Dapat Wakaf Al-Qur’an, Mahasiswa Tahfidz Unri Harus Tunjukkan Prestasi

1 views

PEKANBARU, LintasRiauNews – Mahasiswa Universitas Riau (Unri) penerima beasiswa Tahfidz mendapatkan bantuan Al-Qur’an dari pewakaf yang difasilitasi Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ). Disamping giat meningkatkan kemampuan Tahfidz, mereka juga diingatkan harus menunjukkan  kecakapan dan prestasi sehingga memiliki portofolio yang bisa diandalkan.

Penyerahan wakaf Al-Qur’an yang dilakukan langsung oleh Pimpinan Komunitas KWQ) A. Z. Fachri Yasin dan tim itu digelar dalam acara sederhana namun khidmat di aula Rektorat Unri Lt. IV, Panam – Pekanbaru, Rabu (29/04/20246). Pihak kampus diwakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni  Prof. Dr. Hermandra, MA.

Selain para mahasiswa Tahfidz, sejumlah pejabat kampus juga terlihat menghadiri kegiatan yang berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan itu. Seperti Wakil Dekan II Fakultas Keperawatan (FKp) Ns. Safri, M.Kep, Ketua Pokja Kesejahteraan Mahasiswa Biro Akademik dan Kemahasiswaan Suhardi, SP dan Ketua Pokja Pengembangan Minat dan Bakat Susilawati, S.Kom.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan bersama lagu Indonesia Raya yang diikuti dengan antusias dan penuh semangat oleh para hadirin. Dilanjutkan pembacaan doa yang dipimpin oleh staf Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unri Aidil Fitra, yang menciptakan nuansa spiritual yang kental di ruangan itu.

Wakil Rektor III Unri Prof.  Hermandra mengawali sambutannya dengan ucapan selamat datang kepada pimpinan Komunitas KWQ dan tim melalui ungkapan pantun.  Kepada jajarannya dan segenap mahasiswa, ia memperkenalkan A.Z. Facri Yasin  sebagai sosok senior sekaligus orang tua, yang pernah menjabat Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) pada masanya.

Ia menyampaikan permohonan maaf karena kegiatan tersebut tidak sesuai harapan, terutama dari pihak komunitas KWQ. Pasalnya, tidak semua mahasiswa penerima dapat mengikuti kegiatan disebabkan ada kuliah dan sebagainya. Dari 36 mahasiswa, hanya 17 orang yang hadir.

“Tapi yang jelas, kami sudah informasikan kepada para mahasiswa sejak awal bulan terkait kegiatan ini. Dan memang, ada re-schedule waktu penyerahan, dan ketika diagendakan hari ini, justru sebagian mahasiswa ada kuliah atau kegiatan lain. Sekali lagi kami mohon maaf,” ungkapnya.

Apapun itu, lanjut Prof. Hermandra, yang terpenting niat dari kegiatan mulia ini akhirnya tersampaikan. Pihak kampus  sangat berterimakasih atas kepedulian dari komunitas KWQ maupun para pewakaf yang telah membantu kebutuhan mahasiswa Tahfidz.

“Kami juga mengapresiasi kegiatan wakaf Al-Qur’an ini, karena ini adalah sesuatu yang mulia dan berarti. Melaksanakan amanah dengan ketulusan. Tidak hanya bermanfaat, tapi juga mengalirkan pahala yang besar dan berkepanjangan kepada siapapun yang terlibat di dalamnya,” tuturnya.

Warek III Unri berharap pemberian wakaf Al-Qur’an makin menambah semangat dan motivasi anak didiknya, sehingga lebih giat lagi meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Kalamullah sekaligus memahami kandungannya untuk kemudian diamalkan.

Menurut dia, pihak Unri sendiri menunjukkan komitmen dan dukungan pada para penghafal Al-Qur’an dengan membuka penerimaan beasiswa bagi mahasiswa S1 jalur prestasi khusus Tahfidz sejak beberapa tahun terakhir. Jumlah yang diterima di sejumlah fakultas di perguruan tinggi negeri tertua di Rau ini cukup signifikan tiap tahunnya.

“Program beasiswa Tahfidz ini bagus dan tepat dalam upaya melahirkan generasi Qur’ani dan masyarakat madani. Karenanya Unri mendukung dan siap bekerjasama agar program ini berkelanjutan dan terus dikembangkan,” ujar  Guru Besar Ilmu Semantik FKIP Unri ini.

 

Cakap dan Berprestasi

Lebih jauh Prof. Hermandra mengatakan adanya program beasiswa Tahfidz ini salah satu bukti nyata kepedulian pemerintah maupun perguruan tinggi terhadap hafidz-hafidzah. Sebaliknya, mahasiswa Tahfidz hendaknya juga harus mampu menunjukkan kecakapan maupun prestasi, baik melalui hasil karya atau mengikuti berbagai kompetisi.

Karena, ujar dia, beasiswa Tahfidz ini merupakan penghormatan sekaligus kemudahan, sehingga penerimanya punya tanggungjawab moral dan dasar motivasi yang kuat untuk terus mengembangkan kemampuan sehingga menjadi lebih cakap dan berprestasi. Baik secara non-akademik maupun akademik.

“Idealnya begitu. Harus ada nilai lebih yang menjadi personal branding atau citra diri. Jangan sampai setelah dapat beasiswa Tahfidz, tak ada kemajuan atau prestasi yang diraih. Ini tidak baik dan menjadi problem yang bisa menyulitkan kalian nantinya,” terangnya.

