Revitalisasi SMAN 7 Pekanbaru Capai 70 Persen, Amri: Ditargetkan Rampung Oktober

4 views

LintasRiauNews.com ,PEKANBARU – Pelaksanaan program revitalisasi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7 Pekanbaru tahun 2026 terus berjalan. Hingga pertengahan September, progres pembangunan disebut telah mencapai lebih dari 70 persen.

Kepala SMAN 7 Pekanbaru, Amri, M.Pd., kepada LintasRiauNews.com, Selasa (15/9/2026), menjelaskan bahwa pekerjaan revitalisasi mulai dilaksanakan pada Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada Oktober mendatang.

“Alhamdulillah, sampai di sini pekerjaan sudah mencapai lebih dari 70 persen,” ujar Amri saat memberikan keterangan kepada media.

Menurut Amri, revitalisasi mencakup sejumlah bangunan dan fasilitas sekolah yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap sesuai dengan tahapan pembangunan yang telah ditetapkan.

Ditargetkan Rampung Oktober

Amri menjelaskan, program revitalisasi SMAN 7 Pekanbaru dimulai pada Juni dan ditargetkan berakhir pada Oktober 2026.

Selama pekerjaan berlangsung, pihak sekolah harus melakukan berbagai penyesuaian agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

“Revitalisasi kita mulai dari bulan Juni dan berakhir di bulan Oktober,” jelasnya.

Amri berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga fasilitas sekolah dapat kembali digunakan secara normal dan kegiatan belajar mengajar tidak lagi terganggu oleh proses pembangunan.

“Mudah-mudahan cepat selesainya sesuai tanggal yang kita targetkan dan bisa langsung mendapatkan izin untuk penggunaan yang lain,” katanya.

924 Siswa Belajar dengan Sistem Dua Shift

Dampak pembangunan juga dirasakan dalam kegiatan belajar mengajar. Saat ini SMAN 7 Pekanbaru memiliki sekitar 924 siswa yang terbagi dalam 24 rombongan belajar (rombel).

Untuk menjaga kegiatan pembelajaran tetap berlangsung selama proses revitalisasi, sekolah menerapkan sistem dua shift.

Amri menjelaskan, siswa kelas XI dan XII mengikuti pembelajaran pada pagi hari, mulai pukul 07.15 WIB hingga 12.00 WIB.

Sementara siswa kelas X masuk pada siang hari, mulai pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB.

“Dengan adanya revitalisasi mulai Juni sampai Oktober, kita melakukan pembelajaran menggunakan dua shift,” jelas Amri.

Menurutnya, pola tersebut bersifat sementara dan akan kembali normal setelah pembangunan revitalisasi selesai dan fasilitas sekolah dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Material Bangunan Lama Dibongkar

Selain progres pembangunan, Amri juga menjelaskan mengenai material dari bangunan lama yang dibongkar dalam proses revitalisasi.

Ia mengatakan, beberapa bagian bangunan seperti atap dan pintu dibongkar. Material yang masih dapat digunakan maupun memiliki nilai guna, kata dia, tidak langsung dibuang, tetapi masih disimpan oleh pihak sekolah.

“Untuk bangunan, khusus seperti atap dan pintu kita bongkar semuanya, dan atap masih kita simpan,” ungkapnya.

Selain atap, sebagian material kayu dari bangunan lama juga masih disimpan.

Pihak sekolah, lanjut Amri, telah melakukan pendataan terhadap material hasil pembongkaran tersebut.

Menunggu Tim Turun Melakukan Penilaian

Terkait material hasil pembongkaran, Amri menyebut pihak sekolah saat ini masih menunggu tim terkait turun untuk melakukan penilaian.

Penilaian tersebut juga berkaitan dengan perkembangan pekerjaan revitalisasi yang sedang berjalan.

