Di Riau SMA Swasta Ungguli Negeri Hasil Tes LTMPT, Ini Penjelasan Kamsol

433 views

PEKANBARU,LintasRiauNews.com — Ternyata SMA Swasta di Provinsi Riau cukup banyak yang bermutu, bahkan mampu mengungguli sekolah negeri dalam prestasi pendidikan. Ini bisa dilihat dari daftar Top 1.000 sekolah dengan peringkat tertinggi di Indonesia versi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Dari 18 SMA di Riau yang berhasil masuk dalam daftar Top 1.000 sekolah berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2021 yang digelar LTMPT itu, hampir separohnya merupakan sekolah swasta. Bahkan, SMA swasta jadi pemuncak atau peraih peringkat nomor 1 di Riau dan juga sukses masuk dalam 100 sekolah peringkat tertinggi se Indonesia.

Menariknya sekaligus jadi tanda tanya, selain unggulnya swas, sejumlah SMA Negeri yang sudah lama berdiri dan cukup favorit malah tidak masuk dalam daftar Top 1.000 sekolah tersebut. Di antaranya seperti SMA Negeri 5 Pekanbaru.

LTMPT adalah lembaga penyelenggara tes masuk perguruan tinggi bagi calon mahasiswa baru, berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. LTMPT menggelar tes bagi siswa SMA sederajat se-Indonesia berupa UTBK yang digunakan sebagai Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

UBTK 2021 diikuti 777.858 peserta dari 23.110 sekolah se Indonesia. Akan tetapi, tidak semua memenuhi kriteria LTMPT. “Kami mengevaluasi sebanyak 4.432 sekolah yang memenuhi kriteria,” ujar Ketua LTMPT Mohammad Nasih lewat acara diskusi daring “Launching Top 1.000 Sekolah Tahun 2021 Berdasarkan Nilai UTBK”, Jumat (1/10/2021).

Peringkat sekolah ini disusun berdasarkan rata-rata nilai UBTK. Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Saintek Tertinggi 893,37 serta Nilai Soshum Tertinggi 822,29.
Urutan pertama dari Top 1.000 sekolah tersebut adalah MA Cendekia Serpong dengan nilai 637,908. Sedangkan peserta dari Riau, pencapaian tertinggi dengan nilai rerata 578,582 diraih siswa SMA Dharma Yudha Pekanbaru.

Adapun 18 SMA di Riau  yang masuk dalam Top 1.000 sekolah versi LTMPT tersebut, yakni:

1. SMA Darma Yudha Kota Pekanbaru – peringkat 1 Provinsi Riau,dan peringkat Ke 75 Nasional nilai rerata 578,582

2.SMA Negeri Plus Pekanbaru peringkat Ke 2 Provinsi Riau,dan peringkat Ke 204 Nasional dengan nilai rerata 556,832

3.SMAN Insan Cendekia Kab Siak – peringkat Ke 3 Provinsi Riau dan perongkat Ke 278  Nasional dengan nilai rerata 548,983

4. SMAN 8 Kota Pekanbaru – peringkat Ke 4.Provonsi Riau dan peringkat Ke 358 Nasional dengan rerata 541,295

5. SMAN 2 Kota Pekanbaru – peringkat Ke 5 Provinsi Riau dan peringkat Ke 391 Nasional dengan nilai rerata 539,071

6.SMA IT Al Bayyinah Kota Pekanbaru – peringkat Ke 6 Provinsi Riau dan peringkat 411 Nasional dengan nilai rerata 537,094

7.SMAS Plus Andalan Kab Pelalawan –  peringkat Ke 7 Provinsi Riau dan peringkat Ke 447 Nasional dengan nilai rerata 534,947

8.SMA IT Al Ittihad Kota Pekanbaru- peringkat Ke 8 Provinsi Riau dan peringkat Ke 546 Nasional dengan nilai rerata 529,300

9.SMAS Cendana Kota Pekanbaru – peringkat Ke 9 Provinsi Riau dan peringkat 633 Nasional dengan nilai rerata 525,152

