
Kepsek SMAN 8 Pekanbaru,H Tavip Tria Candra, S.Pd menandatangani kain batik hasil karya siswa/i SMAN 8 Pekanbaru
PEKANBARU,LintasRiauNews.com – SMAN 8 Pekanbaru menyelenggarakan ekspose hasil proses belajar mengajar dengan Kurikulum Merdeka pada Tahun Ajaran 2024 ini dengan tajuk kegiatan “Panen Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). dilaksanakan di halaman belakang SMAN 8 Pekanbaru,Senin (28/10/2024).
Kegiatan Panen Karya tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Edi Rusma Dinata, S.Pd, M.Pd diwakili Pengawas SMA, DR. Fauzi Eny S,Pd,MM, Kepala Sekolah SMAN 8 Pekanbaru,H Tavip Tria Candra, S.Pd, Kacabdisdik III Riau,Aldela Tambusai S. Ag M.Pdi, dan Ketua Komite SMAN 8 Pekanbaru Ir.H.Delisis Hasanto

Dalam sambutanya Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Edi Rusma Dinata, S.Pd, M.Pd diwakili Pengawas SMA, DR. Fauzi Eny S,Pd,MM memberikan apresiasi kepada anak didik SMAN 8 Pekanbaru
Hari ini saya selaku mewakili Kepala Dinas Pendidikan Riau mengapresiasi P5 Panen Karya,menurutnya P5 adalah bagian dari kurikulum merdeka, ia juga dalam sambutan menyampaikan selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke 96.
Selain itu Fauzi menjelaskan kegiatan ini ada nilai- nilainya kompetensi – kompetensi baik itu dari siswa maupun gurunya,salah satu kompetensi yang dari guru adalah yakni building partner working relations yakni berkolaborasi selain kolaborasi mereka itu bisa berkreativitas sehingga bisa berdampak nyata untuk siswanya dan begitu juga siswanya akan mendapatkan akan mendapatkan nilai-nilai tambah karena di dalamnya terdapat pembentukan karakter-karakter yang harus dilestarikan demi masa depan siswa istilahnya soft skill akan terbentuk dengan adanya kegiatan-kegiatan ini,”ujar Fauzi

Hal senada juga disampaikan Kacabdisdik III Riau,Aldela Tambusai S. Ag M.Pdi dirinya memuji kepala sekolah dan seluruh jajaran SMAN 8 Pekanbaru, lewat dari penguatan kerja dan kebersamaan antara kepala sekolah dan jajarannya acara sebesar ini dapat terselenggara dengan baik dan di tata dengan begitu sangat luar biasa.
Menurut Aldela agenda panen raya yang dirangkai dengan kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda tentu membutuhkan energi yang besar dan persiapannya lebih alod
Selain itu ia juga mengapresiasi penampilan tarian yang di bawakan oleh para guru di SMA 8 Pekanbaru. ini membuktikan bahwa bukan hanya siswa yang dimotivasi untuk berkarya dan berkreasi namun sebagai guru pengajar harus mampu menjadi contoh,”ungkap Aldela.

Sementara itu Ketua komite SMA 8 Pekanbaru Ir.H.Delisis Hasanto dalam sambutnya menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini terlaksana atas dukungan orangtua siswa serta pihak sponsor lainnya,atas paritiipasi semua pihak kami Komite SMAN 8 mengucapkan terima kasih
Melalui kegiatan panen karya ini kita bisa melihat minat dan bakat siswa,dalam menampilkan berbagai karya yang dihasilkan,seperti membatik,penampilan seni budaya dan berbagai karya P5 yang dipamekan di stand bazar panen karya.’ujar Delisis.
Kegitan panen karya dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke 96 dibuka oleh Kepala Sekolah SMAN 8 Pekanbaru,H Tavip Tria Candra, S.Pd kegiatan ini melibatkan semua tingkatan Kelas X, Kelas XI dan Kelas XII dengan masing – masing mengakat tema

