Diterima di SMPN Madani, 2 Siswi MI Al Ikhwan Ingin Hafidz Qur’an

2 views

Pimpinan KWQ saat berdialog dengan Fazila dan Lathifa.

PEKANBARU, LintasRiauNews – Keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ikhwan Pekanbaru boleh berbangga hati. Dua siswinya yang duduk di kelas VI, Fazila Lubis dan Lathifa Azzahra, lulus tes dan diterima di SMP Negeri Madani untuk Tahun Pembelajaran 2026/2027. Keberhasilan itu tak lepas dari Program Tahfidz yang diterapkan di madrasah swasta yang berdiri sejak 1995 dan berlokasi di KM 13 Kulim, Tenayan Raya, itu.

Sebagaimana diketahui, SMPN Madani didirikan dan dibina oleh Pemerintah Kota Pekanbaru  sekaligus membiayai sepenuhnya operasional sekolah dengan sistem asrama (boarding) ini. Sekolah ini menerapkan kurikulum terpadu yang mengombinasikan kurikulum nasional dan nilai-nilai keislaman menyerupai sistem pesantren dengan program unggulan Tahfidz Al-Qur’an.

SMPN Madani yang berlokasi di Jalan Kasah, Tangkerang Tengah, Marpoyan Damai, ini termasuk sekolah favorit yang banyak peminatnya. Setiap tahun ajaran baru, jumlah pendaftar selalu membludak.  Faktor pemicunya, selain sistem pendidikan terpadu yang didukung sarana dan fasilitas penunjang yang representatif, para siswa juga dibebaskan dari semua biaya alias gratis.

Sebagai sekolah unggulan berstatus negeri, SMPN Madani membatasi jumlah siswa dengan kuota 50 orang per angkatan (25 putra dan 25 putri). Karena itu diberlakukan seleksi ketat dalam penerimaan calon peserta didik setiap tahun ajaran. Salah satu syarat utama, wajib memiliki hafalan Al-Qur’an minimal 2 juz.

Meski tidak mudah dan mesti bersaing dengan ratusan pendaftar, berbekal kemampuan Tahfidz dan akademik yang terus diasah selama di madrasah, Fazila Lubis dan Lathifa Azzahra, akhirnya berhasil lulus seleksi masuk SMPN Madani yang diumumkan pada akhir April 2026 lalu.

Kedua siswi tersebut diperkenalkan oleh Kepala MI Al-Ikhwan kepada Pimpinan Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) dan Tim  saat penyerahan wakaf Al-Qur’an kepada 22 siswa Tahfidz di sekolah itu, Jumat (15/05/2026) pagi. Pada acara yang digelar di aula di lantai 2 sekolah, Pimpinan KWQ A. Z. Fachri Yasin juga sempat berdialog dengan kedua siswi yang telah menorehkan prestasi membanggakan itu.

Seperti yang sudah-sudah, Pimpinan KWQ memanfaatkan momentum penyerahan wakaf Al-Qur’an tersebut untuk berinteraksi lewat dialog dengan para siswa Ml Al Ikhwan, sekaligus memberi pencerahan dan motivasi guna meraih masa depan gemilang. Beberapa siswa secara bergiliran dipanggil maju ke depan untuk tanya jawab seputar pendidikan dan cita-cita.

Pada sesi dialog yang terakhir, Fachri Yasin menunjuk salah seorang siswi dan memintanya maju ke depan. Ia menyebut siswi bertubuh mungil itu justru sebaliknya untuk membuat suasana lebih rileks dan akrab. “Sekarang giliran Anda, yang paling tinggi di sini, maju ke depan. Siapa namanya,” ujarnya seraya bertanya.

“Fazila,” jawab siswi itu dengan senyum tersipu. Kepala Madrasah Nikmat Amelia, S.Pd, spontan menimpali, “Fazila ini lulus tes dan diterima di SMP Madani, Pak.”

“Oh ya, berarti Anda kemarin itu ikut tes Tahfidz, berapa juz hafalan?” tanya Fachri. “2 juz, Pak,” jawab Fazila. “Anda nanti tinggal di asrama, berapa bayar masuk ke sana,” tanya Pimpinan KWQ lagi. “Iya. Tidak bayar, Pak,” jawabnya. “Ya, digratiskan karena seluruh biaya ditanggung Pemko Pekanbaru.”

Fachri lantas bertanya mau menyambung kemana setelah tamat nanti di SMP Madani, Fazila mengaku belum tahu, namun memastikan akan berupaya terus melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang tertinggi.

Saat ditanya pekerjaan orang tua, Fazila mengatakan ayahnya hanya petugas kebersihan, sedangkan ibunya guru TK yang menyambi sebagai guru mengaji. Ia anak pertama dari tiga orang bersaudara.

“Saya ingin jadi Hafidz Qur’an, Pak. Ingin membanggakan dan membantu orang tua,” ucap Fazila dengan lugas saat kembali ditanya ingin jadi apa setelah besar nanti atau yang menjadi cita-cita.

