LintasRiauNews.com ,PEKANBARU — Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Riau saat memberikan sambutan dalam pelantikan pejabat eselon III, eselon IV, dan kepala sekolah di Balai Serindit, Selasa (26/05/2026).
Di hadapan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, para pejabat, dan kepala sekolah yang baru dilantik, SF Hariyanto secara tegas menyoroti persoalan dugaan pungutan pengadaan pakaian sekolah yang dinilai membebani wali murid.
“Hari ini kita dipantau masyarakat. Bekerjalah dengan baik, tulus dan ikhlas. Saya tidak mau lagi kepala sekolah terlibat dalam pengadaan baju sekolah,” tegas SF Hariyanto.
Ia mengaku prihatin setelah menerima laporan adanya orang tua siswa yang diminta membayar seragam sekolah hingga mencapai jutaan rupiah, namun pakaian yang diterima justru dinilai tidak layak dan tidak sesuai ukuran.
“Anak-anak SMA disuruh bayar baju sampai jutaan rupiah. Tapi bajunya besar, tidak sesuai ukuran, bahkan harus dijahit ulang oleh orang tuanya. Malu kita,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan di tengah situasi ekonomi masyarakat yang sedang sulit. Ia bahkan menyebut praktik tersebut sebagai tindakan yang menyengsarakan wali murid.
“Kalau bisa gratis, gratiskan. Ini malah orang tua murid diperas lagi. Kasihan masyarakat kita,” katanya dengan nada tinggi.
SF Hariyanto juga mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan yang dilakukan menunjukkan adanya keterlibatan sejumlah pihak dalam persoalan tersebut.
“Saya periksa kemarin, terbukti semua terlibat. Saya minta segera kembalikan uang orang tua murid. Jangan main-main,” tegasnya.
Selain persoalan seragam sekolah, SF Hariyanto turut menyoroti pola kerja di lingkungan pendidikan yang dinilainya terlalu fokus pada proyek pembangunan fisik dibanding peningkatan mutu pendidikan dan kurikulum.
Ia bahkan meminta Sekretaris Daerah untuk melakukan pembenahan terhadap pengelolaan pembangunan sekolah agar tidak lagi menjadi beban langsung Dinas Pendidikan.
“Saya minta ke Sekda, pembangunan sekolah itu ditata. Kegiatan pembangunan fisik sekolah dipindahkan saja ke Dinas PUPR. Biarkan urusan proyek dikerjakan oleh PUPR,” ujarnya.
Menurutnya, tugas utama Dinas Pendidikan dan tenaga pendidik adalah meningkatkan kualitas belajar mengajar, bukan disibukkan dengan urusan proyek fisik.
“Dinas Pendidikan jangan kerjaannya proyek ke proyek saja. Harus ada perhatian terhadap kualitas pendidikan, kurikulum, dan kebutuhan sekolah,” katanya.
Ia menilai, jika terlalu banyak disibukkan dengan proyek pembangunan, maka perhatian terhadap kualitas pendidikan akan terabaikan.
“Karena tugas utama Dinas Pendidikan dan guru adalah mengajar, bukan sibuk mencari proyek ke proyek. Akibat sibuk mengurusi proyek, perhatian terhadap kurikulum pendidikan menjadi hilang sama sekali,” tegasnya.
SF Hariyanto juga mengingatkan agar kepala sekolah dan tenaga pendidik tidak lagi dilibatkan dalam urusan proyek maupun pengadaan seragam sekolah yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Untuk baju seragam silakan atur mekanismenya, tunjuk pihak yang mengerjakan. Tapi jangan kepala sekolah terlibat,” ujarnya.
Ia mengaku sudah banyak menerima laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan di sektor pendidikan, bahkan mengaku telah mencopot sejumlah Kepala Cabang Dinas Pendidikan karena ditemukan persoalan dalam pelaksanaan tugas.
“Sudah berapa banyak Kepala Cabang Dinas Pendidikan yang saya copot karena ketahuan berbuat aneh dari laporan-laporan yang masuk ke saya. Oleh karena itu, saya minta kepada kita semua, bekerjalah dengan hati dan dengan ikhlas,” katanya.
SF Hariyanto menegaskan bahwa seluruh ASN dan kepala sekolah harus bekerja dengan penuh integritas dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Bekerjalah dengan hati, dengan ikhlas. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban. Kita ini pelayan masyarakat,” tegasnya lagi.
Dalam kesempatan tersebut, SF Hariyanto juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Mau sampai kapan kita begini terus? Saya sedih melihat kondisi ini. Kita harus berubah dan memperbaiki diri,” tutupnya.