Prof. Hermandra mengingatkan tantangan kedepan yang semakin berat dan kompetitif  dalam upaya meraih kesuksesan dalam pendidikan maupun mewujud cita-cita demi meraih masa depan gemilang.

“Justru itu, manfaatkan kesempatan yang ada untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Berusahalah untuk menghasilkan karya atau prestasi, sehingga kalian memiliki portofolio yang bagus dan bisa diandalkan  untuk menghadapi tantangan di masa depan,” katanya.

 

Berbagi dan Memotivasi

Pimpinan Komunitas KWQ A. Z. Fachri Yasin menjelaskan pemberian mushaf Al-Qur’an kepada Tahfidz yang difasilitasi oleh pihaknya adalah amanah para pewakaf. Kebetulan mushaf yang dibagikan untuk mahasiswa Tahfidz Unri bersumber dari pewakaf atas nama M. Nur Mustafa, yang tak lain juga dosen FKIP Unri.

“Nama pewakaf tertera di sampul mushaf. Tapi ada juga berwakaf atas nama orang tua, istri dan keluarga, termasuk yang sudah almarhum, atau bahkan hanya ditulis hamba Allah. Harapan pewakaf sederhana, hanya minta Al-Qur’an ini dimanfaatkan dengan baik serta doakan untuk kebaikan dan keberkahan mereka,” terangnya.

Berbagi mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna produksi King Salman melalui sinergi dengan para pewakaf (wakif) dari berbagai kalangan itu sebagai bentuk apresiasi dan dukungan dari komunitas KWQ kepada para Tahfidz agar terus mendedikasikan waktunya mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.

“Keberadaan kami untuk membantu Tahfidz yang membutuhkan mushaf yang memadai. Kegiatan kami hanya menghimpun dan menyalurkan titipan para pewakaf. Alhamdulilah sejak Medio Juni 2022, kami telah diamanahkan lebih kurang 4.888 Al-Qur’an dari ratusan pewakaf untuk diberikan kepada Tahfidz berbagai sekolah, pesantren dan perguruan tinggi di Riau, yang memiliki hafalan minimal 2 juz,” paparnya.

Seperti yang sudah-sudah, Pimpinan Komunitas KWQ A. Z Fachri Yasin memanfaatkan momentum tersebut untuk memberi pencerahan dan motivasi kepada mahasiswa Tahfidz Unri  supaya terus giat belajar dan menimba ilmu hingga ke jenjang tertinggi dan meraih kesuksesan di masa depan.

Akademisi senior Riau yang akan menginjak usia 73 tahun ini memicu semangat dan tekad para mahasiswa melalui interaksi dan dialog. Dengan suara lantang dan gaya khasnya yang kebapakan ia menggali fikiran para mahasiswa melalui tanya jawab terkait kelanjutan pendidikan dan cita-cita. Kadang diselingi celetukan atau guyonan yang membuat suasana cair dan akrab.

Para mahasiswa tampak antusias dan merespons berbagai pertanyaan yang dilontarkan Pimpinan KWQ. Seperti ketika ditanya siapa yang mau melanjutkan S2 hingga S3, cukup banyak yang angkat tangan. Ada juga yang tetap di kampus yang ada di Riau, ada yang juga yang ke luar daerah, , bahkan luar negeri, seperti di Jerman, dengan masing-masing alasan dan pertimbangan .

Demikian juga ketika ditanya tentang cita-cita, para mahasiswa menjawab dengan spontan dan percaya diri. Ada yang ingin jadi dosen, PNS/ASN/Birokrat hingga pengusaha. Mereka juga memberikan alasan dan pertimbangan kenapa memilih profesi tersebut. Ternyata cukup banyak yang ingin menjadi pengusaha kelak.

“Alhamdulillah, saya senang kalian banyak yang ingin jadi pengusaha. Saya menyarankan, jangan jadi ASN atau birokrat, tapi jadilah pengusaha. Supaya nanti bisa membangun ekonomi bangsa dan membantu umat, karena hingga saat ini ekonomi kita dikuasai non-muslim,” ujarnya.

Fachri Yasin menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci kesuksesan dan mewujudkan cita-cita dalam kehidupan.  Dimulai dengan niat atau keinginan di hati hingga tertanam tekad dalam diri, baru kemudian diupayakan dan diperjuangkan.

Sebagai wujud terima kasih dan penghargaan atas penyaluran wakaf Al-Qur’an untuk mahasiswa tersebut, kampus Unri melalui Warek III menyerahkan plakat sebagai cendera mata  kepada Pimpinan KQW. Suasana haru bercampur bangga menyelimuti saat dilakukan pembagian mushaf secara bersama-sama, termasuk pejabat kampus, ke masing-masing mahasiswa. Acara pun diakhiri dengan foto bersama.

Sebagai informasi tambahan, penyaluran wakaf Al-Qur’an oleh komunitas KWQ terus berlanjut di beberapa lembaga pendidikan lainnya. Diagendakan, Kamis (30/04/2026): penyerahan 30 Al-Qur’an kepada siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Pekanbaru, dan Senin (04/05/2026): penyerahan 26 Al-Qur’an kepada siswa SMAN 9 Pekanbaru. (*ers)

Posting Terkait