“Kalian lihat ini, Fazila diterima SMP Madani, tapi lebih dulu ikut tes hafalan Qur’an. Berarti hebat bisa lulus, karena masuk sekolah itu tidak mudah. Ini juga bukti bahwa dengan rajin membaca dan menghafal Al-Qur’an akan banyak kebaikan dan kemudahan yang diperoleh,” terang Fachri Yasin.

Ternyata, bukan hanya satu, melainkan ada dua siswi MI Al Ikhwan yang lulus tes dan diterima di SMPN Madani. “Tahun ini, Alhamdulillah, ada dua siswi dari madrasah kita, Pak. Satu lagi Lathifa Azzahra, itu dia Pak,” ujar Kepsek Nikmat Amelia seraya menunjuk dan meminta siswi bersangkutan maju ke depan.

Pimpinan KWQ cukup kaget sekaligus terkesima karena diketahui untuk masuk sekolah unggulan Pemko Pekanbaru itu harus mengikuti seleksi ketat dan kuota terbatas. Namun, madrasah di bawah naungan Yayasan Madani Al Ikhwan ini mampu mengantarkan dua siswinya sekaligus masuk di sekolah yang banyak peminat itu.

Seperti halnya Fazila, Fachri Yasin juga mengajukan pertanyaan yang tak jauh beda kepada siswi bertubuh agak tinggi dan berhidung mancung yang akrab dipanggil Lala itu. “Anda nanti setelah besar mau jadi apa?”

“Ingin Hafidz Qur’an,” jawab Lala mantap. ”Selain itu, mau jadi apa lagi?” Fachri melanjutkan.”Jadi guru ngaji, Pak,” ujar Lala polos. ”Ada keinginan jadi guru SMP dan SMA?” tanyanya lagi. “Ada juga, Pak,” jawab Lala.

Pimpinan KWQ juga menanyakan apakah nanti ada keinginan untuk kuliah, kedua siswi ini serempak mengiyakan. “Baik, selamat buat Anda berdua. Titip salam kepada orang tua kalian,” kata Fachri Yasin sembari berseloroh memuji mata kedua siswi tersebut yang disebut cerah dan cukup memukau.

Andil Orang Tua

Kepala MI Al Ikhwan Nikmat Amelia mengungkapkan keberhasilan dua anak didiknya masuk di SMPN Madani tidak semata dari hasil belajar di madrasah, tapi ada andil yang besar dari orang tua mereka dengan memberi perhatian dan dukungan penuh, terutama untuk aktivitas Tahfidz.

“Jadi, selain ikut program Tahfidz di madrasah, seperti Fazila ini, sepulang sekolah juga terus dan giat  meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an di rumah. Bahkan, orang tua ikut berusaha dengan mencari ustadz yang bisa menambah ilmu dan kemampuan anaknya,” tuturnya.

Sang kepsek menyebut peran orang tua sangat penting dan diperlukan karena waktu belajar di sekolah terbatas. Agar proses membaca dan menghafal oleh para siswa berjalan baik dan terus mengalami peningkatan, harus terus diulang dan dikembangkan di rumah. Ia bersyukur, karena orang tua siswanya cukup banyak yang menunjukkan partisipasi aktif.

Amelia mencontohkan Salsa, yang tadi di awal acara unjuk kemampuan dan tampil bagus membacakan salah satu surah hafalannya.  “Salsa ini masih kelas II tapi sudah bagus hafalannya. Karena saya tahu, sepulang sekolah ia tidak bermain kemana-mana atau main HP, tapi bersama orangtuanya pergi mendatangi ustadz ke mesjid atau rumah Tahfidz untuk menambah ilmu dan meningkatkan hafalannya,” ungkapnya.

Sang Kepsek mengakui bahwa menghafal Al-Qur’an tidak mudah dan harus disertai usaha dan perjuangan yang keras. Namun, bila dikerjakan dengan rajin dan sungguh, prosesnya akan menjadi mudah, seperti yang sudah ditunjukkan beberapa anak didiknya.

Sebelumnya, mengawali sambutannya, Kepala MI AlIkhwan Nikmat Amelia, menyampaikan rasa syukur mendalam dan terima kasih kepada para pewakaf maupun Komunitas KWQ atas penyaluran wakaf Al-Qur’an kepada anak didiknya yang aktif dalam Progran Tahfidz. “Semoga pemberian ini menjadi amal jariyah dengan pahala yang tidak terputus, Insya Allah,” katanya.

Sang Kepsek mengingatkan para siswa agar wakaf Al-Qur;an  yang diterima dimanfaatkan dengan baik. Diharapkan dengan mushaf baru ini membuat siswa semakin termotivasi dan bersemangat untuk meningkatkan kemampuan membaca dan hafalan.

“Perlu Ananda semua ketahui, jadi penghafal Al-Qur’an itu mulia, karena diangkat derajatnya oleh Allah. Dan, Allah menjanjikan akan memberi orangtuanya mahkota yang bercahaya di surga kelak. Nah, bila Ananda menginginkan itu, maka teruslah membaca dan menghafal Al-Qur’an. Ananda juga akan mendapatkan pahala yang banyak, karena setiap huruf yang dibaca dibalas 10 kali lipat,” tutur Amelia.

