Uji Petik TKA 2026: SMKN 2 Pekanbaru Siapkan 802 Siswa, Kamal Majdi Ungkap Kendala dan Strategi Sekolah

5 views

LintasRiauNews.com,PEKANBARU – SMK Negeri 2 Pekanbaru menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026. Sebanyak 802 siswa terdaftar sebagai peserta, dengan pelaksanaan ujian dijadwalkan dalam dua gelombang, yakni 26–29 Oktober dan 2–5 November 2026.

Kepala SMKN 2 Pekanbaru, Kamal Majdi, S.Pd., mengatakan sekolah telah mempersiapkan perangkat komputer, jaringan internet, ruang ujian, serta genset untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan listrik selama pelaksanaan ujian.

Kamal Majdi diangkat menjadi Kepala SMKN 2 Pekanbaru pada 26 Mei 2026, menggantikan H. Perideswandi, M.Pd. Sebelum menjabat sebagai kepala sekolah, Kamal bertugas sebagai wakil kepala sekolah di satuan pendidikan tersebut.

Informasi itu disampaikan pihak SMKN 2 Pekanbaru kepada redaksi LintasRiauNews.com dalam rangkaian peliputan dan uji petik pelaksanaan TKA 2026 di sejumlah SMA dan SMK di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.

Siapkan Tujuh Ruang Ujian dan Genset

Untuk menunjang pelaksanaan TKA, SMKN 2 Pekanbaru menyiapkan tujuh ruang ujian dengan masing-masing 22 unit komputer. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, kapasitas perangkat yang disiapkan mencapai 154 unit komputer.

Sekolah juga melakukan pemeriksaan jaringan internet untuk memastikan koneksi berjalan stabil. Pasokan listrik, perangkat komputer, dan sarana pendukung lainnya turut diperiksa agar dapat berfungsi dengan baik selama ujian berlangsung.

Sebagai langkah antisipasi terhadap pemadaman listrik, sekolah menyiapkan genset. Tim teknis juga disiapkan untuk menangani kemungkinan gangguan pada jaringan maupun perangkat komputer.

Persiapan tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko kendala teknis sehingga peserta didik dapat mengikuti ujian dengan tertib dan nyaman.

Kendala Server Saat Gladi Bersih Berhasil Diatasi

Sebelum pelaksanaan ujian, SMKN 2 Pekanbaru telah mengikuti tahapan simulasi dan gladi bersih TKA serta asesmen nasional.

Pihak sekolah menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan gladi bersih sempat ditemukan kendala teknis pada server di salah satu ruang ujian. Namun, tim teknis berhasil mengatasi persoalan tersebut sehingga kegiatan dapat dilanjutkan.

Pengalaman itu menjadi salah satu perhatian sekolah dalam mempersiapkan pelaksanaan ujian. Kesiapan perangkat, jaringan, pasokan listrik, dan petugas teknis dinilai penting untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan selama ujian berlangsung.

Persiapan Siswa Menghadapi TKA di Tengah Kegiatan PKL

Salah satu tantangan yang dihadapi sekolah adalah terbatasnya waktu pendalaman materi bagi siswa kelas XII yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di perusahaan.

Menurut keterangan pihak sekolah, persiapan menghadapi TKA telah dilakukan melalui pembelajaran, latihan soal, dan pembahasan materi yang menekankan pemahaman bacaan, numerasi, berpikir kritis, serta kemampuan penalaran sejak siswa berada di kelas XI.

Namun, ketika memasuki kelas XII, kesempatan untuk melakukan pendalaman materi dan latihan soal secara intensif di sekolah menjadi lebih terbatas karena siswa menjalani PKL.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, sekolah berupaya mengoptimalkan persiapan melalui koordinasi dengan wali kelas dan guru mata pelajaran. Siswa juga diarahkan untuk tetap berlatih dan belajar secara mandiri agar lebih siap menghadapi TKA.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah kejuruan dalam mengatur keseimbangan antara pembelajaran akademik dan praktik kerja di dunia industri.

Sosialisasi kepada Siswa dan Orang Tua

SMKN 2 Pekanbaru menyosialisasikan tujuan dan manfaat TKA kepada siswa serta orang tua melalui pertemuan langsung, penyampaian informasi oleh wali kelas, dan komunikasi melalui grup kelas.

Sekolah menjelaskan bahwa TKA bukan penentu kelulusan siswa dari satuan pendidikan. TKA merupakan instrumen untuk mengukur capaian kemampuan akademik secara objektif dan terstandar.

Hasil TKA dapat menjadi bahan evaluasi pembelajaran serta informasi pendukung bagi siswa yang berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui sosialisasi tersebut, sekolah berharap siswa dan orang tua memahami fungsi TKA serta dapat mempersiapkan diri dengan baik tanpa menganggapnya sebagai satu-satunya penentu masa depan pendidikan siswa.

Hasil TKA dan Peluang Pendidikan Lanjutan

Pihak sekolah menjelaskan bahwa hasil TKA dan Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA) dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hasil tersebut dapat menjadi informasi pendukung dalam seleksi pendidikan lanjutan, termasuk jalur mandiri perguruan tinggi, perguruan tinggi swasta, sekolah kedinasan, maupun pengajuan beasiswa apabila dipersyaratkan oleh penyelenggara.

