Komunitas KWQ Bagi Al-Qur’an dan Motivasi Santri Ponpes Babussalam

3 views

PEKANBARU, LintasRiauNews – Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) kembali menyalurkan Al-Qur’an untuk  pelajar  Tahfidz di Provinsi Riau. Pada Jumat (19/06/2026) pagi, sebanyak 30 mushaf baru dibagikan kepada santri Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam Pekanbaru, yang terdiri dari 17 siswa SMP dan 13 siswa SMA.

Penyaluran Al-Qur’an yang dihimpun dari sejumlah pewakaf itu dilakukan langsung  Pimpinan Komunitas KWQ A.Z. Fachri Yasin dàn Tim di komplek Ponpes yang terletak di Jalan HR Soebrantas. Penyerahan dan pembagian mushaf kepada santri penghafal Al-Qur’an yang menerapkan sistem pendidikan berasrama (boarding) tersebut digelar secara terpisah di sekolah masing-masing.

Bantuan mushaf Al-Qur’an yang dilengkapi tajwid dan terjemahan berwarna tersebut diperuntukkan bagi santri Tahfidz yang memiliki hafalan minimal 2 juz. Pemberian ini sebagai bentuk apresiasi dan dukungan agar para santri terus meningkatkan kualitas membaca dan kuantitas hafalannya.

Kegiatan wakaf Al-Qur’an diawali untuk siswa SMP yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Jumat Mubarakah, yaitu agenda keagamaan rutin setiap Jumat pagi di halaman sekolah. Aktivitas ini dilaksanakan sebelum masuk kelas yang melibatkan segenap santri dan majelis guru,

Meski digelar dengan sederhana, acara yang dihadiri Kepala SMP H. Khoirul Fajri, Lc MH beserta pimpinan sekolah lainnya itu berlangsung khidmat dan cukup semarak dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan. Para siswa yang umumnya dari kelas VII dan VIII ini dibagi menjadi dua barisan, putra dan putri, Mereka duduk dengan tertib serta antusias mengikuti acara. Begitu pula halnya dengan majelis guru.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang merdu dan fasih oleh salah satu siswi. Gema wahyu Ilahi yang membahana melalui pengeras suara menggetarkan jiwa, menyelimuti suasana pagi dengan kesejukan spiritual.

Mengawali sambutannya, Pimpinan Komunitas KWQ A.Z. Fachri Yasin menyapa para siswa dengan melontarkan pertanyaan ringan. “Siapa yang belum sarapan pagi, angkat tangan,” ujarnya lantang. Sejumlah siswa/i spontan mengangkat tangan, walau agak malu-malu.

“Sarapan pagi wajib untuk kesehatan, tanpa itu maka kita menjadi kurang bergairah. Konsentrasi dan semangat belajar akan terganggu karena dikejar oleh bunyi di perut yang kosong,” katanya.

Fachri mengungkapkan bahwa rencana awal penyerahan dan pembagian wakaf Al-Qur’an kepada santri SMP dan SMA akan dilaksanakan secara bersamaan. Namun, karena pada pagi itu siswa SMA sedang mengikuti ujian akhir, acara penyerahan tersebut dipisah dan diundur hingga waktu istirahat agar tidak mengganggu jalannya ujian.

Pimpinan KWQ mengucapkan terima kasih kepada pihak Ponpes Babussalam yang berkenan memfasilitasi penyaluran wakaf Al-Qur’an kepada santrinya yang sedang berjuang menjadi hafidz. Ia juga mengapresiasi respons cepat pihak Ponpes terkait data tahfidz dan jadwal penyerahan, sehingga kegiatan dapat terlaksana dan berjalan lancar.

Baginya, kunjungan ini memberikan kegembiraan tersendiri sekaligus menjalin silaturahmi dengan pimpinan sekolah dan santri, terlebih karena adanya ikatan emosional dan akrab dengan keluarga pendiri dan pemilik Ponpes Babussalam.

Fachri menyebut Al-Qur’an yang akan dibagikan kepada santri Tahfidz tersebut berasal dari sejumlah pewakaf yang nama-namanya tercantum di sampul mushaf. Harapan mereka sederhana, yakni hanya minta diberikan doa terbaik dan Al-Qur’an tersebut dimanfaatkan agar menjadi amal jariyah.

“Ada juga saran dari pewakaf kepada tim kami agar doa tersebut diucapkan bersama-sama saat penyerahan Al-Qur’an. Saya rasa tak ada salahnya kita coba. Jika bersedia, mari kita mulai dengan membaca surat Al-Fatihah bersama-sama untuk para pewakaf,” ujarnya, yang disambut dengan antusias oleh para siswa.

Lantunan Ummul Quran itu pun menggema selama beberapa saat di kompleks pondok pesantren tersebut. Fachri kemudian membangkitkan semangat para siswa lewat seruan takbir. Para siswa merespons dengan lantang dan serempak mengumandangkan lafaz Allahu Akbar hingga tiga kali.

