Jejak Pengabdian Maizar: Menutup Masa Dinas, Meninggalkan Warisan Keteladanan

30 views

Sebuah penghormatan untuk pengabdian yang panjang. Maizar, Bc IP, S.Sos., M.Si., bersama sang istri menerima kenang-kenangan dari keluarga besar Pemasyarakatan Riau dalam acara pelepasan purna tugas. Setelah puluhan tahun mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, beliau meninggalkan jejak keteladanan, integritas, serta semangat pelayanan yang akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

LintasRiauNews. com,PEKANBARU — Puluhan tahun bukanlah waktu yang singkat untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Namun bagi  Maizar, Bc.IP, S.Sos., M.Si., pengabdian bukan sekadar perjalanan karier, melainkan panggilan jiwa yang dijalani dengan penuh keikhlasan, integritas, dan dedikasi.

Lahir di Purwodadi pada 29 Mei 1966, sosok yang dikenal ramah, humoris, dan dekat dengan semua kalangan ini telah menorehkan perjalanan panjang dalam dunia pemasyarakatan Indonesia.

Di balik ketegasan seorang pemimpin, tersimpan pribadi sederhana yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan bersama sang istri, Tian Haryani, dua putri tercinta, serta seorang cucu yang menjadi sumber kebahagiaan dalam kehidupannya.

Perjalanan pengabdiannya dimulai ketika menempuh pendidikan di Akademi Ilmu Pemasyarakatan pada tahun 1989. Berbekal semangat belajar dan tekad untuk memberikan yang terbaik bagi institusi, beliau terus mengembangkan kapasitas diri hingga meraih gelar Sarjana Administrasi Negara dan Magister Ilmu Administrasi.

Dari satu penugasan ke penugasan lainnya, Maizar menapaki jenjang karier dengan kerja keras dan loyalitas yang tidak pernah surut. Berbagai amanah strategis pernah dipercayakan kepadanya, mulai dari Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Kepala Lapas di sejumlah daerah, hingga menduduki jabatan penting di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM.

Nama Maizar pernah menghiasi berbagai posisi strategis, di antaranya Kepala Lapas Kelas IIB Siak Sri Indrapura, Kepala Lapas Kelas IIB Dumai, Kepala Lapas Kelas IIA Metro, Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Kepala Bidang Pembinaan, Bimbingan dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkumham Riau, Kepala Lapas Bengkalis, Kepala Lapas Pekanbaru, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jambi, Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, hingga Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Maluku.

Puncak pengabdiannya datang ketika pemerintah memberikan kepercayaan untuk memimpin Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau. Pada 10 Januari 2025, beliau resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau.

Meski masa kepemimpinannya tidak panjang, berbagai capaian berhasil ditorehkan. Di bawah komandonya, Kanwil Ditjenpas Riau mampu menunjukkan berbagai kemajuan dan inovasi yang berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan pemasyarakatan.

Salah satu prestasi membanggakan adalah keberhasilan meraih penghargaan peringkat ketiga nasional kategori pemberitaan IPPA Fest dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-61. Penghargaan tersebut menjadi simbol keterbukaan informasi publik sekaligus bukti bahwa kinerja pemasyarakatan dapat hadir lebih dekat di tengah masyarakat.

Tidak hanya itu, Maizar juga berhasil mewujudkan pemindahan operasional kantor wilayah ke gedung yang lebih representatif, modern, dan nyaman. Langkah tersebut menjadi tonggak penting transformasi organisasi serta semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Komitmennya terhadap transparansi juga diwujudkan melalui inovasi “Lapor Pak Kakanwil”, sebuah kanal aspirasi yang membuka ruang komunikasi langsung antara masyarakat dengan jajaran pemasyarakatan di Riau. Melalui inovasi tersebut, kritik, saran, dan masukan dari masyarakat dapat diterima secara terbuka sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola yang lebih baik.

Di tengah tantangan overkapasitas yang masih menjadi persoalan utama pemasyarakatan, beliau turut mendorong percepatan pembangunan Lembaga Pemasyarakatan baru di Ujung Tanjung. Proyek strategis tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi kepadatan penghuni lapas dan rutan di Provinsi Riau.

Namun lebih dari sekadar pembangunan fisik dan capaian administratif, warisan terbesar yang ditinggalkan Maizar adalah nilai-nilai kepemimpinan yang humanis. Beliau dikenal mampu membangun hubungan harmonis dengan seluruh jajaran, memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, media massa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Bagi beliau, jabatan hanyalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, setiap langkah pengabdian selalu dilandasi kejujuran, ketulusan, dan semangat untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Tanggal 31 Mei 2026 menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang sebagai aparatur sipil negara. Namun sesungguhnya, pengabdian tidak pernah mengenal kata selesai. Jabatan dapat berakhir, masa dinas dapat usai, tetapi keteladanan akan terus hidup dalam ingatan dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Atas nama keluarga besar pemasyarakatan dan masyarakat Riau, terima kasih atas dedikasi, pengorbanan, serta pengabdian yang telah diberikan selama puluhan tahun.

Selamat memasuki masa purna tugas, Maizar, Bc.IP, S.Sos., M.Si.

Semoga setiap langkah yang telah ditorehkan menjadi amal kebaikan, setiap pengabdian menjadi ladang pahala, dan setiap warisan keteladanan terus menginspirasi perjalanan pemasyarakatan Indonesia di masa mendatang.

“Purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian. Ia adalah awal dari sebuah warisan keteladanan yang akan terus hidup dan menginspirasi.

“Seorang pemimpin sejati tidak diingat karena lamanya menjabat, tetapi karena jejak kebaikan yang ditinggalkannya. Terima kasih  Maizar, atas pengabdian tanpa batas untuk Pemasyarakatan Indonesia.”**(ian)

Posting Terkait