Kabut Asap Pekanbaru, 994 Kasus Terdampak Tercatat, ISPA Mendominasi 909 Kasus

2 views

LintasRiauNews.com ,PEKANBARU – Dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat di Kota Pekanbaru menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mencatat 994 kasus penyakit yang berkaitan dengan dampak kabut asap selama periode 24 hingga 28 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi yang paling dominan dengan 909 kasus atau 91,45 persen.

Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, S.STP., M.Si., dalam pemaparan mengenai rekapitulasi kasus dampak kabut asap di Kota Pekanbaru.Sabtu (29/8/2026)

Berdasarkan data rekapitulasi Dinkes Pekanbaru periode 24–28 Agustus 2026, selain ISPA terdapat empat jenis penyakit lainnya yang turut dicatat, yakni iritasi kulit sebanyak 39 kasus (3,92 persen), asma 24 kasus (2,41 persen), konjungtivitis atau iritasi mata 17 kasus (1,71 persen), serta pneumonia sebanyak 5 kasus (0,50 persen).

Dengan demikian, total kumulatif seluruh kasus mencapai 994 kasus.

ISPA Melonjak hingga 341 Kasus

Data harian menunjukkan kasus ISPA mengalami fluktuasi dan sempat melonjak tajam pada 27 Agustus 2026.

Pada 24 Agustus tercatat 188 kasus ISPA, kemudian 177 kasus pada 26 Agustus. Angka tersebut melonjak menjadi 341 kasus pada 27 Agustus, sebelum turun menjadi 203 kasus pada 28 Agustus.

Jika seluruh data tersebut dijumlahkan, total kasus ISPA mencapai 909 kasus.

Lonjakan tertinggi terjadi pada 27 Agustus, ketika jumlah kasus ISPA mencapai 341 kasus dalam satu hari pelaporan.

Selain ISPA, pada tanggal yang sama juga tercatat peningkatan sejumlah penyakit lainnya. Iritasi kulit mencapai 22 kasus, asma 12 kasus, konjungtivitis 6 kasus dan pneumonia 3 kasus.

Secara keseluruhan, jumlah kasus harian pada 27 Agustus mencapai 384 kasus, menjadi angka tertinggi selama periode pemantauan tersebut.

Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat

Kondisi tersebut berlangsung ketika kualitas udara Kota Pekanbaru berada dalam kategori tidak sehat.

Berdasarkan data pemantauan yang ditampilkan Dinkes Pekanbaru pada 29 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 141.

Parameter yang menjadi perhatian adalah PM2.5.

Dalam keterangan pada data pemantauan tersebut disebutkan bahwa kualitas udara pada kategori tidak sehat merupakan tingkat kualitas udara yang dapat memberikan dampak merugikan terhadap manusia, hewan dan tumbuhan.

Kondisi ini membuat masyarakat, terutama kelompok rentan, diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan udara luar.

Balita dan Lansia Jadi Perhatian

Dinkes Pekanbaru juga melakukan pemantauan terhadap kelompok masyarakat yang berisiko terdampak paparan kabut asap.

Dalam data pemantauan kelompok berisiko per 28 Agustus 2026, tercatat 26 balita dan 40 lansia yang teridentifikasi dalam kelompok yang membutuhkan perhatian terkait paparan asap karhutla.

Kepala Dinkes Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, sebelumnya menjelaskan kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian di antaranya ibu hamil, bayi, balita dan lansia.

“Kelompok masyarakat yang rentan pertama ibu hamil, kemudian bayi, balita dan lansia,” jelasnya.

Puskesmas Tetap Buka dan Siapkan Obat serta Oksigen

Menghadapi meningkatnya dampak kesehatan akibat kabut asap, Dinkes Pekanbaru memastikan pelayanan kesehatan di puskesmas tetap berjalan.

Puskesmas juga diminta mempersiapkan obat-obatan, bahan habis pakai (BHP), oksigen serta kebutuhan medis lainnya.

“Obat-obatan kita cukup. Obat-obatan, BHP, oksigen juga ditambah,” ujar Hazli.

Puskesmas juga diwajibkan melakukan pemantauan dan pelaporan kasus setiap hari. Data yang dikumpulkan tidak hanya ISPA, tetapi juga iritasi kulit, asma, konjungtivitis dan pneumonia.

“Dari lima penyakit ini kita data setiap hari, berapa jumlahnya dan terus kita update. Pukul 12.00 WIB datanya sudah kami terima,” katanya.

Pelayanan puskesmas pada hari biasa berlangsung hingga pukul 21.00 WIB, sedangkan pada hari libur atau tanggal merah hingga pukul 15.00 WIB.

Masyarakat Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Dinkes Pekanbaru juga terus memberikan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat melalui puskesmas.

Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus keluar rumah.

“Kalau terpaksa keluar rumah, pakai masker,” ujar Hazli.

Masyarakat juga diimbau menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat dan memperbanyak minum air putih.

Sementara kegiatan yang dilakukan di luar ruangan, seperti olahraga dan kegiatan seni budaya, dinilai perlu dibatasi selama kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat.

Soal Sekolah, Dinkes Tidak Menentukan

Terkait kemungkinan sekolah kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh atau meliburkan kegiatan belajar mengajar, Hazli mengatakan keputusan tersebut bukan kewenangan Dinas Kesehatan.

Menurutnya, Dinkes lebih fokus pada aspek kesehatan masyarakat serta penanganan warga yang mengalami dampak akibat kualitas udara.

“Kalau sekolah diliburkan lagi, saya tidak bisa menjawab. Itu ditanyakan kepada pemangku utamanya,” katanya.

Dinkes Pekanbaru memastikan pemantauan terhadap dampak kesehatan akibat kabut asap akan terus dilakukan melalui laporan dari puskesmas.

Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, mata mengalami iritasi atau gangguan pernapasan lainnya diimbau segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.**(ian)

Posting Terkait