KWQ Bagi Al-Qur’an dan Motivasi, Santri Ponpes Imam Malik Punya Cita-cita Tinggi

26 views

Pimpinan KWQ saat berinteraksi dengan salah seorang santri (atas), Pimpinan Ponpes Ust. Khoirul Anwar dan Syekh Al Fatih saat penyerahan Al-Qur’an kepada santri (bawah).

PEKANBARU, LintasRiauNews – Di pengujung bulan Mei 2026, Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) kembali berbagi Al-Qur’an dan  motivasi untuk para Tahfidz di Provinsi Riau. Kali ini, sebanyak 107 mushaf Al-Qur’an disalurkan kepada santri Pondok Pesantren (Ponpes) Imam Malik Al-Islami Berapit Pangkalan Kasai, Belilas, Kecamatan Siberida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Penyerahan dan pembagian 107 mushaf Al-Quran metode tajwid dan terjemahan berwarna produksi King Salman yang bersumber dari 16 pewakaf itu berlangsung Sabtu (30/05/2026) siang di dua tempat. Karena gedung madrasah dan asrama santri di Ponpes Imam Malik untuk putra dan putri terpisah atau berada di lokasi berbeda yang berjarak sekira 3 Km.

Diawali untuk 85 santri Madrasah Salafiyah Wustha dan Ulya (setingkat SMP dan SMA) di Mesjid komplek madrasah, selanjutnya untuk 22 santriwati Madrasah Salafiyah Wustha di aula madrasah. Penyaluran mushaf Al-Qur’an baru itu sebagai apresiasi sekaligus motivasi kepada santri yang memiliki hafalan minimal 2 juz.

Meski digelar sederhana, penyerahan dan pembagian Al-Qur’an kepada 85 santri santri Madrasah Salafiyah Wustha dan Ulya Ponpes Imam Malik yang dimulai setelah Shalat Dzuhur berjamaah itu  berlangsung khidmat dengan suasana penuh kekeluargaan. Selain Mudir (Pimpinan) Ponpes Ustadz Khoirul Anwar, Lc, M.Pd beserta guru/pengasuh lainnya, turut hadir Syekh Al Fatih, pengajar tamu  yang berasal dari negara Sudan.

Acara diawali dengan Tilawah Al-Qur’an oleh Muhammad Shadiq, santri kelas 2 Madrasah Ulya, yang membacakan surah Al-Baqarah ayat 261-275 dengan fasih dan merdu. Dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ustadz Afif, salah seorang pengajar agama Ponpes.

Pimpinan PP Imam Malik Ustadz Khoirul Anwar menyampaikan apresiasi kepada Komunitas KWQ atas dedikasinya dalam menghimpun wakaf Al-Qur’an dan menyalurkannya kepada Tahfidz yang membutuhkan, khususnya di lingkungan sekolah dan pesantren di Provinsi Riau. Ia mendoakan amal kebaikan yang dilakukan diberkahi dan diridhai Allah Swt.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Kurnia Wakaf beserta Tim yang berkenan jauh-jauh dari Pekanbaru berkunjung sekaligus menyerahkan wakaf Al-Qur’an kepada para santri di ke pesantren ini. Begitu juga kepada para pewakaf, semoga bantuan yang diberikan jadi amal jariyah dengan pahala berlipat ganda,” katanya.

Kepada anak didiknya Ustadz Khoirul mengingatkan bahwa wakaf Al-Qur’an yang diterima hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan senantiasa dibaca dan dipahami untuk kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Supaya niat mulia para pewakaf kesampaian dan ini adalah amanah yang harus dipenuhi. Jadi, jangan disimpan, tapi gunakanlah terus Al-Qur’an ini agar terus mengalirkan pahala kepada pewakaf maupun bagi penggunanya. Tidak ada artinya diterima tapi tidak digunakan. Biar mushaf sampai lusuh dan koyak asal digunakan menambah ilmu dan hafalan,” ujarnya.

Ustadz Khoirul menjelaskan bahwa wakaf termasuk sedekah jariah, disamping harta, yang diberikan dan terus memberikan manfaat bagi orang banyak. Sedekah Jariah sendiri merupakan satu dari tiga amalan yang pahalanya tidak akan terputus dan akan terus mengalir kepada seseorang yang telah meninggal.

