
Faiz Arkhan Haaziq dan Adeeva Afsheen Naibaho saat unjuk kemampuan hafalan Al-Qur’an.
PEKANBARU, LintasRiauNews – Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) terus berbagi Al-Qur’an untuk pelajar Tahfidz di Riau. Kali ini, sebanyak 49 mushaf Al-Quran yang bersumber dari sejumlah pewakaf itu disalurkan kepada hafidz-hafidzah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pekanbaru yang memiliki hafalan minimal 2 juz.
Penyerahan wakaf Al-Qur’an tersebut berlangsung di aula sekolah, Jumat (17/03/2026) pagi, bertepatan dengan kegiatan pembacaan surah Yasin dan muhadharah yang menjadi agenda rutin setiap Jumat. Puluhan mushaf itu diserahkan langsung Pimpinan KWQ A. Z. Fachri Yasin kepada pimpinan madrasah untuk diteruskan kepada siswa penerima.
Pemberian mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna produksi King Salman sebagai bentuk apresiasi dan dukungan dari komunitas KWQ kepada siswa yang telah mendedikasikan waktunya menghafal Al-Qur’an di tengah kesibukan tugas pelajaran di sekolah.
Kegiatan tersebut berlangsung cukup semarak, diikuti dengan penuh semangat dan antusias segenap majelis guru dan siswa yang memenuhi aula sekolah. Suasana khidmat dengan nuansa spiritual yang kental turut mewarnai ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an berkumandang.
Acara dimulai dengan penampilan tiga orang siswa yang unjuk kemampuan membaca Al-Qur’an. Diawali pembacaan Tilawah Al-Qur’an oleh Habib Muhammad Almubarok (Kelas 4D), yang melantunkan surah Al Isra dengan syahdu dan merdu.
Sedangkan untuk hafalan, ada dua siswa yang tampil bergiliran, yakni Faiz Arkhan Haaziq (Kelas 4D) dengan juz 29 (surah Al Mulk) dan Adeeva Afsheen Naibaho (Kelas 2E) berupa Juz 24 (surah Az- zumar).
Penampilan hafidz-hafidz cilik baik MIN 1 Pekanbaru, baik berupa tilawah maupun hafalan cukup luar biasa dan memukau, sekaligus menunjukkan pendidikan keagamaan, khususnya literasi Al-Qur’an melalui progam Tahfidz, berjalan dan berkembang baik di sekolah yang terletak di Jalan Sumatera Pekanbaru itu.
Pimpinan KWQ A. Z. Fachri Yasin mengungkapkan rasa syukur kehadirat Allah Swt atas terselenggaranya kegiatan penyerahan wakaf Al-Qur’an kepada siswa Tahfidz MIN 1 yang difasilitasi pihak sekolah. Ia mengapresiasi sikap responsif pimpinan madrasah serta kehadiran majelis guru dan siswa yang penuh semangat dan antusias pada kegiatan tersebut.
“Kami serahkan 49 mushaf Al-Qur’an ini untuk dibagikan langsung kepada siswa penerima. Namun, hanya diberikan kepada yang terdaftar dan hadir. Jadi mohon maaf, yang tidak hadir, tidak akan diberikan. Itu komitmen dan aturan main kami dalam menyalurkan titipan amanah para wakif,” ujarnya.
Fachri menyebut pihaknya tetap memberi kesempatan bagi pihak madrasah untuk mengajukan tambahan wakaf Al-Qur’an untuk para Tahfidz. Karena infonya pada 25-26 April ini kembali diadakan tes hafalan bagi siswa Tahfidz, sehingga berkemungkinan besar ada penambahan jumlah hafidz-hafidzah.
“Silahkan nanti dikirimkan data-datanya, mudah-mudahan kami bisa membantu. Karena persediaan masih ada, kendati bulan ini saja kami cukup banyak menyalurkan mushaf kepada Tahfidz, terutama untuk mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi di Pekanbaru,” terangnya.
Fachri juga menjelaskan terkait aktivitas dan keberadaan KWQ yang dipimpinnya. Dimana sudah berjalan aktif selama hampir empat tahun menghimpun wakaf mushaf Al-Qur’an untuk para Tahfidz yang membutuhkan di Riau. Adapun pewakafnya berasal dari banyak orang, dan sejauh ini jumlahnya mencapai 300-an orang.
“Ada yang berwakaf 1 mushaf, ada juga yang sampai 100 mushaf. Semua kami layani dan bantu akses untuk berwakaf. Hingga saat ini, kita sudah mengelola dan menyalurkan lebih kurang 4.888 Al-Qur’an,” ungkapnya.
KWQ, lanjut dia, bukanlah yayasan atau perkumpulan yang berbadan hukum, melainkan hanya berupa komunitas dengan sejumlah kecil anggota sebagai penggerak. Fokus kegiatannya hanya dua, yakni menghimpun dan menyalurkan mushaf Al-Qur’an kepada Tahfidz yang memiliki hafalan 2 juz ke atas.