10.SMAS Cendana Mandau Kab Bengkalis – peringkat Ke 10 Provinsi Riau dan peringkat 681 Nasional dengan nilai rerata 522,742

11.SMA Negeri 1 Kota Pekanbaru – peringkat Ke 11 Provinsi Riau dan peringkat Ke 724 Nasional dangan nilai rerata 521,502

12. SMAN Pintar Kab Kuantan Sengingi – peringkat Ke 12 dan peringkat Ke 762 Nasional dengan nilai rerata 521,351

13.SMA Swasta Santa Maria Kota Pekanbaru – peringkat Ke 13 Provinsi Riau dan peringkat Ke 761 Nasional  dengan nilai rerata 520,000

14. SMA Negeri 4 Kota Pekanbaru – peringkat Ke 14 Provinsi Riau dan peringkat Ke 805 dengan nilai rerata Skor: 517,870

15. SMAN Binsus Kota Dumai – peringkat Ke 15 Provinsi Riau dan peringkat Ke 892 Nasional dengan nilai rerata 515,422

16. MAN 1 Kota Pekanbaru – peringkat Ke 16 Provinsi Riau dengan nilai rerata 515,238

17.SMAN Tualang Kab Siak – peringkat 17 provinsi Riau dan peringkat Ke 945 Nasional dengan nilai rerata 513,741

18.SMAS Santo Tarcisius Kota Dumai – peringkat 18 Provinsi Riau dan peringkat Ke 990 dengan nilai rerata 512,284

Pihak LTMPT mengakui hasil pelaksanaan UBTK dan pemeringkatan SMA tersebut berorientasi bukan untuk mengevaluasi keberhasilan penyerapan materi di sekolah menengah atas atau sederajat (SMA/MA/SMK). Nilai UTBK ini terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Potensi Akademik (TPA). Nilai UTBK 2021 dihitung berdasarkan 60% TPS ditambah 40% TKA

Akan tetapi, dari pelaksanaan UBTK dan pemeringkatan SMA tersebut, kalangan masyarakat terutama di Riau dapat mengetahui sejauh mana prestasi pendidikan SMA/MA/SMK di daerah ini. Bagi orang tua yang memiliki anak SMP, bisa saja akan menjadikannya acuan dan pertimbangan dalam memilih sekolah lanjutan ke depannya.

Namun, yang jelas, merujuk hasil UBTK 2021 tersebut, menunjukkan prestasi pendidikan SMA Negeri di Riau kurang menonjol dan justru kalah dari SMA swasta. Apakah hal ini mengindikasikan mutu SMA Negeri di daerah ini mengalami kemunduran dan masih belum kompetitif secara Nasional?

Untuk memastikan hal tersebut, LintasRiauNews mewawancarai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau DR Kamsol di kantor jalan Cutnyakdin Pekanbaru Kamis,(10/02/2022).

Penjelasan Kadisdik Riau

Terkait keunggulan SMA swasta di Riau dalam pemeringkatan Daftar Top 1.000 sekolah yang dilakukan LTMPT dari hasil UTBK 2021, DR Kamsol yang belum lama ini dilantik jadi Kadisdik mengatakan hal itu sebagai sesuatu yang positif.

“Kalau sekolah swasta yang unggul berarti ada hal  positifnya.Bahwa SMA Swasta di Riau kualitasnya cukup bagus. SMA swasta kan biaya operasionalnya dari partisipasi masyarakat,” kata mantan pejabat eselon di Kemendikbud RI yang belakangan dipercaya jadi Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulawuan Meranti ini.

Akan tetapi, Kamsol menyebut dengan keunggulan SMA swasta dalam pemeringkatan LTMPT berdasarkan hasil UTBK 2021 itu bukan berarti sekolah Negeri di Riau ketinggalan. Buktinya, sejumlah SMA Negeri di Riau masuk dalam daftar Top 1.000 sekolah dengan nilai tertinggi tersebut, seperti SMA Plus Provinsi Riau,SMAN 8 Pekanbaru,SMA Pintar, SMAN 4 Pekanbaru dan SMAN 1 Tualang. Hanya saja skor nilai yang paling tinggi diraih SMA Dharma Yudha dan masuk peringkat 75 secara Nasional.