Dalam sambutan pembukaan panen karya,Kepsek SMAN 8 Pekanbaru,H Tavip Tria Candra, S.Pd menjelaskan kegiatan panen karya yang dilaksankan tahun 2024 ini merupakan kegiatan panen karya yang ke 3.
Untuk tema kegiatan panen karya dibuat masing – masing kelas,untuk Kelas X mengangkat tema : Bangunlah Jiwa Dan Raganya dengan topik Dimana Ada Sopan Disitu Ada Santun
Kami berharap dengan tofik yang diangkat Kelas X ini mudah – mudahan anak kami dari SMAN 8 Pekanbaru tetap lebih mengutamakan karakternya disamping kemampuan akademiknya
Menurut Tavip bahwa pengetahuan yang baik tidaklah cukup dengan pengetahuan yang baik tapi bagaimana soft skill kita harus lebih baik.
Jadi dalam hal ini kami berharap lewat kegiatan ini bagaimana karakter anak – anak siswa SMAN 8 Pekanbaru akan menjadi lebih baik.
Sebenarnya kegiatan kelas X ini sudah melaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2024 di taman Idrus Tintin,kita telah menyelenggarakan kegiatan- kegiatan aktualisasi terkait masalah karakter – karakter sopan dan satun yang ada dalam kehidupan sehari hari.,”terang Kepsek
Selanjutnya Kelas XI dalam kegiatan panen karyan ini mengangkat Tema : Kearifan Lokal dengan Topik : Merawat Warisan Budaya Nasional Melalui Eksplorasi Keterampilan Tradisional
Kegiatan yang dilakukan oleh siswa Kelas XI adalah membatik dengan tujuan agar siswa didik di upaya untuk mengenal budaya nasional,mulai dari proses membatik dimana selama ini mereka tahunya hanya memakai mengunakan kain batik.
Jadi melalui kegiatan ini merek akan tahu bagaimana proses membatik dan inilah yang perlu kami tanamkan kepada peserta didik kami.
Beberapa hasil karya mereka saat ini mudah mudahan akan kami jadikan untuk pakaian batik SMAN 8 Pekanbaru. Desainer nya sudah disiapkan dan sudah pula kita coba ,jadi tinggal lagi kita poles lagi untuk yang terbaik.
Kemudian sambung Tavip untuk Kelas XII mengangkat tema : Bhineka Tunggal Ika dengan Topik : Pagelaran Tari Nusantara harapan kami mudah – mudahan dengan kegiatan ini para siswa tetap mencintai budaya – budaya nusantara,tidak saja budaya yang ada di Riau tetapi lewat kegiatan ini dia akan mencitai budaya budaya yang ada di nusantara ini, ”harap Tavip
Usai membuka acara panen karya, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Edi Rusma Dinata, S.Pd, M.Pd diwakili Pengawas SMA, DR. Fauzi Eny S,Pd,MM, diampingi Kepala Sekolah SMAN 8 Pekanbaru,H Tavip Tria Candra, S.Pd, Kacabdisdik III Riau,Aldela Tambusai S. Ag M.Pdi, dan Ketua Komite SMAN 8 Pekanbaru Ir.H.Delisis Hasanto melakukan penandatanganan Kain Batik hasil kaya siswa SMAN 8 Pekanbaru. Selanjutnya meresmikan Prasasti sopan santun angkatan 49 dengan menyematkan gombok cinta.
Ardiansyah salah satu guru kepada awak media ini menjelaskan kegiatan Refleksi, tahap tindak lanjut penanaman karakter tentang sopan santun disekolah. Diciptakannya prasasti sopan santun angkatan 49 pertanda peserta didik memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga kepribadiannya terhadap kebaikan, sehingga secara langsung kita telah menumbuhkan dan membangun jiwa raga peserta didik dengan penguatan karakter profil pelajar Pancasila yang penuh sopan dan santun, berketuhanan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, kreatif.
Prasasti sopan santun di beri judul dimana ada sopan disitu ada santun, projek ini mengajarkan kepada peserta didik, hidup dimanapun berada harus berlandaskan sopan dan santun. Sopan santun membantu membangun hubungan yang baik antara siswa, guru, dan staf sekolah.
Dengan bersikap sopan, kita menciptakan lingkungan yang lebih harmonis di sekolah. Sopan santun juga meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. Next time ketika peserta didik sampai di gerbang universitas tentunya para guru sudah merasa yakin akan bekal yg telah ditempa anak anak Sman 8 Pekanbaru, bahkan ketika sampai pada tahap pengabdian di masyarakat tentunya penguatan dengan bekal tata krama dan sopan santun telah didapatkan.
Di prasasti tersebut terdapat ratusan gembok yang terpatri dalam tulisan pesan moral oleh peserta didik tentang sopan santun, menghiasi prasasti yang di usung dengan garapan instalasi seni yang ekspresinya berwujud gembok cinta smandel, maknanya adalah : pengungkapan rasa empatik tulus murni atas rasa hormat dan bangga setinggi tingginya kepada almamater, wujud cinta kasih sayang kepada sekolah, guru, teman dan lingkungan SMAN 8 Pekanbaru yang diikat kuat dengan gombok cinta, rasa cinta warga sekolah disemat dalam prasasti sopan santun ini selama apapun sampai kapanpun.
Harapan semoga menjadi pengalaman berharga untuk dapat di kenang sebagai seorang pelajar, guru, tendik, keluarga besar SMANDEL, alumni, dengan karya prakarsa yang indah, menandakan diri kita pernah ada di SMANDEL kampus biru dongker candradimuka terkemuka Provinsi Riau Pekanbaru. Semua tercipta atas implementasi kurikulum merdeka, wujud projek penguatan profil pelajar Pancasila. SMANDEL Pekanbaru teladan terdepan bangga.”ungkap Ardi **
Peliputan : Ros Binner Hutagaol




