LintasRiauNews.com,PEKANBARU— SMA Negeri 1 Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026. Sebanyak 136 siswa kelas XII tercatat sebagai peserta TKA yang pelaksanaannya berlangsung pada 26 Oktober hingga 5 November 2026.
Kepala SMAN 1 Rumbio Jaya, Dra. Ritawati Tanjung, menyampaikan bahwa sekolah mengikuti pelaksanaan TKA gelombang II sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Pendidikan.
Berdasarkan data Dapodik Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah keseluruhan peserta didik di sekolah tersebut mencapai 478 orang. Rinciannya, kelas X sebanyak 170 siswa, kelas XI 172 siswa, dan kelas XII 136 siswa.
Seluruh siswa kelas XII yang terdaftar sebagai peserta TKA mengikuti pelaksanaan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Informasi tersebut disampaikan pihak sekolah kepada redaksi LintasRiauNews.com sebagai bagian dari peliputan dan uji petik pelaksanaan TKA 2026 di sejumlah SMA dan SMK di Kota Pekanbaru serta Kabupaten Kampar.
Kesiapan Sarana dan Prasarana
Dalam mendukung pelaksanaan TKA, SMAN 1 Rumbio Jaya telah mempersiapkan perangkat komputer atau laptop, jaringan internet, pasokan listrik, serta ruang ujian yang dinilai memadai dan kondusif.
Sekolah juga melakukan pemeriksaan terhadap perangkat komputer, aplikasi, dan sistem pendukung yang digunakan selama ujian.
Selain itu, proktor, teknisi, dan pengawas ruang turut disiapkan untuk membantu memastikan pelaksanaan TKA berjalan tertib.
Sebelum ujian berlangsung, sekolah telah mengikuti tahapan simulasi dan gladi bersih. Menurut Ritawati, kegiatan tersebut secara umum berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala teknis yang berarti.
Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan, sekolah menyiapkan alternatif koneksi internet, sumber listrik cadangan apabila tersedia, serta komputer atau laptop pengganti jika terjadi kerusakan perangkat.
Proktor dan teknisi juga disiapkan untuk berkoordinasi dengan helpdesk atau penyelenggara apabila terjadi gangguan server maupun aplikasi.
Soal Penalaran dan Literasi Dirasakan Lebih Menantang
Salah satu hal menarik dari pelaksanaan TKA di SMAN 1 Rumbio Jaya adalah masukan peserta didik mengenai karakteristik soal yang mereka hadapi.
Berdasarkan pemantauan dan laporan siswa, soal yang membutuhkan kemampuan penalaran, literasi, numerasi, serta analisis permasalahan kontekstual cenderung dirasakan lebih menantang.
Beberapa kesulitan yang disampaikan siswa antara lain memahami bacaan atau stimulus soal yang cukup panjang, menghubungkan beberapa konsep dalam satu permasalahan, serta menyelesaikan soal numerasi yang membutuhkan beberapa tahapan perhitungan.
Selain itu, soal pilihan ganda kompleks juga menjadi tantangan tersendiri karena siswa harus mencermati setiap pernyataan dan pilihan jawaban secara teliti.
Pengelolaan waktu ketika menghadapi soal yang membutuhkan analisis mendalam turut menjadi perhatian peserta didik.
Menghadapi kondisi tersebut, sekolah mendorong guru untuk membiasakan siswa mengerjakan soal berbasis literasi, numerasi, dan penalaran dalam kegiatan pembelajaran.
Guru Berikan Pendampingan dan Pengayaan Materi
Untuk mempersiapkan peserta didik, sekolah melakukan berbagai kegiatan pembinaan, mulai dari latihan soal secara berkala, penguatan materi esensial, pembiasaan literasi dan numerasi, hingga simulasi pengerjaan soal berbasis komputer.
Guru juga memberikan pendampingan dan pembahasan terhadap materi maupun jenis soal yang masih dianggap sulit oleh siswa.
Tidak hanya kemampuan akademik, sekolah turut memberikan motivasi dan penguatan mental agar peserta didik lebih percaya diri, teliti, mampu mengatur waktu, serta tidak terburu-buru ketika mengerjakan soal.
Menurut Ritawati, persiapan TKA tidak hanya berfokus pada penguasaan materi pelajaran, tetapi juga pengembangan kemampuan memahami informasi, menganalisis bacaan, menginterpretasikan data, memecahkan masalah, dan menarik kesimpulan.
TKA Bukan Penentu Kelulusan
Dalam sosialisasi kepada siswa dan orang tua, pihak sekolah menegaskan bahwa TKA bukan merupakan penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.
Sosialisasi dilakukan melalui pengarahan di sekolah, penyampaian informasi oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wali kelas, serta komunikasi dengan orang tua atau wali siswa.
Ritawati menjelaskan bahwa hasil TKA memberikan gambaran mengenai capaian kemampuan akademik peserta didik secara objektif dan terstandar.
Hasil tersebut dapat menjadi informasi tambahan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta, sekolah kedinasan, atau mengajukan beasiswa, sepanjang dipersyaratkan oleh lembaga penyelenggara.
Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) juga dapat dimanfaatkan sebagai dokumen pendukung sesuai ketentuan masing-masing lembaga atau jalur seleksi.
Karena itu, sekolah mengimbau peserta didik agar tidak menganggap TKA sebagai beban berlebihan, melainkan sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan akademik yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
Catat 18 Prestasi Nonakademik Tingkat Kabupaten
Di bidang prestasi, SMAN 1 Rumbio Jaya mencatat sejumlah capaian nonakademik selama Tahun Pelajaran 2024/2025 hingga 2025/2026.
