PEKANBARU,LintasRiauNews.com— Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau dijadwalkan menggelar Tari Zapin Massal dengan busana Kebaya Labuh Kekek pada Minggu, 11 Januari 2026, di sepanjang Jalan Gajah Mada, Pekanbaru. Kegiatan budaya ini akan melibatkan ribuan penari perempuan dari berbagai organisasi wanita dan komunitas masyarakat.
Berdasarkan pantauan Media LintasRiauNews.com di lapangan, sejak Sabtu pagi (10/1/2026) panitia tampak melakukan dekorasi panggung besar di lokasi acara. Sebuah pentas utama telah berdiri di tengah Jalan Gajah Mada dengan ukuran sekitar lebar 10 meter dan panjang 5 meter, sementara sejumlah pekerja terlihat sibuk menata properti, sistem suara, serta ornamen pendukung pertunjukan.
Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut, Jalan Gajah Mada sementara ditutup untuk arus kendaraan. Penutupan berlaku bagi kendaraan dari arah Jalan Diponegoro menuju Jalan Sudirman, maupun sebaliknya. Masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari kemacetan di sekitar lokasi acara.
Perhelatan Tari Zapin Massal ini digagas oleh BKOW Provinsi Riau bersama sekitar 40 organisasi perempuan serta melibatkan puluhan tokoh wanita. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sekaligus melestarikan Tari Zapin sebagai salah satu warisan budaya Melayu Riau yang sarat nilai religius, kesantunan, dan kebersamaan.
Tarian yang akan ditampilkan adalah Zapin Bismillah, dengan busana Kebaya Labuh Kekek sebagai identitas utama. Busana tersebut mencerminkan nilai kesopanan dan jati diri perempuan Melayu yang menjunjung tinggi adat dan budaya lokal.
Rangkaian persiapan kegiatan telah dilakukan sejak Oktober 2025, termasuk latihan rutin para peserta yang digelar dua kali dalam sepekan. Puncak kegiatan akan dilaksanakan bertepatan dengan agenda Car Free Day, sehingga masyarakat dapat menyaksikan langsung pertunjukan budaya tersebut di ruang publik.
Melalui kegiatan ini, BKOW Riau berharap Tari Zapin Massal dapat menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat sekaligus memperkuat rasa kebanggaan terhadap warisan budaya Melayu Riau yang terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.**(ian)




