LintasRiauNews.com ,PEKANBARU – Rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Jalan Palembang, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru, yang semula ditargetkan mulai dibangun pada Oktober 2026, kini berpotensi mengalami penundaan.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, salah satu penyebab belum dapat dilanjutkannya tahapan pembangunan sesuai jadwal adalah karena dokumen MoHD (Minutes of Handover Document) disebut belum diserahkan Pemerintah Kota Pekanbaru saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pelaksanaan pembangunan SNT bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Akibat belum dipenuhinya persyaratan administrasi tersebut, proses pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Pekanbaru disebut belum dapat dilanjutkan sesuai target yang direncanakan pemerintah pusat.
Padahal, SNT diproyeksikan menjadi sekolah percontohan nasional dengan konsep pembelajaran modern berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang dipadukan dengan penguatan seni dan olahraga.
Ketua Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Dr. Nilam Suri, sebelumnya menjelaskan bahwa sekolah ini akan dilengkapi berbagai fasilitas berstandar internasional, antara lain laboratorium modern, sarana olahraga, area praktik pertanian, serta fasilitas pembelajaran yang juga dapat dimanfaatkan sekolah-sekolah lain di sekitarnya.
Selain itu, SNT dirancang sebagai sekolah negeri dengan layanan pendidikan penuh. Seluruh kebutuhan peserta didik, mulai dari seragam, tas, alat tulis hingga perangkat laptop, direncanakan disediakan pemerintah tanpa dipungut biaya.
Dengan belum diserahkannya dokumen MoHD tersebut, target dimulainya pembangunan pada Oktober 2026 kini berpotensi bergeser hingga seluruh persyaratan administrasi dipenuhi.
Terkait informasi tersebut, media LintasRiauNews.com berupaya meminta konfirmasi kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Agung ditemui usai menghadiri acara pengukuhan RT/RW dan pengurus Dasawisma Kecamatan Pekanbaru Kota, Senin (3/8/2026).
Menanggapi pertanyaan mengenai perkembangan pembangunan SNT, Agung mengatakan bahwa prosesnya masih berjalan.
“Insyaallah sedang dalam proses,” ujarnya singkat.
Saat ditanya lebih lanjut apakah benar dokumen MoHD belum diserahkan, Agung menjawab:
“Saya kan belum ke sana.”
Sementara ketika ditanya apakah pembangunan SNT di Jalan Palembang, Kecamatan Kulim, akan tertunda, Agung kembali menyatakan:
“Insyaallah dibangun, saat ini lagi berproses.”
Pada awalnya, Wali Kota Agung tampak enggan memberikan penjelasan lebih jauh dan menyarankan agar pertanyaan terkait teknis pembangunan SNT juga dikonfirmasi kepada Wakil Wali Kota Pekanbaru.
“Masalah ini coba tanyakan sama Pak Wakil,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada Wakil Wali Kota Pekanbaru maupun pihak-pihak yang berwenang terkait status dokumen MoHD dan kepastian jadwal pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Pekanbaru.**(ian)