 

Berinteraksi, Memotivasi

Seperti biasanya Pimpinan Komunitas KWQ A.Z. Fachri Yasin juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberi pencerahan dan motivasi melalui interaksi dan dialog dengan para santri dalam menyongsong masa depan gemilang.

Interaksi dan dialog berlangsung cukup hangat dan menarik. Dengan gaya khasnya yang ramah dan kebapakan, pria yang juga akademisi senior Riau ini mampu membangkitkan semangat dan rasa percaya diri siswa. Ia pun kerap melontarkan celetukan dan guyonan yang membuat suasana menjadi lebih cair.

Seperti ketika dengan spontan ia meminta salah seorang santri berdiri dan maju ke depan, lalu menanyakan nama, kelas dan rencana menyambung pendidikan. Santri yang duduk di kelas VIII SMP bernama Jefri dengan lugas akan melanjutkan ke SMA Taruna di daerah Sumatera Barat.

“Saya ingin jadi tentara, TNI Angkatan Udara,” ujar santri bertubuh tinggi dan tegap asal Kabupaten Kampar itu dengan mantap saat ditanya cita-citanya kelak.

Saat kembali ditanya apakah keinginannya itu diketahui orang tua, Jefri mengaku sudah menyampaikannya. “Orang tua mendukung,” katanya sembari tersenyum semringah.

Akan halnya Fikri, saat diminta maju dan ditanyakan hal sama, berencana setelah tamat nanti menyambung ke SMA Negeri 8 Pekanbaru. Ia juga mengaku ingin kuliah nantinya,  tetapi belum tahu dimana dan fakultas yang dipilih.

Adapun santriwati bernama Wilda, ketika diminta maju dan disodori pertanyaan serupa tampak canggung dan malu-malu. Setelah diyakinkan agar percaya diri, santriwati kelas VII ini berencana akan melanjutkan ke SMA Plus Pekanbaru.

“Saya juga ingin kuliah nanti, tapi belum tahu dimana,”ujar Wilda yang mengaku berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi dengan orang tua yang berprofesi guru.

Saat giliran maju ke depan, santri kelas VIII bernama Indah dengan lugas mengatakan ingin melanjutkan ke MAN 1 Pekanbaru. “Saya nanti juga mau kuliah, kalau bisa di Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran,” kata santriwati yang berasal dari Kabupaten Rokan Hulu dan merupakan anak dari kelurga petani.

Pimpinan KWQ mengatakan dari pernyataan sejumlah siswa tadi menggambarkan santri Ponpes ini memiliki keinginan besar untuk melanjutkan pendidikan, bahkan hingga ke perguruan tinggi.

“Kemana mau melanjutkan tidak masalah, yang penting ada keinginan dan niat. Dengan adanya niat akan muncul tekad dan usaha untuk mewujudkan. Soal tercapai atau tidak itu hal lain. Makanya, juga penting restu dan dukungan orang tua, sehingga Allah pun meridhai dan memudahkannya,” tutur Fachri.

Kepada seluruh santri yang hadir, ia kembali melontarkan pertanyaan terkait cita-cita.  “Siapa yang ingin jadi ustad-ustadzah, angkat tangan,” katanya. Sejumlah santri spontan mengangkat tangan. Saat menyebut profesi lain, seperti pegawai, dokter, tentara dan pengusaha, para santri juga merespons dengan antusias.

“Baik, tidak masalah mau jadi apa kelak. Yang penting kalian berani ketika ditanya, satu lagi yang perlu diingat, dijawab dengan jujur,” pungkas Fachri Yasin.

 

Ringan tapi Berat

Kepala SMP Babussalam H Khoirul Fajri, Lc, MH, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para pewakaf maupun pengurus KWQ atas penyaluran Al-Qur’an kepada anak didiknya.

“Kepada ananda sekalian, manfaatkan Al-Qur’an dengan senantiasa dibaca dan niatkan juga dengan doa yang terbaik agar mendatangkan keberkahan dan pahala untuk pewakaf,” pesannya kepada para santri.

Sang Kepsek menyatakan wakaf termasuk sedekah jariyah yang merupakan satu dari tiga amalan yang tidak terputus walaupun yang bersangkutan sudah meninggal. Artinya, sepanjang  wakaf itu digunakan akan terus mengalirkan pahala.

Khoirul menyebut wakaf Al-Qur’an adalah salah satu sedekah yang mudah dan ringan tapi berat dari timbangan pahala. Karena itu, pihaknya juga merasa tergugah dan akan mencoba menerapkan di lingkungan sekolah.

“Setelah liburan sekolah nanti, kami akan bahas bersama dengan wali santri terkait penggalangan dana untuk wakaf Al-Qur’an ini. Bila hari ini kita sebagai penerima wakaf,  ke depan bisa menjadi pewakaf. Semoga dimudahkan Allah, ” ujarnya.

Kepsek juga menjelaskan sekilas tentang kegiatan Jumat Mubarakah sebagai agenda rutin keagamaan yang dilaksanakan setiap Jumat pagi. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya diisi ceramah atau tausyiah dari ustadz, tetapi juga ajang mengasah kemampuan dan kreativitas santri dalam berbagai ilmu dan aktivitas keagamaan.