Menurutnya, setelah tim melakukan penilaian, pihak sekolah akan menindaklanjutinya dengan membuat berita acara sebagai bagian dari dokumentasi dan pertanggungjawaban.

“Sekarang sedang menunggu kapan tim itu akan turun untuk menilai progres. Setelah mereka turun, kami akan buat berita acara hasilnya,” jelas Amri.

Dengan demikian, status dan tindak lanjut terhadap material hasil bongkaran masih menunggu proses penilaian serta keputusan pihak yang berwenang.

Material Baru Digunakan untuk Pembangunan

Untuk bangunan yang sedang direvitalisasi, Amri menjelaskan bahwa pembangunan menggunakan material baru sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Sementara konstruksi atap juga tengah dikerjakan dan progresnya disebut sudah cukup tinggi.

Namun, untuk mengetahui persentase masing-masing item pekerjaan secara lebih rinci, pihak sekolah masih menunggu hasil penilaian dari tim yang akan turun melakukan pemeriksaan progres.

Sekolah Berharap Segera Kembali Normal

Amri berharap seluruh tahapan revitalisasi dapat diselesaikan tepat waktu sehingga kegiatan pembelajaran dapat kembali berjalan dalam kondisi normal.

Selama pembangunan berlangsung, pihak sekolah berupaya memastikan proses pendidikan tetap berjalan meskipun harus dilakukan dengan pengaturan jadwal dan penggunaan ruang secara bergantian.

Ia berharap setelah seluruh pekerjaan selesai dan fasilitas mendapatkan izin untuk digunakan, siswa dan guru dapat kembali menjalankan aktivitas pendidikan sebagaimana biasanya.

Status Material Bongkaran Masih Menjadi Perhatian

Sementara itu, keberadaan material hasil pembongkaran menjadi salah satu bagian yang masih perlu ditelusuri lebih lanjut, khususnya mengenai status dan mekanisme pengelolaannya.

Sebelumnya, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Dr. Nilam Suri, kepada LintasRiauNews.com melalui voice note pada Sabtu (12/9/2026), menjelaskan bahwa material hasil bongkaran yang masih dapat digunakan sebaiknya dikumpulkan dan didokumentasikan oleh sekolah untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak pengelola aset daerah.

Keterangan tersebut sejalan dengan penjelasan Kepala SMAN 7 Pekanbaru bahwa material seperti atap dan kayu hasil pembongkaran masih disimpan dan menunggu proses penilaian.

Namun, mekanisme berikutnya terhadap material tersebut masih perlu dipastikan, termasuk status aset, proses inventarisasi, penilaian, penghapusan, pemanfaatan maupun kemungkinan tindak lanjut lainnya sesuai ketentuan pengelolaan aset pemerintah.

BPKAD Akan Dikonfirmasi

Untuk mendapatkan kepastian mengenai status dan mekanisme pengelolaan material hasil bongkaran tersebut, LintasRiauNews.com akan melakukan konfirmasi kepada BPKAD Provinsi Riau.

Konfirmasi akan diarahkan untuk mengetahui apakah bangunan dan material hasil pembongkaran tersebut tercatat sebagai Barang Milik Daerah (BMD), siapa yang berwenang melakukan penilaian, bagaimana prosedur pencatatannya serta bagaimana tindak lanjut terhadap material yang masih memiliki nilai guna maupun nilai ekonomis.

Sebelumnya, Redaksi LintasRiauNews.com juga telah melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau terkait pelaksanaan program revitalisasi SMA dan SMK tahun 2026. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan yang diterima redaksi.

Redaksi LintasRiauNews.com tetap membuka ruang bagi Dinas Pendidikan Riau, dan , BPKAD maupun instansi terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.

LintasRiauNews.com akan terus mengikuti perkembangan revitalisasi SMAN 7 Pekanbaru, baik progres pembangunan, keberlangsungan proses belajar mengajar maupun tata kelola material hasil pembongkaran bangunan.**(ian)

Posting Terkait