
PEKANBARU, LintasRiauNews – Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) kembali menyalurkan mushaf gratis kepada 97 siswa/i tahfidz Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Pekanbaru, Jumat (13/01) pagi, sekaligus mengawali aktivitas komunitas yang berpusat di Kota Pekanbaru ini untuk tahun 2026. Mushaf mode tajwid dan terjemahan berwarna itu diperuntukan bagi pelajar tahfidz yang memiliki hafalan minimal 2 juz.
Acara penyerahan dan pembagian mushaf yang bersumber dari sejumlah pewakaf (Wakif) yang dihimpun oleh KWQ selaku Nadzir itu digelar di halaman sekolah yang berlokasi di Jalan Unggas, Bukitraya. Meski digelar sederhana, kegiatan berlangsung khidmat dan cukup semarak karena juga dihadiri segenap siswa/i non-tahfidz beserta pimpinan madrasah dan majelis guru.
Seperti yang sudah-sudah, pimpinan komunitas KWQ A. Z. Fachri Yasin turun langsung ke sekolah untuk menyerahkan wakaf mushaf Al-Qur’an tersebut dan kemudian bersama-sama pimpinan sekolah dan majelis guru membagikannya secara bergiliran kepada pelajar penerima manfaat (Mauquf ‘alaih).
Pemberian wakaf mushaf Al-Qur’an oleh komunitas KWQ tersebut mendapat respon positif dari pihak sekolah dan disambut antusias oleh siswa/i tahfidz karena bermanfaat dan dibutuhkan sebagai sarana penunjang untuk aktivitas pembelajaran dan peningkatan hafalan Al-Qur’an. Hal itu tercermin dari raut wajah para pelajar yang riang gembira dan semringah saat menerima mushaf tersebut.
Dari momentum penyerahan wakaf mushaf tersebut terungkap bahwasanya jumlah siswa/i MTsN 3 yang mengikut program tahfidz dan telah memiliki hafalan minimal 2 juz keseluruhannya ada 108 orang dari 4 angkatan. Namun, karena data yang disampaikan pihak sekolah sebelumnya kepada pimpinan KWQ hanya 97 orang, maka jumlah mushaf yang diserahkan mengacu kepada data tersebut.
Toh demikian, A, Z, Fachri Yasin selaku pimpinan komunitas KWQ yang bertindak sebagai Nadzir wakaf memberi kesempatan kepada pihak sekolah untuk mengirim data susulan yang berisi daftar nama siswa/i berikut kelasnya untuk mendapatkan mushaf serupa. Disepakati, penyerahan 11 mushaf tambahan segera menyusul dan dijadwalkan waktunya.
Penyerahan Al-Qur’an wakaf oleh KWQ kepada tahfidz MTsN 3 itu sedianya dilaksanakan 28 November 2025 sebagaimana sudah dijadwalkan. Namun, sehari sebelum hari ‘H’ terjadi kemalangan dengan meninggalnya salah seorang pekerja kebersihan sekolah sehingga acara penyerahan ditunda karena keluarga besar sekolah sedang berduka.
Beri Motivasi
Tidak sebatas menyerahkan wakaf mushaf, seperti biasanya, pimpinan KWQ A. Z. Fachri Yasin pada kesempatan itu juga memberi pencerahan dan motivasi kepada segenap siswa/i MTsN 3 dengan berinteraksi dan berdialog langsung dengan mereka. Dengan gaya khas dan suara lantangnya, akademisi senior Riau ini melontarkan sejumlah pertanyaaan dan meminta para pelajar tersebut menjawabnya secara jujur.
“Siapa yang tadi sudah sarapan pagi sebelum berangkat sekolah, angkat tangan dan siapa yang belum, angkat tangan…” tanya Fachri.
Para pelajar awalnya ragu-ragu menjawab, tapi setelah diulangi lagi pertanyaan serupa, barulah mereka menunjukkan respons. Ternyata cukup banyak yang belum sarapan pagi.