Kegiatan Jumat Mubarakag ini meliputi pembacaan surah Yasin, Tahtim, Tahlil & Doa, Ceramah Agama, Shalawat Nabi (Hadrah & Rebana), Asmaul Husna, Muhadharah, Arabic & English Performance dan Berinfak.

“Melalui program pendidikan keagamaan kami berharap antri Ponpes ini menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, beriman dan bertakwa. Menjadi generasi Qur’ani dan aktif menjalankan syiar agama kelak,” tutup Khoirul.

Setelah pembacaan doa oleh Ustadz Abdurrahman, Lc, salah seorang guŕu Tafidz Ponpes Babussalam, acara dilanjutkan dengan penyerahan Al-Quran kepada para santri penerima. Penyerah dan dilakukan secara bersama-sama oleh Pimpinan KWQ dan Kepala Sekolah serta majelis guru. Acara pun di akhiri dengan foto bersama.

Menjadi Sarjana

Sementara itu, acara penyerahan dan pembagian wakaf Al-Qur’an kepada santri  SMA Ponpes Babussaalam digelar di ruang belajar Tahfidz putra. Mengingat bersamaan waktunya dengan ujian kenaikan kelas, acara berlangsung singkat dan hanya dihadiri santri penerima yang berjumlah 13 orang.

Meski sederhana dan singkat, kegiatan yang dihadiri langsung Kepala SMA Ustadz Salahuddin, S.Ag, M.Pd, didampingi Wakil Kepsek Bid. Kesiswaan Mai Murni, S.Pd dan Guru Tahfidz Ust. Abdurrahman, Lc, itu berlangsung cukup khidmat dan bermakna.

Pimpinan KWQ A.Z. Fachri Yasin menjelaskan sekilas tentang kegiatan wakaf Al-Qur’an yang dilakukan oleh komunitas yang didirikannya tersebut. Dimana sejak medio Juni 2022 sampai sekarang sudah menyalurkan lebih kurang 5.000 Al-Qur’an kepada para Tahfidz di berbagai lembaga pendidikan di Riau.

“Khusus tahun 2026, sampai pertengahan Juni ini, kami sydah mendistribusikan 1.000 lebih Al-Qur’an kepada Tahfidz di 38 lembaga pendidikan, meliputi sekolah/madrasah/pesantren, mulai dari SD-SMA hingga perguruan tinggi di Riau,” terangnya.

Ribuan Al-Qur’an itu hasil kerjasama dengan ratusan pewakaf yang berhasil kami himpun. Mereka berasal dari berbagai daerah dan profesi, mulai yang berwakaf 1 sampai 100 lebih mushaf. “Nama para pewakaf tercantum di sampul mushaf berikut peruntukkan wakafnya,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ), Fachri Yasin, berdialog dan berinteraksi langsung dengan para santri untuk memberikan motivasi demi meraih masa depan yang gemilang. Ia menggali wawasan para santri dengan menanyakan rencana pendidikan lanjutan dan cita-cita mereka.

Dari dialog tersebut, terungkap bahwa sebagian besar santri berkeinginan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi demi mewujudkan cita-cita mereka. Pilihan kampus pun beragam, mulai dari universitas di Pekanbaru, luar daerah, hingga ke luar negeri.

Para santri juga memiliki impian dan target karier yang beragam, seperti menjadi dosen, ustaz, hingga pengusaha. Fachri Yasin mengaku sangat senang dan menyambut baik semangat para santri untuk menempuh pendidikan tinggi. Menurutnya, hal ini akan menambah jumlah sarjana muslim di masa depan yang diharapkan mampu membawa kemaslahatan bagi umat.”Yang penting sudah ada niat dan rencana. Soal tercapai atau tidak, itu kuasa Allah. Makanya, penting bagi santri untuk melibatkan orang tua agar mendapat restu dan dukungan, sehingga Allah pun memberikan kemudahan,” ujar Fachri Yasin.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, yang didahului oleh penyerahan Al-Qur’an kepada para santri secara bersama-sama oleh Pimpinan KWQ, pimpinan sekolah, dan guru.

Sebagai informasi tambahan, Ponpes Babussalam yang berada di bawah naungan Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan mengelola unit sekolah seperti SD (berdiri 1994), SMP (1985) dan SMA (1988). Ponpes yang dipimpin Tuan Guru Syekh H. Ismail Royan ini menerapkan sistem pendidikan berbasis pesantren dengan memadukannya dengan kurikulum Pendidikan Nasional.

Ponpes yang terletak di kawasan strategis Pekanbaru serta memiliki sarana dan prasarana yang sangat representatif dalam satu komplek yang lumayan luas ini telah meluluskan ribuan santri yang sukses berkiprah di berbagai bidang, termasuk di ranah pemerintahan. Salah satu alumni terbaiknya adalah Dr. Syahrial Abdi, A.P., M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau.* (ers)

 

 

Posting Terkait