan jumlah lokal belajar teori 20 lokal, lokal praktek 20 bengkel dan 3 labor. Berdiri tahun 1970, sekolah ini awalnya bernama STM Muhammadiyah, lalu pada 1997 berganti menjadi SMK Muhammadiyah 1 (SMK MUTU).
Terdapat lima jurusan utama, yakni Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik Audio Video (TAV), Perhotelan, Teknik Alat Berat (TAB) dan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM), dengan 13 program keahlian, antara lain Akuntansi Keuangan Lembaga, Teknik Pemesinan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.
“Untuk jurusan yang diminati atau favorit, siswa banyak memilih Teknik Permesinan (Otomototif). Sejak dulu bernama STM, memang kecenderungannya ke jurusan itu,” ujar Budimansyah yang sudah tiga tahun menjabat kepsek, namun sudah mengajar sejak 2003 sebagai guru matematika.
Ingin Langsung Kerja
Seperti yang sudah-sudah, Pimpinan Komunitas KWQ A. Z. Fachri Yasin yang juga akademisi senior Riau ini memanfaatkan momentum itu untuk berinteraksi dan berdialog dengan para siswa SMK MUTU sekaligus memberi pencerahan dan motivasi untuk masa depan gemilang.
Dengan gaya khas dan suaranya lantang, ia melontarkan sejumlah pertanyaan kepada para siswa yang dimulai dengan rencana setelah tamat sekolah. Saat ditanya apakah mau langsung bekerja dan membantu orang tua, para siswa malu-malu dan ragu menjawab. Namun, setelah diminta menjawab secara jujur dan apa adanya, cukup banyak yang mengangkat tangan.
“Siapa yang ingin bekerja di perusahaan swasta,” tanya Fachri lagi. Cukup banyak siswa mengangkat tangan.
“Yang ingin jadi pengusaha,” lanjut dia. Kali ini hanya beberapa orang angkat tangan.
“Yang ingin melanjut ke perguruan tinggi,” tanyanya lagi. Tak banyak juga siswa yang angkat tangan.
“Ya, tak apa-apa. Yang penting kalian ada keinginan atau niat, yang mesti ditanam dalam hati sehingga muncul tekad dan semangat untuk kemudian berusaha mewujudkan. “Kalian harus terus bersemangat, semoga apa yang kalian niat dikabulkan Allah Swt,” ujar pria yang akan menginjak usia 73, tapi masih tampak bugar dan tetap semangat itu.
Fachri juga menjelaskan terkait aktivitas dan keberadaan KWQ yang dipimpinnya. Dimana KWQ, bukanlah yayasan atau lembaga yang berbadan hukum, melainkan hanya berupa komunitas. Sudah berjalan aktif selama hampir empat tahun menghimpun dan menyalurkan wakaf mushaf Al-Qur’an untuk para Tahfidz yang membutuhkan di Riau.
“Hingga saat ini, kita sudah mengelola dan menyalurkan lebih kurang 4.888 Al-Qur’an, yang dihimpun dari para pewakaf yang jumlahnya mencapai 300-an orang, dari berbagai kalangan dan profesi.” ungkapnya.
Terkait penyaluran 14 mushaf untuk siswa Tahfidz SMK MUT tersebut merupakan amanah dari 5 pewakaf (wakif) yang berasal dari berbagai kalangan, yakni Ira Wahyuni, M. Dasrin, Elly Suryani Masfar, Sofia Yetti dan Puji Lestari.
“Para pewakaf tersebut namanya tertera di sampul mushaf, tapi tidak semua atas nama pribadi, ada yang juga diberikan atas nama orang tua, istri dan keluarga lainnya, termasuk yang sudah almarhum. Harapan pewakaf sederhana, hanya minta Al-Qur’an ini dimanfaatkan dengan baik serta doakan untuk kebaikan dan keberkahan mereka,” pungkas Fachri Yasin.
Suasana gembira bercampur haru menyelimuti saat penyerahan langsung wakaf mushaf kepada masing-masing siswa penerima. Diawali Pimpinan KWQ, kemudian kepala sekolah dan wakil serta para guru. Raut bahagia sekaligus bangga tampak jelas di wajah para siswa. Acara pun diakhiri foto bersama.
Informasi tambahan, penyaluran wakaf Al-Qur’an untuk para Tahfidz oleh komunitas KWQ terus berlanjut. Di agendakan dalam waktu dekat, penyerahan 28 Al-Qur’an kepada mahasiswa Tahfidz Universitas Abdurrab Pekanbaru dan 36 Al-Qur’an kepada mahasiswa Tahfidz Universitas Riau. (*/ers)




