PEKANBARU,LintasRiauNews.com — Pendidikan di Riau selalu menjadi sorotan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari sarana dan prasarana belum memadai, kualitas guru beragam, hingga penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA dan SMK Negeri selalu bermasalah dari tahun ke tahun selain terkait daya tampung terbatas dan biaya, muncul dugaan kecurangan yang merugikan warga kurang mampu ditambah lagi terjadi jual beli LKS dan pengadaan pakaian seragam yang memberatkan orang tua siswa
Selain itu Dinas yang memiliki porsi anggaran cukup besar ,triliunan anggaran tiap tahun masuk di OPD ini, namun sayangnya pelaksanan kegiatannya tidak maksimal berjalan, seperti proyek pembangunan USB SMA/SMK di tahun 2023 hingga kini masih ada yang belum selesai.
Hal diatas ini membuat bebagai elemen masyarakat bereaksi angkat suara baik di media massa hingga turun ke jalan melakukan aksi demo di depan kantor Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
Seperti yang dilakukan aksi demo DPP Forum LSM Riau Bersatu pada hari Kamis 12 September 2024, didepan kantor Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang beralamat di Jl. Cut Nyak Dhien No.3 kota Pekanbaru Riau ada enam tuntutan yang disampaikan masa aksi yakni
Pertama: meminta Plt Kadisdik Riau menjawab semua persoalan yang disampaikan.
Kedua: meminta Plt Kadisdik Riau memanggil semua kepala sekolah SMA/SMK untuk mengklarifikasi semua persoalan yang disampaikan.
Ketiga, meminta Plt Kadisdik Riau menjelaskan adanya dugaan aparat penegak hukum yang ikut mengerjakan proyek yang ada di Disdik Riau.
Keempat, meminta Plt Kadisdik Riau menjelaskan soal penerimaan fee atas setiap kegiatan yang diberikan kepada kontraktor/rekanan.
Kelima, meminta Plt Kadisdik Riau menyampaikan program peningkatan pendidikan yang dilaksanakan oleh semua kepala sekolah di Riau.
Keenam, meminta Plt Kadisdik Riau membuat tim bedah RKAS, sehingga dapat diketahui sejauh mana penggunaan dana BOS.
Aksi demo ini berakhir setelah Pelaksana Tugas (Plt) kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Edi Rusma Dinata mengutus Ahmad Syifa untuk menemui Indra Gunawan Korlap massa aksi DPP Forum LSM Riau Bersatu.
Atas perintah atasanya Ahmad Syifa kemudian menemui Indra Gunawan Korlap Aksi Masa setelah bertemu selanjutnya Ahmad Syifa menghubungi via telepon selulernya Plt Kadisdik Riau Edi Rusma Dinata yang menggantikan Plt Kadisdik Riau Roni Rahmat lagi menjalankan ibadah umroh.
Kemudian Plt Kadisdik Riau Edi Rusma Dinata melalui sambungan telpon seluler miliki Ahmad Syifa menyampaikan permitaan kepada Indra Gunawan selaku Korlap aksi masa ,agar massa aksi DPP Forum LSM Riau Bersatu dapat menetralkan suasana, Edi berjanji akan duduk bersama dengan utusan DPP Forum LSM Riau Bersatu pada hari Jum’at 13 September 2024 sekira pukul 14.00 wib.
Kemudian dihari yang dijanjikan oleh Plt Kadisdik Riau Edi Rusma Dinata untuk bertemu untusan DPP Forum LSM Riau Bersatu hari ini Jum’at 13 September 2024 sekira pukul 14.00 wib.namun janji tinggal janji dari pukul 14.00 Wib hingga 16.00 Wib kami menunggu tidak ada satupun pihak Disdik Riau menemui kami,”kata Indra Gunawan Korlap Aksi saat bertemu awak media ini di ruang lobi kantor Disdik Riau,Jum’at (13/9/2024)
Awalnya saya masih bersabar,sambung Indra namun beberapa teman – teman kami sudah mulai agak emosi,karena mereka telah dibohongi oleh Plt Kadisdik Riau Edi Rusma Dinata,untuk mengetahui apa alasan Edi ini tidak mau bertemu.
Kemudian saya mencoba mengubungi Ahmad Syifa via telepon seluler menayakan kepastian jadi atau tidak pertemuan dengan Plt Kadisdik Riau Edi Rusma Dinata,namun sungguh diluar dugaan apa yang disampaikan Ahmad Syifa bahwa ” pak Edi Rusma Dinata maupun Kabid SMA dan Kabid SMK tidak mau mengangkat telepon dan tidak membalas chat kata Ahmad Syifa.