Kamsol menjelaskan kalau sekolah negeri pemerintah itu mudah untuk mendorongnya untuk berkembang dan maju. Karena sudah ada mekanisme dan sistem yang baku untuk diterapkan. Lain halnya sekolah swasta, berkembang dan majunya tergantung pada pengelolanya.

“Jadi kalau ada yang berhasil maju dan berprestasi, ini sesuatu yang baik dan bagus, sehingga sekolah swasta lainnya termotivasi untuk meraih pencapaian yang serupa,” terangnya.

Intensifkan Pelatihan Guru

Agar kedepanya  sekolah negeri (SMA/MA/SMK) di Riau lebih kompetitif dan meningkat prestasi pendidikannya, Kamsol mengatakan pihaknya sudah menyiapkan strategi dan terobosan. Di antaranya, beberapa Sekolah Negeri yang diakategorikan unggul akan dibina dan didorong secara intensif untuk lebih berkembang dan meningkat mutunya.

“Salah satu caranya dengan intensif melaksanakan kegiatan pelatihan guru-guru sekolah untuk meningkatkan wawasan dan kompentensinya. Sehingga diharapkan kedepannya mampu mengajar dan membimbing siswanya untuk meraih prestasi maksimal,” paparnya.

Untuk maksud itu, Kamsol mengaku  tengah menelaah kondisi anggaran untuk pembiayaan pelatihan guru-guru tersebut nantinya.”Soalnya, saat ini 50 persen  anggaran dinas pendidikan untuk pos pembiayaan rutin, pos belanja lebih kurang 21 persen dan  Bosda 22 persen,” ungkapnya.

Khusus anggaran Bosda, kata Kamsol, juga dimanfaatkan untuk menutupi gaji guru – guru honor, baik guru komite maupun hinor daerah kota dan kabupaten.

“Jadi, dari total pagu anggaran Disdik memang masih ada sekitar 6 – 7 persen, yang bisa dipakai untuk peningkatan mutu dan perluasan akses sekolah. Namun, anggarannya kurang, dimana untuk mutu kurang lebih 3 persen, sementara untuk perluasan akses sekolah sekitar 2 persen.Jadi itu kendala kenapa kita lambat untuk membangun ruang kelas baru dan untuk membangun unit sekolah baru karena memang pendanaan,” urai Kamsol

Menurut dia, pelatihan guru itu penting, karena salah satu sebab kualitas pendidikan rendah salah satu faktornya masalah kualitas dan kecakapan guru dalam mengajar siswa. “Makanya kedepan kita akan dorong digencarkannya pelatihan guru, termasuk bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP),” ujar Kamsol.

Kadisdik mengatakan hasil UTBK 2021 itu juga akan jadi salah satu acuan pihaknya dalam upaya meningkatkan kualitas guru dan prestasi siswa kedepannya.

“Nanti, kita lihat, di pengetahuan umum apa saja yang lemah anak-anak di sekolah kita, lalu kita akan benahi dengan mendorong guru bersangkutan agar lebih optimal mengajar dan membimbing siswanya. Yang paling penting penguasaan umum seperti Matematika,IPA,Bahasa Inggris dan Biologi, itu yang mesti kita dorong,” tutur Kamsol.

Selain itu, lanjut dia, Disdik Riau juga akan mengadakan tryout – tryout guna melihat capaian sejauh mana siswa SMA Negeri yang ada mampu mengikuti UTBK sesuai standar yang sudah ditetapkan.

“Karena UTBK inikan indikator untuk masuk ke perguruan tinggi, walaupun di luar itu banyak juga anak – anak yang diterima. Itu kan rangkingan tertinggi yang diterima di perguruan tinggi yang ada,” kata Kamsol.**(Ian)

Bagikan ke:

Posting Terkait