“Saya harap, kalian semua sarapan pagi dulu sebelum berangkat ke sekolah. Karena itu penting bagi kesehatan dan ikut mempengaruhi kelancaran dalam melakukan aktivitas belajar di sekolah. Jangan diabaikan. Justru itu saya harap terkait sarapan pagi ini jadi perhatian juga dari pihak madrasah untuk senantiasa mengingatkan anak didik dan wali siswa,” paparnya.
Selanjutnya, Fachri Yasin menanyakan apakah siswa/i sudah ada keinginan untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang paling tinggi dan cita-cita akan jadi apa kelak. Namun, saat itu hanya sebagian pelajar madrasah yang spontan menjawab dan menyebut kemana akan melanjutkan pendidikan dan cita-citanya. Beberapa di antaranya ada yang bercita-cita menjadi ustad/ustadzah.
“Ya, tidak apa-apa, yang penting kalian harus punya tekad dan kemauan untuk melanjutkan pendidikan demi meraih masa depan gemilang. Justru itu, sebaiknya dari sekarang mulailah merancang untuk melanjutkan pendidikan kemana nantinya, yang disesuaikan dengan cita-cita,” terang Fachri.
Fachri Yasin juga menyampaikan bahwa mushaf Qur’an gratis yang dibagikan tersebut merupakan wakaf yang bersumber dari sejumlah pewakif dari berbagai kalangan. KWQ hanya memfasilitasi untuk disalurkan kepada yang membutuhkan, terutama kalangan pelajar tafhidz.
“Harapan para pewakif tidak banyak, mereka hanya minta Qur’an wakaf ini dimanfaatkan dengan baik dan mendoakan yang terbaik untuk kehidupan mereka di dunia dan akhirat,” ungkap Fachri.
Selanjutnya dilakukan penyerahan Al-Qur’an wakaf produksi King Salman, yang semula direncanakan diberikan secara langsung kepada masing-masing pelajar tahfidz, tetapi karena sebagian dari mereka sedang belajar di kelas dan tak bisa diganggu, akhirnya diterima perwakilan siswa. Selain kepala madrasah, majelis guru juga ikut membagikan langsung kepada siswa tahfidz, didampingi pimpinan KWQ beserta tim.
Kegiatan penyerahan dan pembagian Qur’an wakaf yang berlangsung dalam suasana ceria tersebut diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan dari pihak sekolah yang dilakukan langsung oleh Sukemi, M.Pd selaku Kepala MTsN 3 kepada pimpinan KWQ dan ditutup dengan foto bersama.
Disyukuri dan Diapresiasi
Kepala MTsN 3 Sukemi yang dihubungi terpisah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada komunitas KWQ atas penyaluran mushaf wakaf kepada anak didiknya yang mengikuti program kelas tahfidz.
“Tentunya kami sangat bersyukur karena ada pihak yang peduli dan membantu kebutuhan sarana pendidikan tahfidz kami, dan ini yang pertama kami menerima penyaluran mushaf wakaf. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih, dan juga apresiasi yang tinggi, baik kepada para pewakif maupun komunitas KWQ selaku pengelola dan penyalur,” tuturnya.
Atas pemberian tersebut, lanjut dia, sudah sepatutnya pula pihak sekolah maupun pelajar penerima manfaat wakaf mendoakan yang terbaik baik buat pihak yang telah berkontrinbusi. “Semoga kegiatan wakaf mushaf ini diridhai dan diberkahi Allah Swt, sehingga menjadi amal jariyah bagi para pewakif dan nadzir, serta senantiasa dilimpahkan rezeki agar amal mulia ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan,” ungkap Sukemi.
Terkait program kelas tahfidz di sekolah yang dipimpinnya, Sukemi menjelaskan, penerapannya dimulai pada Tahun Pelajaran 2022/2023 dan dirancang sebagai program unggulan untuk menyeimbangkan prestasi akademik dan penguatan keagamaan melalui hafalan Al-Qur’an.
