PEKANBARU,LintasRiauNews.com – Saat ini, sampah merupakan masalah mendesak yang butuh penanganan segera. Salah satu jenis sampah yang menjadi perhatian khusus adalah sampah plastik.
Mengatasi permasalahan sampah platik perlu inovasi dengan mengubah atau mengolahnya menjadi barang yang berdaya guna tinggi. Salah satu cara mengubah atau mengolah sampah plastik adalah dengan mengubahnya menjadi ecobrick.
Banyak yang tidak tahu apa itu ecobrick,ecobrik sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris yaitu eco dan brick. Eco adalah lingkungan sedangkan brik artinya bata.
Bila diterjemahkan secara langsung, ecobrick bisa diartikan sebagai yang ramah lingkungan. ecobrick bisa dipakai sebagai alternatif pengganti bata untuk mendirikan bangunan, ecobrick berwujud botol plastik dengan isian berbagai macam sampah plastik hingga penuh dan padat.
Permasalahan limbah plastik inilah yang memotivasi siswa SMP Negeri 23 Pekanbaru menyulap menjadi vas bunga, meja dan kursi baca,serta bata ecobrick,program ecobrick day sudah dimulai sejak tahun 2021 di SMPN 23 Pekanbaru,”kata kepala sekolah SMPN 23 Pekanbaru, Edi Suhendri,M,Pd,M.Si,kepada media ini,”Senin (17/07/2023)
Pengolahan sampah plastik menjadi bernilai ekonomis merupakan upaya salah satu SMPN 23 Pekanbaru mendukung program Pj Walikota Pekanbaru Muflihun,S.STP,M.AP mengatasi permalahan sampah terutama sampah plastik.
Setiap bulanya kurang lebih 1 ton sampah plastic dihasilkan dari rumah tangga dan kemasan jajan siswa,melalui program ecobrick day maka setiap hari Sabtu para siswa membawa sampah plastik dari rumah mereka masing – masing dengan berat 2,5 ons,yang nantinya akan di olah menjadi ecobrick,”terang Edi
Lebih lanjut Kepsek SMPN 23 ini menjelaskan,sejak dimulainya program ecobrick day,kita sudah membangun taman literasi sekolah dari ecobrik menggunakan 2 ton sampah plastik.
Selain membangun taman literasi,pada tahun 2022 kita juga membangun pagar sekolah ecobrik dari sampah plastik,untuk membangun pagar dibutuhkan 3 ton sampah plastik,dan di tahun 2023 ini siswa SMPN 23 berhasil membangun ruang OSIS dari sampah plastik,untuk membangun ruangan OSIS tersebut diperlukan bahan sampah plastik sebanyak 2,5 ton,”jelasnya
Hasil karya siswa SMPN 23 Pekanbaru ini,sambung Edi sudah dikenal di tingkat Provinsi Riau dan bahkan di tingkat Nasional,Program ecobrik khususnya desain bata ecobrick ini kita temukan sendiri tidak ada duanya.
Desain bata ecobrik sudah kita expos dijurnalis Degress Belgia Eropa dan mudahan – mudahan di semester ini hingga anak – anak ini bisa menggunakan ruangan OSIS tersebut akan menjadi percontohan bagi sekolah lain dalam pemanfaatan limbah plastik sehingga menjadi roda yang berguna,”tutup Kepsek SMPN 23 Pekanbaru ini ** (dedy)