Kepada anak didiknya, Kepsek berharap untuk tidak hanya membaca dan menghafa Al-Qur;an, tapi juga ke depannya mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Kitabulah dalam kehidupan sehari-hari.

 

Khidmat dan Antusias

Penyaluran wakaf Al-Qur’an untuk siswa Tahfidz MI Al Ikhwan merupakan agenda lanjutan Komunitas KWQ untuk membantu kebutuhan mushaf yang memadai bagi para penghafal (Tahfidz) di Riau. Pemberian  mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna yang bersumber dari sejumlah pewakaf   itu juga sebagai apresiasi kepada para Tahfidz yang memiliki hafalan minimal 2 juz.

Meski digelar sederhana, acara penyerahan dan pembagian Al-Qur’an di madrasah swasta ini berlangsung khidmat dan cukup semarak dalam suasana akrab dan kekeluargaan. Para siswa yang dikelompokkan dalam dua barisan, putra dan putri, duduk dengan tertib dan antusias mengikuti acara.

Acara diawali dengan penampilan grup marawis dan hadrah yang beranggotakan delapan siswa yang dipimpin Ahmad Zahran, siswa kelas VI. Mereka tampil memukau melantunkan syair pujian serta salawat Nabi berjudul Ya Rasululllah dan Qamarun. Dilanjutkan tilawah Al-Qur’an yang dilantunkan dengan fasih dan merdu oleh M. Zio Athala, siswa kelas IV. Kemudian pembacaan doa yang dipimpin Ust. Rudi, salah seorang guru agama madrasah.

Selanjutnya, unjuk kemampuan hafalan Qur’an secara bergantian oleh siswi kelas II, Salsa Aulia Putri dan M. Alfian Alrasyid, siswa kls iV. Baik Salsa yang membacakan surah Nun (Q.S: 68, juz 29) maupun Alfian dengan surah Al Qiyamah (Q.S: 62, juz 29) tampil memukau dan melantunkan dengan fasih ayat-ayat suci tersebut.

Zio saat Tilawah, hafalan oleh Salsa dan Alfian.

Pada kesempatan itu, selain berinteraksi dan berdialog dengan para siswa, Pimpinan KWQ  A. Z. Fachri Yasin juga menjelaskan sekilas tentang wakaf Al-Qur’am dan keberadaan berikut kegiatan komunitas yang dipimpinnya. Dikatakan, mushaf Al-Qur’an yang diserahkan pagi itu bersumber dari sejumlah pewakaf (wakif) dari berbagai kalangan dan profesi.

“Jadi bukan dari Kurnia Wakaf, kami hanya menghimpun dan menyalurkan amanah para wakif. Siapa mereka? Umumnya sahabat dan rekan-rekan, tapi tidak berada di Pekanbaru, ada juga di daerah lain, seperti Jakarta. Jumlah wakafnya pun beragam, mulai dari satu hingga seratusan mushaf,” teramgnya.

Para wakif tersebut,  selain dari perorangan, juga ada dari lembaga. Nama wakif tertulis di mushaf, tapi peruntukkannya tidak semua atas nama bersangkutan. Ada juga yang diberikan atas nama orang tua, istri, anak dan keluarga lainnya, termasuk yang almarhum atau hamba Allah

“Harapan pewakaf sederhana, hanya minta Al-Qur’an ini dimanfaatkan dengan baik serta doakan untuk kebaikan dan keberkahan mereka. Doa kan juga kami agar istiqamah dan bisa terus menjalani kegiatan ini,” ujarnya.

Adapun KWQ sendiri, lanjut Fachri, bukan yayasan atau lembaga berbadan hukum, tapi hanya berupa komunitas dengan sejumlah kecil anggota sebagai penggerak. Mulai aktif sejak medio Juni 2022 lalu. Sampai saat ini telah menghimpun ratusan wakif dan menyalurkan lebih kurang 5.000 Al-Qur’an untuk Tahfidz di sekolah/madrasah negeri dan swasta, dari SD-SMA, pondok pesantren hingga mahasiswa perguruan tinggi di Riau.

Sebagai wujud terima kasih, pihak MI Al Ikhwan menyerahkan piagam penghargaan kepada Komunitas KWQ yang diserahkan Kepsek Nikmat Amelia kepada Pimpinan KWQ. Acara dilanjutkan dengan penyerahan wakaf Al-Qur’an kepada masing-masing siswa yang dilakukan secara bersama-sama, diawali Pimpinan KWQ, Pimpinan Madrasah dan majelis guru. Axara diakhiri dengan foto bersama.

Sebagai informasi tambahan, sebelumnya masih pada hari yang sama, Komunitas KWQ juga menyerahkan Al-Qur’an untuk 75 siswa Tahfidz SD-SMP IT Al Kind Pekanbarui. Kemudian, Sabtu (16/5/2026) pagi: penyerahan 62 Al-Qur’an untuk siswa Madrasah Aliyah Al Ikhwan Pekanbaru. *(ers)

Posting Terkait