Berdasarkan rekapitulasi yang disampaikan pihak sekolah, terdapat 18 catatan prestasi nonakademik di tingkat kabupaten.
Salah satu capaian yang menonjol diraih melalui kegiatan Perkemahan Modern Scout (MonScout) SMA Negeri 2 Tahun 2026. Tim ekstrakurikuler Pramuka SMAN 1 Rumbio Jaya berhasil meraih Juara Umum I.
Dalam kegiatan yang sama, tim sekolah juga memperoleh sejumlah penghargaan, di antaranya Juara I Tapak Tenda Putri tingkat Penegak, Sekolah Terbaik I kategori Penegak, Juara III NUK tingkat Penegak, Juara III Wawasan tingkat Penegak, serta Juara II Office tingkat Penegak.
Prestasi lainnya meliputi Juara I Cerdas Cermat tingkat Penegak, Juara I Pioneering, Juara I Coding, Juara III Essay, Juara I Tapak Tenda Putra, dan Juara I Yel-Yel tingkat Penegak.
Sementara di bidang olahraga, khususnya bola voli, sekolah juga mencatat sejumlah prestasi dalam pertandingan antarpelajar dan turnamen tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Di antaranya Juara I pertandingan bola voli antarpelajar se-Kecamatan Rumbio Jaya tahun 2024, Juara II Fasko Cup 2024, serta beberapa capaian lainnya pada kompetisi bola voli tingkat Kabupaten Kampar tahun 2024 dan 2025.
Meski demikian, berdasarkan rekapitulasi yang diberikan sekolah, hingga periode tersebut belum terdapat prestasi peserta didik yang tercatat pada tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.
Berawal dari Inisiatif Masyarakat pada 2004
SMAN 1 Rumbio Jaya memiliki sejarah yang tidak terlepas dari peran dan inisiatif masyarakat setempat.
Menurut keterangan pihak sekolah, satuan pendidikan ini mulai berdiri pada 2004 dengan nama SMAS Panca Bakti. Kemudian namanya berubah menjadi SMAS LPM Desa Tambusai.
Pendirian sekolah tersebut merupakan hasil inisiatif masyarakat dari sejumlah desa, antara lain Desa Tambusai, Batang Batindih, Bukit Kratai, Deli Makmur, Singosari, dan beberapa desa lainnya.
Pada 2007, sekolah mengalami perubahan status dari swasta menjadi negeri dengan nama SMA Negeri 1 Rumbio Jaya. Saat itu, kepala sekolah dijabat oleh Drs. Zubir, M.Pd.
Dalam perjalanan kepemimpinan sekolah, sejumlah kepala sekolah pernah mengemban amanah, yakni Drs. Mahful, M.Si. (2004–2007), Drs. Zubir, M.Pd. (2007–2014), Drs. Syukur (2014–2015), dan Rizal, S.Pd. (2015–2023).
Sejak 2023 hingga saat ini, kepemimpinan SMAN 1 Rumbio Jaya berada di bawah Dra. Ritawati Tanjung.
Fokus pada Mutu Pembelajaran dan Penguatan Karakter
Selama memimpin sekolah, Ritawati menyebutkan sejumlah program prioritas yang terus dikembangkan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Program tersebut meliputi penguatan literasi, pengembangan prestasi akademik, pembinaan bakat dan minat melalui ekstrakurikuler, serta penguatan karakter dan disiplin peserta didik.
Sekolah juga mengintegrasikan Kurikulum Anti Narkoba dan Pendidikan Antikorupsi dalam pembelajaran maupun kegiatan sekolah.
Di sisi lain, pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), media pembelajaran digital, dan teknologi informasi menjadi bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif.
Penguatan kompetensi bahasa Inggris, bimbingan karier, sosialisasi perguruan tinggi, serta informasi beasiswa juga menjadi perhatian sekolah dalam mempersiapkan masa depan peserta didik.
Ritawati menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan oleh kepala sekolah seorang diri. Diperlukan kerja sama seluruh warga sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite, orang tua, dan masyarakat.
Uji Petik LintasRiauNews.com
Pemberitaan ini merupakan bagian dari uji petik LintasRiauNews.com terhadap pelaksanaan TKA 2026 di sejumlah SMA dan SMK di Kota Pekanbaru serta Kabupaten Kampar.
Informasi mengenai jumlah peserta, kesiapan sarana dan prasarana, simulasi dan gladi bersih, tantangan soal, persiapan siswa, prestasi, serta sejarah sekolah dalam berita ini bersumber dari jawaban konfirmasi pihak SMAN 1 Rumbio Jaya yang disampaikan kepada redaksi.
Uji petik ini tidak dimaksudkan sebagai survei yang mewakili seluruh sekolah di Pekanbaru maupun Kabupaten Kampar. Data dan informasi yang disajikan berdasarkan keterangan sekolah yang menjadi objek peliputan.
LintasRiauNews.com tetap membuka ruang bagi pihak sekolah untuk menyampaikan klarifikasi, koreksi, maupun informasi tambahan apabila terdapat data yang perlu diperbarui.
Melalui peliputan ini, masyarakat diharapkan memperoleh gambaran mengenai kesiapan sekolah menghadapi TKA 2026, tantangan pembelajaran, serta upaya satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu dan prestasi peserta didik.**(alya)



