Dua Siswa SMAN 1 Tapung Kecelakaan Usai Ambil Piala, Satu Meninggal Dunia

5 views

LintasRiauNews.com,KAMPAR — Kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan dua siswa SMA Negeri 1 Tapung, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, terjadi pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam peristiwa tersebut, seorang siswa bernama Enzo dilaporkan meninggal dunia, sementara rekannya, Kenzi Tirta Jaya Setia Negara, masih menjalani perawatan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau.

Sefti, kakak Kenzi, mengatakan pihak keluarga baru menerima kabar mengenai kecelakaan yang menimpa adiknya sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat ditemui awak media di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Arifin Achmad, Kamis (22/10/2026), Sefti menceritakan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, kedua siswa tersebut disebut sedang menjalankan kegiatan mengambil piala yang berkaitan dengan aktivitas sekolah.

“Awalnya mereka diminta salah seorang guru untuk mengambil piala di pasar. Mereka berangkat dari sekolah berboncengan menggunakan sepeda motor. Enzo yang mengendarai motor, sedangkan adik saya, Kenzi, dibonceng,” ujar Sefti.

Menurut penuturan Sefti, kecelakaan terjadi ketika keduanya dalam perjalanan kembali dari pasar menuju sekolah. Kenzi disebut membawa sejumlah piala saat duduk di bagian belakang sepeda motor.

Sefti menduga kendaraan yang dikendarai Enzo melaju cukup kencang sebelum tiba-tiba oleng ke kanan dan menabrak tiang di pinggir jalan. Namun, penyebab pasti kecelakaan tersebut masih memerlukan keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi di kawasan Sumber, Jalan Desa Kejang-Kejang, arah menuju Pelamboyan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.

Sefti mengatakan Enzo meninggal dunia dalam perjalanan menuju klinik terdekat. Sementara itu, Kenzi sempat mendapatkan penanganan awal di klinik sebelum dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau untuk memperoleh perawatan lebih lanjut.

Menurut keterangan keluarga, Kenzi mengalami luka cukup serius pada bagian wajah, rahang yang disebut mengalami patah, serta memar di sekitar mata. Ia juga sempat mengalami sesak napas setelah bagian dadanya terbentur.

“Adik saya sekarang masih berada di ruang IGD RSUD Arifin Achmad dan sedang menunggu tindakan operasi,” kata Sefti.

Lebih lanjut, Sefti menjelaskan bahwa keluarga saat ini sedang mengurus dokumen yang diperlukan untuk pengajuan santunan melalui Jasa Raharja di Polres Kampar. Ia menyampaikan bahwa keluarga tengah menghadapi kendala terkait pembiayaan perawatan setelah kecelakaan tersebut.

Terkait hal itu, kepastian mengenai jaminan biaya perawatan dan persyaratan santunan masih perlu dikonfirmasi kepada pihak rumah sakit, BPJS Kesehatan, serta Jasa Raharja agar keluarga memperoleh informasi yang tepat sesuai ketentuan yang berlaku.

Polisi membenarkan adanya kecelakaan

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kampar, AKP Wulan Afdhalia, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan tunggal yang melibatkan dua siswa tersebut.

“Benar, dua hari yang lalu kejadiannya,” ujarnya singkat.

Redaksi masih berupaya memperoleh keterangan lebih lengkap dari pihak kepolisian mengenai kronologi resmi, penyebab kecelakaan, serta penanganan kasus tersebut.

Awak media juga telah berupaya menghubungi Kepala SMAN 1 Tapung, Neneng Susanti, S.Pd., M.Pd., untuk meminta penjelasan mengenai informasi bahwa kedua siswa mengambil piala atas arahan seorang guru. Namun, hingga berita ini disusun, nomor telepon yang dihubungi belum dapat tersambung karena tidak aktif.

Redaksi tetap membuka ruang bagi pihak sekolah untuk memberikan klarifikasi mengenai kegiatan pengambilan piala, prosedur pelibatan siswa, serta informasi lain yang relevan dengan peristiwa tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelajar dalam berkendara. Kronologi dan penyebab kecelakaan perlu ditetapkan berdasarkan hasil pemeriksaan pihak berwenang, sementara kondisi korban dan kebutuhan keluarganya memerlukan perhatian serta penanganan yang tepat.**(ian)

Posting Terkait