“Sekali lagi terima kasih kepada pengurus Kurnia Wakaf dan pewakaf atas kepeduliannya, semoga yang diberikan mendatangkan keberkahan dan menambah timbangan amal kebaikan di akhirat kelak,” pungkas alumni Al Irsyad Tengaran dan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, ini dengan nada terharu.

Pimpinan Komunitas KWQ A. Z. Fachri Yasin mengawali sambutannya dengan mengumandangkan takbir untuk membangkitkan semangat para santri. Dengan lantang ia mengucapkan lafaz Allahu Akbar hingga tiga kali yang diikuti serempak oleh para santri.

Fachri mengungkapkan penyaluran wakaf Al-Qur’an untuk santri Ponpes Imam Malik ini terlaksana karena adanya peran dari Hafiz Kurnia Robiansyah, putra Desa Buluh Rampai, Belilas, yang pernah berguru dengan Ustadz Khoirul Anwar dan kini jadi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dengan beasiswa jalur khusus Tahfidz.

“Hafiz ini sambil kuliah di Fakultas Hukum UMRI, juga menjadi pengajar Tahfidz anak-anak di sekitar Mushala dimana dia jadi gharim, di sebuah perumahan di Pekanbaru. Di samping ia juga aktif jadi pengurus Muhammadiyah,” katanya.

Fachri menjelaskan bahwa Kurnia Wakaf Al-Qur’an bukanlah yayasan atau perkumpulan berbadan hukum, melainkan hanya komunitas dengan sejumlah kecil anggota sebagai penggerak. Ia memperkenalkan anggota Tim KWQ yang hadir saat itu, yakni A. Syahrel F Yasin, Fari Suraji dan Sony.

‘Kami hanya fokus pada dua kegiatan, yakni menghimpun wakaf Al-Qur’an dari pewakaf dan menyalurkannya kepada Tahfidz dengan hafalan minimal 2 juz. Sejak mulai aktif medio Juni 2022 lalu sampai saat ini telah menyalurkan lebih kurang 5.000 Al-Qur’an dari ratusan pewakaf kepada para Tahfidz di sekolah/madrasah negeri maupun swasta hingga perguruan tinggi di Riau,” paparnya.

Para pewakaf tersebut, lanjut dia, berasal dari beragam kalangan dan profesi. Mereka berwakaf mulai dari satu mushaf hingga seratus lebih mushaf. Khusus untuk Ponpes ini berasal dari 16 wakif, nama-nama mereka tertera di bagian punggung sampul mushaf.

Fachri juga menerangkan peruntukkan wakaf Al-Qur’an tersebut tidak semua atas nama pribadi bersangkutan. Ada juga yang diberikan atas nama orang tua, istri, anak dan keluarga lainnya, termasuk yang almarhum atau hamba Allah. Nama peruntukkan wakaf itu tertulis di bagian depan mushaf.

“Seperti pewakaf bernama Widodo ini, ia peruntukkan wakafnya berupa sejumlah mushaf atas nama orang tuanya yang sudah almarhum,” jelasnya sembari memperagakan salah satu mushaf yang diwakafkan tersebut.

Pimpinan KWQ menyebut harapan pewakaf sederhana, hanya minta Al-Qur’an yang diberikan dimanfaatkan dan mereka minta didoakan yang  terbaik. “Hendaknya tidak hanya dihafal tapi sekaligus dipahami arti setiap ayat-ayat dalam Al-Qur’an, mumpung mushaf ini ada terjemahannya juga,” kata Fachri Yasin.

 

Bercita-cita Tinggi

Tidak hanya berbagi Al-Qur’an, seperti biasa Pimpinan KWQ juga memanfaatkan momentum kegiatan tersebut memberikan pencerahan dan motivasi kepada ratusan santri Ponpes yang berada di Jalan Lintas Riau-Jambi itu berkenaan dengan pentingnya pendidikan dan cita-cita dalam mewujudkan masa depan cemerlang.

Fachri Yasin  yang juga akademisi senior Riau ini berinteraksi dan berdialog dengan para santri Ponpes Imam Malik. Dari dialog lewat tanya jawab dengan sejumlah santri-santriwati Ponpes terungkap berbagai hal positif serta sisi lain yang menarik, baik terkait kelanjutan pendidikan maupun cita-cita di masa depan.

