Koordinator pusat BEM Se Riau bersuara: Dari Mimbar Aspirasi ke Ruang IGD Alarm Bahaya Demokrasi di Riau!!!

1 views

 

LintasRiauNews.com ,PEKANBARU — Teguh Wardana selaku Koordinator Pusat BEM Se-Riau mengecam keras dugaan tindakan represif aparat terhadap massa aksi yang menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Riau hingga mengakibatkan seorang kader mahasiswa harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Korban mengalami luka setelah terjadi tindakan pengamanan terhadap massa aksi.

Peristiwa ini merupakan tamparan bagi demokrasi. Kampus dan mahasiswa hadir sebagai penyambung suara rakyat, bukan musuh negara yang harus dihadapi dengan kekerasan. Ketika ruang aspirasi dibalas dengan tindakan yang menyebabkan mahasiswa terluka, maka yang sedang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan peserta aksi, tetapi juga masa depan kebebasan berpendapat di negeri ini.

Kami mempertanyakan profesionalitas aparat yang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi. Jika benar terdapat tindakan berlebihan yang mengakibatkan mahasiswa menjadi korban, maka tidak boleh ada upaya pembenaran maupun perlindungan terhadap pelaku. Aparat yang represif tidak boleh bersembunyi di balik seragam dan kewenangan.

Kami juga menegur keras DPRD Riau dan seluruh pihak yang berwenang agar tidak menutup mata atas kejadian ini. Jangan biarkan mahasiswa datang membawa aspirasi lalu pulang membawa luka. Demokrasi yang sehat tidak dibangun dengan intimidasi dan kekerasan, melainkan dengan dialog dan penghormatan terhadap hak warga negara.

BEM Se-Riau menuntut:

  • Dilakukannya investigasi secara terbuka, independen, dan transparan terhadap dugaan tindakan represif yang menyebabkan mahasiswa terluka.
  • Identifikasi dan penindakan tegas terhadap oknum yang terbukti melakukan kekerasan atau pelanggaran prosedur pengamanan.
  • Jaminan keamanan bagi seluruh mahasiswa dan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Permintaan maaf secara resmi kepada korban apabila terbukti terjadi pelanggaran prosedur dalam pengamanan aks

Koordinator Pusat BEM Se-Riau menegaskan:

“Kami tidak akan diam ketika mahasiswa dipukul saat menyuarakan kepentingan rakyat. Setiap bentuk kekerasan terhadap gerakan mahasiswa adalah ancaman terhadap demokrasi. Aparat yang seharusnya melindungi rakyat tidak boleh berubah menjadi alat pembungkam kritik. Jika hari ini satu mahasiswa dibungkam dengan kekerasan, maka besok seluruh rakyat berpotensi kehilangan hak untuk bersuara.”**(ian)

Posting Terkait