Berikut daftar 77 Nama Kepala Sekolah yang dilantik yaitu:
SMA (Sekolah Menengah Atas)
- Agus Rizal – Kepala SMA Negeri 1 Sungai Apit
- Siti Rosmawa – Kepala SMA Negeri 2 Sungai Apit
- Dini Safitri – Kepala SMA Negeri 2 Dayun
- Lindayani – Kepala SMA Negeri 2 Kandis
- Muharani Amzar – Kepala SMA Negeri 1 Kerinci Kanan
- Nyoman Hadianto – Kepala SMA Negeri 2 Rangsang
- Asari – Kepala SMA Negeri 2 Tasik Putri Puyuh
- Rosida – Kepala SMA Negeri 3 Tebing Tinggi Barat
- Helmina – Kepala SMA Negeri 1 Langgam
- Muhammad Riyanto – Kepala SMA Negeri 2 Kuala Kampar
- Nur Aini – Kepala SMA Negeri 1 Kerumutan
- Aulia Fahmi – Kepala SMA Negeri 8 Dumai
- Restu Ibrahim – Kepala SMA Negeri 1 Rupat Utara
- Alvian Lubis – Kepala SMA Negeri 2 Mandau
- Aisyah – Kepala SMA Negeri 3 Rupat
- Dondian Putra – Kepala SMA Negeri 1 Mandau
- Nurma Yuni Sembiring – Kepala SMA Negeri 1 Pujud
- Eliani – Kepala SMA Negeri 1 Kubu
- Rina Anggriani – Kepala SMA Negeri 1 Batu Hampar
- Rosida – Kepala SMA Negeri 3 Rimba Melintang
- Lestari Indrayani – Kepala SMA Negeri 3 Kubu
- Irwansyah Putra – Kepala SMA Negeri 3 Bagan Sinembah
- Suskam Yadi – SMAN 3 Pekanbaru
- Beni Rio Renaldi – SMA 8 Pekanbaru
- Yetri Azizah – SMA Negeri 13 Pekanbaru
- Sarvina Yunus – SMA Negeri 1 Pekanbaru
- Rusmini – Kepala SMA Negeri 1 Kampar Kiri Hilir
- Resi Yenita – Kepala SMA Negeri 2 Kampar Timur
- Jusmareni – Kepala SMA Negeri 1 Kampar Kiri
- Asmani – Kepala SMA Negeri 6 Tapung
- Maria Fitri – Kepala SMA Negeri 1 Tambang
- Afrizal – Kepala SMA Negeri 2 Tambang
- Mardalena – Kepala SMA Negeri 2 Kampar Kiri
- Rezi Antara – Kepala SMA Negeri 1 Ujung Batu
- Mulyani – Kepala SMA Negeri 2 Tambusai
- Nazarudin – Kepala SMA Negeri 2 Tambusai Utara
- Satriardi – Kepala SMA Negeri 1 Pagaran Tapah Darussalam
- Rodeka – Kepala SMA Negeri 1 Inuman
- Noni Haironi – Kepala SMA Negeri 1 Pengean
- Budiono – Kepala SMA Negeri 1 Logas Tanah Darat
- Bambang Edi Zarman – Kepala SMA Negeri 1 Kuantan Hilir Seberang
- Eka Mayerita – Kepala SMA Negeri 1 Cerenti
- Firdaus – Kepala SMA Negeri 1 Batang Peranap
- Susi Respati Resetiorini – Kepala SMA Negeri 2 Batang Gansal
- Dewi Ivo Kristani – Kepala SMA Negeri 2 Batang Cenaku
- Iyan Ruyati – Kepala SMA Negeri 1 Pasir Penyu
- Jafri – Kepala SMA Negeri 2 Kateman
- Ali Johan – Kepala SMA Negeri 3 Gaung
- Siti Rohana – Kepala SMA Negeri 15 Pekanbaru
- Nur Afni – Kepala SMA Negeri 3 Rambah Hilir
- Selamat Widianto – Kepala SMA Negeri 2 Bagan Sinembah
- Napno – Kepala SMA Negeri 1 Sinaboi
SMK (Sekolah Menengah Kejuruan)
- Rozian Elfis – Kepala SMK Negeri 1 Mempura
- Edi Yusri – Kepala SMK Negeri 1 Kandis
- Nurhudi Muslimin – Kepala SMK Negeri 2 Ukui
- Miftahul Janah – Kepala SMK Negeri 4 Dumai
- Yanuar – Kepala SMK Negeri 5 Dumai
- Rusdianto – Kepala SMK Negeri 1 Bengkalis
- Al-Asmi – Kepala SMK Negeri 1 Bantan
- Deddy Dasmon – Kepala SMK Negeri 2 Rupat Utara
- Enayani – Kepala SMK Negeri 2 Tanah Putih
- Elvita Herasanti – Kepala SMK Negeri Pertanian Terpadu
- Kamal Majdi – Kepala SMK Negeri 2
- Bobi Hendrawati – Kepala SMK Negeri 2 Teluk Kuantan
- Afyatman – Kepala SMK Negeri 1 Pangean
- Surya Dharma – Kepala SMK Negeri 1 Kempas
- Marlia – Kepala SMK Negeri 2 Tembilahan
- Nur Aini – Kepala SMK Negeri 1 Renteh
- Naswir – Kepala SMK Negeri 1 Kampar Kiri Hulu
- Wawan Suryawan – Kepala SMK Negeri 3 Pekanbaru
- Lukman – Kepala SMK Negeri 5 Pekanbaru
SLB (Sekolah Luar Biasa)
- Ison Mirza – Kepala SLB Negeri Selat Panjang
- Tri Rahayu – Kepala SLB Negeri Bengkalis
- Zulkifli – Kepala SLB Negeri Bangkinang
- Safrizal Chandakoto – Kepala SLB Negeri Pagaran Tapan Darussalam
- Umri Fahrudin Harahap – Kepala SLB Negeri Rokan Hulu
- Syafarani – Kepala SLB Negeri Indragiri Hulu **(ian)