“Kami hanya berharap kegiatan ini dirihdai Allah dan menjadi ladang amal yang mendatangkan pahala jariyah kepada semua pihak yang terlibat,” katanya.
Terkait penyaluran 49 mushaf untuk siswa Tahfidz MIN 1 tersebut merupakan amanah dari 9 pewakaf (wakif) yang berasal dari berbagai kalangan, yakni Ira Wahyuni, Yuliatmi, Karmila Sari, Maizar, Syafrinal, Hasrul, Raffa Zahir, Syaiful Bahri, dan Thabrani Yusuf.
“Para pewakaf tersebut namanya tertera di sampul mushaf, tapi tidak semua atas nama pribadi, ada yang juga diberikan atas nama orang tua, istri dan keluarga lainnya, termasuk yang sudah almarhum. Harapan pewakaf sederhana, hanya minta Al-Qur’an ini dimanfaatkan dengan baik serta doakan untuk kebaikan dan keberkahan mereka,” paparnya.
Berinteraksi, Beri Motivasi
Seperti yang sudah-sudah, Pimpinan Komunitas KWQ yang juga akademisi senior Riau ini memanfaatkan momentum itu untuk berinteraksi dan berdialog dengan para siswa madrasah sekaligus memberi pencerahan dan motivasi untuk meraih kesuksesan di masa depan.
Dengan gaya khasnya yang kebapakan, pria yang akan menginjak usia 73 mendatangi beberapa siswa dan melontarkan beberapa pertanyaan yang dimulai dengan jumlah hafalan Al-Qur’an, dilanjutkan tentang keluarga, proses pendidikan hingga cita-cita. Sempat beberapa kali ia mesti mengulang pertanyaannya karena para siswa terkesan malu-malu dan ragu menjawab. Dengan sabar, ia meyakinkan para siswa untuk menjawab secara jujur dan apa adanya.
Boleh jadi, suaranya yang lantang dan nyaring membuat para siswa terkesima dan suasana tegang. Namun, dengan celetukan dan guyonannya, Fachri Yasin mampu merubah suasana menjadi santai dan akrab. Para siswa yang ditanya mulai berani dan percaya diri menjawab pertanyaan yang dilontarkan.
Seperti ketika ditanya terkait cita-cita, para siswa spontan mengangkat tangan ketika disebutkan sejumlah profesi seperti ustadz, guru, pegawai dan pengusaha. Ternyata sebagian besar dari mereka ingin jadi ustadz-ustadzah.
“Wah, jika semua ingin jadi ustadz, kebanyakan. Boleh saja, tapi perlu juga diketahui negara kita ini besar dan mayoritas muslim, namun perekonomian dikuasia non-muslim. Saya harap di antara kalian kelak banyak yang jadi pengusaha agar bisa membantu ekonomi dan kemaslahatan umat Islam,” katanya.
Pimpinan KWQ menutup pemaparannya dengan menanyakan apakah semua siswa mendapatkan MBG (Makanan Bergizi Grastis) dan para siswa serempak mengangkat tangan. “Apakah kalian senang dapat MBG?” tanyanya. “Senaaaang….,” para siswa kembali menjawab serentak dengan suara bergemuruh.
Mewakili Kepala MIN 1 Rusydi, M.Pd.I, Koordinator Keagamaan Nasrun, S.Pd.I menyampaikan terima kasih kepada pihak KWQ dan pewakaf atas bantuan mushaf untuk anak didiknya sekaligus bentuk nyata dukungan pada program Tahfidz dan pembelajaran agama di lingkungan madrasah.
Ia juga menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh peserta didik. “Teruslah semangat menuntut ilmu dan jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama. Kecintaan terhadap Al-Qur’an harus kita tanamkan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa,” katanya.
Sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur, pihak madrasah yang diwakili Nasrun menyerahkan piagam penghargaan kepada komunitas KWQ yang diterima oleh Sadrianto, mewakili pimpinan KWQ. Selanjutnya pembagian mushaf kepada para siswa Tahfidz yang diberikan secara bergilira dan bersama-sama, termasuk oleh para guru. Acara pun diakhiri dengan foto bersama.
Informasi tambahan, penyaluran wakaf Al-Qur’an untuk para Tahfidz oleh komunitas KWQ terus berlanjut. Di antaranya, Sabtu (18/04/2026): penyerahan 5 Al-Qur’an kepada siswa Tahfidz Mushala Ukhuwah Perum. Rindu Serumpun Jalan Teropong Pekanbaru, dan Selasa (28/04/2022): penyerahan 28 Al-Qur’an kepada mahasiswa Tahfidz Universitas Abdurrab Pekanbaru. (*/ers)