Penyeleksian siswa dilakukan secara ketat dan untuk angkatan I terjaring 32 siswa dan bergabung di kelas tahfidz. Jumlah kelas tahfidz saat ini ada 4 kelas, terdiri 1 kelas VII, 1 kelas VIII dan 2 kelas IX. Untuk memantau hafalan siswa, dilakukan ujian tahfidz secara berkala (ujian akhir semester dan ujian akhir kelas IX).
Menurut dia, masih banyak pelajar yang tidak bisa mengaji Al-Qur’an sesuai kaidahnya menjadi salah satu dasar pertimbangan pembentukan kelas khusus tahfidz. Program ini bertujuan memastikan siswa tidak hanya unggul dalam akademik tetapi juga konsisten dalam menghafal Al-Qur’an, sehingga diharapkan menumbuhkan generasi Qur’ani yang berkarakter dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Begitu rencana pembentukan kelas tahfidz ini dibicarakan dengan orang tua dan wali siswa, mereka langsung merespon positif dan mendukung. Kalangan siswa pun menyambut hangat dan antusias, terbukti awal dibuka angkatan I yang mendaftar seleksi ada sekitar 76 orang. Demikian juga saat pembukaan angkatan II hingga IV, banyak peminatnya dari rombongan belajar kelas VII hingga IX,” ungkap Sukemi.
Namun, karena program ini dibuat hanya satu kelas dengan siswa 32 orang supaya lebih fokus dan efektif, sehingga siswa pesertanya adalah mereka yang lolos seleksi. “Meski demikian, siswa yang tereleminir tetap bisa mengikuti program pembelajaran Al-Qur’an reguler yang diikuti seluruh siswa non-tahfidz. Hanya saja dengan metode umum dan durasi hanya 1 jam setiap hari di kelas masing-masing,” terang Sukemi.
Metode dan Guru Khusus
Berbeda halnya dengan kelas tahfidz, durasinya selama dua jam dan rutin setiap hari, dimulai dari jam 6.15 WIB sampai 8.15 WIB yang dipusatkan di Mesjid Baitul Ikhlas yang berada di komplek sekolah. Metode pembelajarannya khusus dengan guru-guru pembimbing yang umumnya para hafidz. “Guru-guru tahfidz ini kita rekrut dari luar dan semuanya punya kompetensi, dengan status kontrak. Saat ini jumlahnya ada 5 orang,” terang Sukemi.
Sang kepsek melanjutkan, untuk kelas tahfidz setiap siswa ditargetkan memiliki hafalan minimal 3 juz dan wajib mengikuti ujian untuk kelulusan. “Namun, banyak juga siswa yang hafal 8 juz, dan harapannya tentu terus ditingkatkan hingga kategori hafidz/hafidzah. Makanya kita juga mengimbau orang tua agar ikut bersinergi dengan membantu meningkatkan kemampuan siswa dengan memasukkan ke rumah-rumah tahfidz yang ada,” katanya.
Sukemi menyebut sejak diterapkannya program tahfidz, sejumlah anak didiknya diminta mewakili daerah domisilnya untuk lomba MTQ tingkat kecamatan hingga tingkat Kota Pekanbaru. Beberapa di antaranya berhasil mencapai peringkat juara. “Kelebihan atau manfaat lain, siswa tahfidz berpeluang besar diterima tanpa seleksi untuk melanjutkan sekolah, seperti MAN. Tak kalah penting, perilaku siswa juga mengalami perubahan menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Sejauh ini, kata Sukemi, siswa MTsN 3 juga telah banyak mengukir prestasi yang yang membanggakan di sejumlah ajang bergengsi, baik lokal, nasional maupun internasional, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Seperti ajang olimpiade sains dan kejuaraan olahraga taekwondo dan panahan.
“Ini menjadi bukti bahwa kita mampu menyeimbangkan prestasi akademik dan nonakademik,” tutup Sukemi yang menjabat Kepsek sejak tahun 2022 setelah cukup lama dipercaya sebagai Kepala MAN 3 Pekanbaru.* (ers)