Para santri yang berasal dari keluarga dengan latar ekonomi berbeda itu umumnya berkeinginan sama untuk melanjutkan hingga ke jenjang tertinggi. Bahkan, di antaranya ingin kuliah di kampus terkenal di luar negeri. Mereka juga memiliki cita-cita tinggi dengan ragam profesi yang ingin diwujudkan.

Seperti disampaikan M. Nur Fadil, santri kelas 1 MTs, setelah menamatkan pendidikan di Ponpes  nanti ingin meneruskan pendidikan ke  Universitas Al Azhar Kairo karena bercita-cita jadi ahli agama Islam. Akan halnya Nadir, juga sama-sama kelas 1 MTs, setelah tamat melanjutkan ke Ponpes di Pulau Jawa. Anak guru SMP ini ingin melanjutkan kuliah di Universitas di Madinah.

Demikian pula santri yang sedang menimba ilmu di jenjang MA, seperti Abdul, Fadlan dan Azam.  Mereka juga berkeinginan melanjutkan pendidikan ke luar negeri, yakni di Kairo Mesir dan Madinah Saudi Arabia, agar bisa menjadi ahli agama Islam yang mumpuni.

“Saya senang kalian punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan hingga kuliah, banyak cukup banyak yang ingin kuliah di luar negeri. Tapi jangan hanya keinginan, melain diniatkan di dalam hati agar kemudian muncul tekad dan upaya untuk mewujudkannya. Tak kalah penting, apa yang diniatkan tersebut disampaikan sesegera mungkin kepada orang tua, karena perlu dukungan untuk merealisasikannya,” tutur Fachri.

Terkait cita-cita, baik santri maupun santriwati, juga menyampaikan dengan lugas beragam profesi yang diidamkan, seperti guru, ustadz, dokter dan pengusaha, dengan berbagai alasan dan pertimbangan. “Semua profesi itu bagus,  pilihlah yang sesuai dan memungkinkan untuk diraih. Kalian harus jujur dan punya pendirian untuk memilih salah satunya,” kata Fachri Yasin lagi.

Suasana ceria bercampur haru menyelimuti saat penyerahan dan pembagian langsung wakaf Al-Qur’an kepada masing-masing santri yang dilakukan secara bersama-sama. Diawali Pimpinan KWQ, Pimpinan Ponpes hingga guru/ustadz. Raut bangga dan semringah kentara di wajah para santri ketika menerima mushaf Al-Qur’an baru tersebut. Acara pun diakhiri foto bersama.

Pada saat penyerahan wakaf Al-Qur’an tersebut, Pimpinan KWQ sempat kecewa lantaran dari 107 mushaf yang dialokasikan, hanya 78 mushaf yang tersalurkan. Pasalnya, 29 santri yang namanya sudah terdata tidak hadir. Namun, hal tersebut bisa dimaklumi, ternyata yang absen adalah santri kelas 3 MTs, dimana mereka sudah keburu pulang setelah lulus ujian akhir.

Untuk diketahui, Ponpes Imam Malik Al-Islami didirikan dan beroperasional sejak 2018. Ponpes yang mengelola pendidikan sistem boarding (asrama) setara MTs/SMP dan SMA/MA ini memadukan kurikulum pesantren dengan kurikulum Madrasah Kemenag. Adapun program unggulannya, meliputi Bahasa Aran (lisan/tulisan), Tahfidz Al-Qur’an (sesuai kaidah tajwid dengan target 6 juz), Dirasah Islamiyah (kajian mendalam tentang ilmu agama, seperti Akidah, Akhlak, Fiqih, dll) dan leadership/ kepemimpinan.

Sebagai informasi tambahan, penyaluran wakaf Al-Qur’an oleh Komunitas KWQ terus berlanjut dalam pekan ini. Diagendakan Rabu (03/06/2026), penyerahan 9 mushaf Al-Qur’an untuk siswa Tahfidz SMA Negeri 1 Rengat, kemudian Jumat (05/06/2026), penyerahan 33 mushaf Al-Qur’an untuk siswa Tahfidz Al Irsyad Islamic School Pekanbaru.* (ers)

Foto bersama dengan para santri-santriwati Ponpes Imam Malik penerima wakaf Al-Qur’an.

 

Posting Terkait