
PEKANBARU, LintasRiauNews – Penyaluran Al-Qur’an untuk para Tahfidz di Riau oleh Komunitas Wakaf Al-Qur’an (KWQ) terus berlanjut. Jumat (05/06/2026) pagi, komunitas yang dipimpin A. Z. Fachri Yasin ini berbagi Al-Qur’an sekaligus memberi motivasi siswa Tahfidz Arsyad Islamic School Pekanbaru.
Penyerahan dan pembagian Al-Qur’an yang bersumber dari sejumlah pewakaf itu berlangsung di mushala komplek sekolah
yang terletak di Jalan Imam Munandar. Ada 33 mushaf Al-Qur’an yang dialokasikan, masing-masing untuk 20 tahfidz SMP dan 13 tahfidz MA, yang berasal dari 4 pewakaf, yakni Susi Ariani, Pristiana, Herniwati dan Deswandi Muzwar.
Akan tetapi, saat acara penyerahan dimulai hanya 10 siswa SMP IT di sekolah di bawah naungan Yayasan PDA Ibadurrahman itu yang hadir sehingga mushaf yang diserahkan sejumlah siswa yang ada. Hal ini sudah jadi komitmen Komunitas KWQ sejak awal, dimana penerima wakaf Al-Qur’an selain memiliki hafalan 2 juz ke atas, juga harus hadir langsung saat penyerahan.
Kepala SMP IT Arsyad Islamic School Ustafz Bevli Recida Hendri, SE menyampaikan permohonan maaf atas minimnya siswa yang hadir dan tidak sesuai dengan data Tahfidz yang dikirim. Begitu juga ketidakhadiran Pimpinan Yayasan maupun Pimpinan Sekolah lainnya karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.
Toh demikian, mewakili yayasan, Ust. Bevli menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pemberian Al-Qur’an kepada anak didiknya. Baik kepada pewakaf maupun Komunitas KWQ sebagai perantara, sekaligus mendoakan keberkahan dan diridhai Allah Swt.
Ia menyebut wakaf Al-Qur’an merupakan bagian dari amal. “Amal yang cerdas. Karena ini amal yang tiada henti atau tiada putus-putusnya, sebagaimana disabdakan Rasulullah,” ujarnya seraya menyitir Sabda Nabi Muhammad itu.
Ust. Bevli menjelaskan sabda Rasulullah Saw itu menegaskan bahwa ada 3 amalan yang tetap mengalir kepada seseorang yang telah meninggal, salah satunya adalah sedekah jariyah, termasuk di dalamnya wakaf.
“Maka pembagian wakaf Al-Qur’an ini menjadi wasilah terhadap amalan yang tiada putus-putusnya bagi para pewakaf maupun pihak Kurnia Wakaf sebagai pengelola dan penyalur,” ujarnya.
Kegiatan wakaf Al-Qur’an ini, lanjut dia, sangat penting dan bermanfaat sebagai bagian dari syiar Islam dan membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda.
Kepada siswa yang hadir, Ust. Bevli berpesan agar mushaf yang diterima dimanfaatkan dengan senantiasa dibaca dan dihafal untuk kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Rasulullah Saw juga menyuruh kita untuk selalu membaca dan menghafal Al-Qur’an karena selain mendapatkan pahala, juga menjadi syafaat atau penolong saat hisab di akhirat kelak. Maka tetaplah istiqomah jadi ahlul Qur’an,” kata alumnus STIE Akbar Pekanbaru yang sudah empat tahun menjabat Kepsek itu.
Di depan siswa Tahfidz SMP IT Arsyad, Pimpinan KWQ A. Z. Fachri Yasin mengatakan pihaknya hanya menjalankan amanah para pewakaf untuk menyalurkan mushaf kepada penghafal Al-Qur’an yang membutuhkan. Sejak berdiri dan beraktivitas dari mesin Juni 2022 hingga saat ini, pihaknya sudah menghimpun dan mendistribusikan kurang lebih 5.000 Al-Qur’an.
“Dari mana saja itu? Dari sekian banyak orang yang berasal dari berbagai kalangan dan profesi. Mereka berwakaf mulai dari 1 hingga 100 lebih mushaf. Kebetulan saya dosen yang cukup lama mengajar di UIR, Unri dan Unilak, sehingga punya pergaulan luas dan banyak kawan, mahasiswa serta kolega” ungkapnya.
Fachri juga menjelaskan para pewakaf itu selain dari individu, juga ada lembaga. Nama pewakaf tertera di bagian punggung mushaf, tapi ada juga mengatasnamakan hamba Allah. Di bagian depan mushaf ada tulisan peruntukkan wakaf, namun tidak semua dari pewakaf bersangkutan, tapi atas nama orang tua, istri, ànak dan keluarga lainnya, termasuk yang sudah almarhum.
“Seperti sejumlah mushaf dari pewakaf bernama Herniwati ini, mahasiswa saya dulunya. Dia memperuntukkan wakafnya atas nama almarhum orangtuanya. Jadi macam-macam dan cukup panjang prosesnya,” terang Pimpinan KWQ.
Ďì sampul mushaf juga ada logo dan nama Kurnia Wakaf sebagai penggagas sekaligus pelaksana. Tapi KWQ bukan yayasan, melainkan hanya komunitas dengan sejumlah anggota sebagai penggerak dengan berfokus kepada dua kegiatan, yakni menghimpun pewakaf Al-Qur’an dan menyalurkankannya kepada Tahfidz di sekolah/madrasah negeri, pesantren hingga perguruan tinggi.