Setelah mendengar penjelasan dari Ahmad Syifa barulah kami sadar bahwa semua ini ternyata setingan dan akal bulus Edi Rusma Dinata untuk membubarkan massa aksi, DPP Forum LSM Riau Bersatu dimana massa aksi sempat memblokir jalan hingga menganggu arus lalu lintas di depan kantor Disdik Riau.
Kami DPP Forum LSM Riau Bersatu komiten dengan janji,tapi Disdik Riau justru mengkangkangi sendiri janjinya,selaku pendidik harusnya memiliki sikap jujur bukan malah sebaliknya
Selain itu kata Indra kami menilai kepribadian Pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau (Edi Rusma Dinata) Plt Kabid SMA dan Kabid SMK, bukan sosok yang patriotis terhadap janji, itu terbukti Plt Kadisdik Riau yang menjabat sementara untuk mengantikan Roni Rakhmat,, ternyata memiliki kepribadian yang sombong dan angkuh terhadap janji kepada DPP Forum LSM Riau Bersatu.
Kecewa dengan janji busuk Edi Rusma Dinata, kemudian beberapa Korlap massa aksi utusan lembaga melakukan melalui konferensi Pers kepada awak media.Ada 6 (enam) point yang disampaikan Indra Gunawan Korlap massa aksi
Pertama Kami atas nama DPP Forum LSM Riau Bersatu menganggap kepribadian Edi Rusma Dinata adalah sosok manusia yang tidak patut dihormati dan dihargai, dimana terkesan yang bersangkutan tidak komitmen dengan sebuah janji.
Kedua kami tetap akan mengawal perkembangan kasus yang saat ini terjadi di Disdik Riau, dimana menurut pantauan lembaga yang selalu aktif dalam melakukan fungsinya sebagai control sosial atas kegiatan pemerintah melihat ” telah terjadinya pembohongan publik yang dilakukan seluruh sekolah SMA dan SMK sederajat Provinsi Riau yang diduga diperintahkan Disdik Riau kepada seluruh kepala sekolah. Dalam pengamatan Forum LSM Riau Bersatu saat proses bergulirnya PPDB tahun 2024 website seluruh sekolah hanya aktif satu bulan saat penerimaan siswa/siswi didik baru, setelah pengumuman kelulusan di umumkan seluruh website sekolah tidak aktif, poin terhadap website sekolah, dalam tampilan pertama penerimaan siswa di sekolah tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya, dimana di website pengumuman sekolah hanya menerima 25 orang siswa per lokal, namun fakta di lapangan saat ini jumlah siswa per lokal di sekolah di isi mulai 35 sampai 40 orang siswa.
Ketiga diduga dari informasi yang di dapatkan, pihak Disdik Riau menerima 10 persen dari pengadaan seragam sekolah SMA dan SMK sederajat, dimana anggaran baju seragam sekolah harganya Rp 1.750.000 rupiah.
Keempat” diduga ada pihak APH bermain proyek di Disdik Riau dan diduga mendapatkan banyak paket kegiatan.
Kelima diduga Edi Rusma Dinata yang mengatur seluruh paket kegiatan di Disdik Riau, baik kegiatan APBD, APBN mau kegiatan DAK, meskipun swakelola dana DAK di kelola sekolah namun diduga pihak Disdik Riau terlibat dalam kegiatan tersebut.
Keenam Modus sekolah yang diketahui Disdik Riau terkait pungli disekolah yaitu berupa uang perpisahan, dan bentuk kutipan lainnya.Dari beberapa uraian diatas, DPP Forum LSM Riau Bersatu masih memiliki serangkaian kegiatan di Disdik Riau yang sangat fatal, ucap Indra Gunawan.
Diakhir penyampaiannya Indra Gunawan menegaskan, buntut dari etika yang di pertontonkan Edi Rusma Dinata kepada Forum LSM Riau Bersatu, dalam waktu dekat ini lembaganya turun kejalan untuk melakukan aksi dan melengkapi berkas laporan tertulis ke pihak APH. Target lembaga kita kedepannya agar meminta kepada PJ Gubernur Riau untuk mengantikan Roni Rahkman, Edi Rusma Dinata, Alfira (Plt Kabid SMA) dan Kabid SMK merangkap ketua panitia PPDB tahun ajaran 2024-2025, tutup Indra Gunawan.** (ian)




