LintasRiauNews.com ,PEKANBARU – Alhamdulillah, hujan deras akhirnya mengguyur Kota Pekanbaru, Sabtu (29/8/2026) malam.
Hujan mulai turun sekitar pukul 20.30 WIB dan mengguyur sejumlah wilayah Kota Pekanbaru. Hujan turun dengan intensitas cukup deras dan di sejumlah lokasi disertai suara petir.
Bagi masyarakat Pekanbaru, turunnya hujan malam ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Setelah menghadapi cuaca panas dan kondisi udara yang kurang bersahabat dalam beberapa waktu terakhir, hujan dinilai sebagai sesuatu yang sangat dinantikan.
Warga pun menyambut turunnya hujan dengan rasa syukur. Air yang membasahi jalan, halaman rumah dan permukiman seolah menjadi penyejuk setelah beberapa waktu masyarakat harus berhadapan dengan udara panas dan kabut asap.
“Alhamdulillah, hujan turun. Kami sangat bersyukur. Mudah-mudahan dengan turunnya hujan ini udara kembali bersih dan kabut asap segera hilang,” ujar salah seorang warga Pekanbaru.
Menurutnya, masyarakat sangat berharap kondisi tersebut dapat segera kembali normal sehingga aktivitas sehari-hari bisa berjalan seperti biasa.
“Insyaallah kami bisa kembali beraktivitas. Anak-anak juga mudah-mudahan bisa kembali sekolah seperti biasa karena sebelumnya sempat diliburkan akibat kabut asap,” katanya.
BMKG Sebelumnya Prediksi Hujan Sore hingga Malam
Turunnya hujan pada Sabtu malam tersebut juga sejalan dengan informasi cuaca BMKG yang sebelumnya memprakirakan adanya peluang hujan di sejumlah wilayah Riau pada sore hingga malam hari.
BMKG menyebut kondisi pada Sabtu 29 Agustus 2026 masih didominasi udara kabur hingga berawan pada pagi hingga siang hari, namun peluang hujan mulai muncul memasuki sore hingga malam.
Bahkan, pembaruan prakiraan BMKG di sejumlah wilayah Pekanbaru pada sekitar pukul 21.20 WIB menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada malam hingga sekitar tengah malam.
Hujan Jadi Harapan di Tengah Kabut Asap
Turunnya hujan juga menjadi harapan baru bagi masyarakat di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Sebelumnya, kondisi kualitas udara Pekanbaru sempat berada pada kategori tidak sehat. Data BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru pada pukul 20.00 WIB masih mencapai 145,6 µg/m³, masuk kategori tidak sehat.
Karena itu, hujan yang turun malam ini diharapkan dapat membantu membersihkan partikulat di udara sekaligus membasahi lahan-lahan yang kering.
Turunnya hujan juga diharapkan membantu proses pemadaman dan pendinginan sejumlah lokasi yang masih memiliki bara atau titik api, khususnya kawasan yang rawan karhutla.
Sebelumnya, tim gabungan juga masih melakukan pemadaman dan pendinginan lahan bekas terbakar di kawasan Jalan Riau Ujung Baru, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, pada Sabtu pagi. Petugas masih menemukan titik-titik asap dari vegetasi yang terbakar hingga lapisan bawah tanah gambut.
Warga: Semoga Kabut Asap Segera Hilang
Bagi masyarakat Pekanbaru, hujan malam ini bukan sekadar perubahan cuaca. Turunnya air dari langit menjadi momentum yang sangat dinantikan setelah masyarakat menghadapi panas dan kekhawatiran terhadap kabut asap.
“Alhamdulillah sekali hujan turun. Mudah-mudahan setelah ini udara menjadi lebih bersih dan kami bisa beraktivitas normal kembali,” ungkap warga lainnya.
Warga berharap hujan turun secara merata dan berlanjut sehingga kondisi udara semakin membaik serta ancaman karhutla dapat ditekan.
Namun, derasnya hujan malam ini juga menimbulkan persoalan lain. Di sejumlah titik wilayah Kota Pekanbaru, listrik dilaporkan padam bersamaan dengan turunnya hujan deras dan petir.
Meski demikian, pemadaman listrik tersebut tidak mengurangi kegembiraan warga yang sejak beberapa waktu terakhir menantikan turunnya hujan.
Malam ini, suara hujan dan petir terdengar di sejumlah penjuru Pekanbaru. Bagi warga, hujan tersebut menjadi penyejuk setelah panas, sekaligus harapan agar kabut asap segera berlalu dari Kota Bertuah.**(ian)