Kemudian terdapat pula nama dan logo King Salman selaku perusahàan penerbit mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna tersebut dengan alamat kantor di Bandung.
“Lalu kenapa wakaf Al-Qur’an ini bisa disalurkan ke sekolah ini? Karena adanya komunikasi dan respons yang cepat dari Ustadz Bevli. Ketika kami minta data siswa yang hafal minimal 2 juz untuk diberi Al-Qur’an sebagai apresiasi dan dukungan, maka segera disiapkan dan dikirim, hingga ditetapkan waktu penyerahan pada hari ini,” tutur Fachri.
Untuk itu, Pimpinan KWQ mengucapkan terima kasih atas layanan komunikasi dan respons yang baik dari sekolah Arsyad, sehingga penyerahan wakaf Al-Qur’an bisa terlaksana, walau tidak optimal.
Berintraksi, Memotivasi
Seperti yang sudah-sudah, Pimpinan KWQ memanfaatkan momen tersebut untuk berinteraksi dan berdialog dengan para siswa. Dengan tujuan memberikan pencerahan dan motivasi kepada para pelajar terkait pendidikan dan cita-cita demi menggapai masa depan gemilang.
Akademisi senior Riau ini spontan meminta salah seorang siswa berdiri dan maju ke depan. Lalu ditanya nama, pekerjaan orang tua dan akan menyambung kemana setelah tamat SMP.
Siswa kelas VIII bernama Faqih itu mengaku sang Bapak seorang PNS/ASN di Kabupaten Siak. “Ke MAN 2,” jawabnya lugas. “Kenapa tidak di sini (MA Arsyad) saja?” tanya Fachri Yasin. “Ingin coba sekolah di sana,” ujarnya lagi.
“Baik, setelàh tamat nanti, mau kuliah atau tidak. Kalau kuliah kemana, di dalam negeri atau di luar negeri, dan fakultas apa.”
“Mau kuliah, di Indonesia saja. Tapi belum tahu dimana, inginnya di fakultas hukum,” kata Faqih agak malu-malu.
“Oke. Apakah rencana Anda itu sudah diketahui orang tua. Kalau belum, maka harus disampaikan segera, karena butuh dukungan mereka untuk mewujudkannya,” kata Fachri mengingatkan.
Kemudian Pimpinan KWQ meminta seorang siswa lagi maju dan melontarkan pertanyaan serupa. Siswa bernama Bagas yang juga di kelas VIII itu dengan mantap akan melanjutkan ke SMA Olahraga yang ada di Pekanbaru setelah tamat nanti.
“Saya hobi sepak bola, juga aktif main futsal. Sàya ingin jadi pemain sepak bola,” ujarnya Bagas. “Sàya juga mau kuliah nanti,” ujar siswa bertubuh tinggi dan tegap itu.
Lalu giliran seorang siswi yang diminta maju dan ditanyakan perihal yang sama. Siswi kelas VII bernama Amira itu awalnya terkesan takut dan gugup, apalagi sempat dicandai. Namun, setelàh diyakinkan bahwa semangat dan keberànian itu perlu, ia akhirnya menjawab.
“Mau nyambung ke MAN 2,” ujar siswi hitam manis yang juga mengaku anak seorang ASN itu. “Mau kuliah juga nanti, tapi belum tahu kemana, tapi kalau bisa di luar negeri,” kata Amira yang bercita-cita menjadi ASN kelak.
Fachri menegaskan pentingnya pendidikan sebagai bekal meraih cita-cita dan masa depan yang sukses. “Dimulai dari niat di dalam hati, sehingga tumbuh tekad dan upaya untuk mewujudkannya. Soal tercapai atau tidak itu urusan kedua. Makanya perlu restu dan dukungan orang tua agar dimudahkan oleh Allah Swt,” pungkasnya.
Selanjutnya, Pimpinan KWQ meminta dua anggota Tim, Fari Suradji dan M. Aker, untuk menyampaikan pesan dan harapan kepada para siswa. Fari menyebut bahwa siswa memang harus menunjukkan semangat dan keberanian sebagaimana disampaikan pimpinannya tersebut karena dibutuhkan dalam menjalani aktivitas kehidupan dan meraih kesuksesan.
“Jadi, adik-adik tunjukkan selalu semangat dan percaya diri untuk menempuh pendidikan dan meraih cita-cita di masa depan,” kata alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran ini.
Akan halnya M. Aker menekankan pentingnya siswa untuk terus memperdalam ilmu agama dan menjaga akhlak dengan tetap menyerap ilmu pengetahuan lainnya.
“Ilmu agama yang bisa menjaga dan menuntun kita hidup di dunia, apalagi dengan kondisi sekarang yang tidak baik-baik saja. Teruslah giat menimba ilmu, tapi jangan lupakan adab atau akhlak, karena itu yang lebih bernilai pada diri kita,” ujar pria yang juga aktif dan menjabat ketua pengurus di salah satu mesjid ini.
Sebagai wujud terima kasih atas penyaluran wakaf Al-Qur’an itu, Pimpinan Arsyad Islamic School memberi piagam yang diserahkan Kepala SMP IT kepada Pimpinan KWQ. Acàra dilanjutkan dengan penyerahan Al-Qur’an secara bersama ke masing-masing siswa penerima dan diakhiri dengan foto bersama.
Untuk tambahan informasi, seusai di sekolah Islan Arsyad, Komunitas KWQ lanjut menyàmbangi Pondok Pesantren Al-Munawwarah di Jalan Pesantren, untuk menyerahkan Al-Qur’an kepada 38 santri di sana.* (ers)




