4.644 Jemaah dan Petugas Haji Riau Sudah Diberangkatkan, Kakanwil Kemenhaj Ungkap Sejumlah Jemaah Dipulangkan Karena Sakit

1 views

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau,H.Defizon,S,Kom,M,Si

LintasRiauNews.com,PEKANBARU – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau mencatat sebanyak 4.644 jemaah dan petugas haji telah diberangkatkan menuju Tanah Suci hingga pertengahan Mei 2026. Dari jumlah tersebut, empat jemaah dilaporkan meninggal dunia, baik saat proses keberangkatan maupun ketika sudah berada di Arab Saudi.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau,H.Defizon,S,Kom,M,Si menyampaikan hingga 16 Mei 2026 pihaknya telah memberangkatkan 4.625 jemaah haji, ditambah 21 petugas haji daerah, lima petugas kloter, dan 43 petugas lainnya sehingga total keseluruhan mencapai 4.644 orang.

“Dari jumlah yang sudah diberangkatkan itu, terdapat empat jemaah yang wafat. Dua orang meninggal di Arab Saudi, satu orang wafat di Batam, dan satu orang meninggal saat proses keberangkatan dari daerah,” ujar Defizon saat ditemui LintasRiauNews.com diruang kerjanya, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, dua jemaah yang wafat di Arab Saudi berasal dari Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan. Sementara satu jemaah asal Kampar meninggal dunia di Batam sebelum keberangkatan menuju Arab Saudi.

Menurut Defizon, seluruh jemaah yang meninggal dunia masuk kategori lanjut usia (lansia) dan memiliki riwayat penyakit bawaan.

“Semua yang wafat merupakan jemaah lansia dan memiliki penyakit bawaan. Berdasarkan informasi yang kami terima, ada yang mengalami gangguan penyakit perut dan ada juga yang memiliki penyakit paru-paru,” jelasnya.

Selain itu, Kanwil Kemenhaj Riau juga mencatat adanya sejumlah jemaah yang mengalami gangguan kesehatan sehingga harus dipulangkan sementara ke daerah asal. Total terdapat 12 jemaah yang dipulangkan karena alasan kesehatan, satu orang meninggal dunia, satu orang diketahui hamil, serta lima orang lainnya merupakan pendamping.

Di sisi lain, dua calon jemaah dilaporkan sakit sebelum keberangkatan dari daerah, sementara satu jemaah masih menjalani perawatan di Batam.

Meski demikian, proses pemberangkatan tetap berjalan dengan penyesuaian kuota. Dari jumlah jemaah yang gagal berangkat, enam orang sudah digantikan oleh jemaah cadangan pada kloter berikutnya.

Defizon juga mengungkapkan salah seorang jemaah asal Kampar yang sebelumnya pulang ke daerah untuk mengurus jenazah suaminya yang wafat di Batam, dijadwalkan kembali diberangkatkan menuju Batam dan selanjutnya ke Arab Saudi melalui Kloter 25 bersama jemaah asal Provinsi Jambi.

“Nanti akan bergabung dengan kloter 25. Alhamdulillah beliau tetap ingin melanjutkan ibadah hajinya,” katanya.

Terkait isu pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap biaya perjalanan haji, Defizon memastikan tidak ada dampak signifikan terhadap jemaah haji Riau tahun ini.

Hal itu karena seluruh biaya perjalanan ibadah haji telah dilunasi sebelum adanya perubahan nilai tukar mata uang asing.

“Tidak ada pengaruh terhadap jemaah karena proses pelunasan biaya haji sudah dilakukan sebelumnya,” pungkasnya **(ian)

Posting Terkait