Nilai TKA juga dapat dimanfaatkan dalam konteks seleksi tertentu sebagai informasi pembanding atau validasi capaian akademik, sesuai kebijakan resmi yang berlaku, termasuk ketentuan terkait Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Meski demikian, pemanfaatan hasil TKA tetap bergantung pada persyaratan masing-masing jalur seleksi. Nilai TKA tidak serta-merta menjadi satu-satunya faktor penentu penerimaan peserta didik di perguruan tinggi.

Karena itu, sekolah memberikan penjelasan kepada siswa dan orang tua agar hasil TKA dipahami sebagai salah satu informasi yang dapat mendukung perencanaan pendidikan berikutnya.

SMKN 2 Pekanbaru Berawal dari STM Karya Bakti pada 1959

SMKN 2 Pekanbaru memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan kejuruan di Kota Pekanbaru.

Berdasarkan riwayat sekolah dan data pendidikan yang disampaikan, sekolah ini berawal pada 1959 dengan nama STM Karya Bakti, yang saat itu berstatus swasta.

Pada 1967, sekolah tersebut berubah menjadi sekolah negeri dengan nama STM Negeri Pekanbaru. Data pendidikan pemerintah mencatat SK Operasional Nomor 69/Sek-Dirpt/67, yang berlaku mulai 1 Juli 1967.

Memasuki era 1990-an, nama sekolah berubah menjadi SMK Negeri 2 Pekanbaru. Pada 1996, sekolah kemudian dibagi menjadi dua satuan pendidikan, yakni SMKN 2 Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Pattimura Nomor 14 dan SMKN 5 Pekanbaru di kawasan Rumbai.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari sejarah pendidikan kejuruan di Pekanbaru, khususnya dalam menyiapkan lulusan dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.

Torehkan Prestasi di Tingkat Nasional

Di bidang akademik dan inovasi, SMKN 2 Pekanbaru dilaporkan meraih Juara I Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 6 tingkat nasional tahun 2024/2025.

Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian sekolah dalam bidang inovasi dan teknologi. Kompetisi semacam ini juga membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan pemecahan masalah, dan keterampilan di luar pembelajaran rutin di kelas.

Selain itu, sekolah dilaporkan meraih Juara Umum Bergilir dalam ajang LKBB Gelora Rawa Mati III tahun 2024.

Sejumlah prestasi lain juga disampaikan pihak sekolah, antara lain:

  • Rizky Aditya Ramadhan meraih Juara II Kejuaraan Karate dalam ajang Lemkari Karate Open & Festival Kota Pekanbaru tahun 2026.
  • Siswa SMKN 2 Pekanbaru meraih Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam ajang NCFAI UNS 2026 yang diselenggarakan oleh Program D-III Teknologi Hasil Pertanian, Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret.
  • Siswa SMKN 2 Pekanbaru meraih Juara II kategori esai dalam ajang National Envirionomic Social and Talk 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan potensi siswa tidak hanya berlangsung dalam pembelajaran kejuruan, tetapi juga melalui kegiatan akademik, karya tulis ilmiah, olahraga, dan kompetisi lainnya.

Catatan redaksi: Nama resmi kompetisi, kategori lomba, penyelenggara, serta identitas siswa peraih prestasi perlu dicocokkan dengan piagam atau dokumentasi resmi sebelum berita diterbitkan.

Pesan untuk Siswa dan Orang Tua

Menjelang pelaksanaan TKA, pihak sekolah mengimbau siswa agar mengikuti ujian dengan jujur, disiplin, percaya diri, serta mematuhi tata tertib yang berlaku.

Orang tua juga diharapkan memberikan dukungan dan motivasi kepada anak, termasuk memastikan siswa hadir tepat waktu dan dalam kondisi siap mengikuti ujian.

Kerja sama antara sekolah, siswa, guru, dan orang tua diharapkan dapat membantu pelaksanaan TKA berjalan tertib dan lancar.

Uji Petik LintasRiauNews.com

Pemberitaan ini merupakan bagian dari uji petik LintasRiauNews.com terhadap pelaksanaan TKA 2026 di sejumlah SMA dan SMK di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.

Informasi mengenai jumlah peserta, kesiapan sarana dan prasarana, pelaksanaan simulasi dan gladi bersih, tantangan PKL, sosialisasi, serta pemanfaatan hasil TKA dalam berita ini bersumber dari keterangan pihak SMKN 2 Pekanbaru yang disampaikan kepada redaksi.

Uji petik ini tidak dimaksudkan sebagai survei yang mewakili seluruh sekolah di Pekanbaru maupun Kabupaten Kampar. Informasi yang disajikan berdasarkan keterangan dan data dari sekolah yang menjadi objek peliputan.

LintasRiauNews.com membuka ruang bagi pihak sekolah untuk memberikan klarifikasi atau informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.

Melalui peliputan ini, masyarakat diharapkan memperoleh gambaran mengenai persiapan sekolah dalam melaksanakan TKA 2026, termasuk kendala yang dihadapi dan upaya yang dilakukan untuk mendukung kesiapan peserta didik.**(ian)

Posting Terkait