Wakil Bupati Padang Pariaman Hadiri Maulid Nabi di Surau Jariang Lamo Pekanbaru, Perkuat Silaturahmi Ranah dan Rantau

7 views

LintasRiauNews.com ,PEKANBARU – Kehadiran Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, S.E., M.M., dalam peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H di Masjid Al Israr, Pekanbaru, menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan masyarakat Pariaman antara ranah dan rantau.

Rahmat Hidayat hadir langsung dalam kegiatan yang digelar Jemaah Masjid Al Israr, yang sejak era 1970-an dikenal masyarakat Pekanbaru dengan sebutan Surau Jariang Lamo. Peringatan Maulid Nabi tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 12–13 September 2026, di Masjid Al Israr, Jalan Pangeran Hidayat, Gang Al Israr, Kota Pekanbaru.

Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Padang Pariaman itu mendapat sambutan hangat dari jemaah dan tokoh masyarakat. Selain Rahmat Hidayat, kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPD PKDP Kota Pekanbaru Abu Bakar Sidik, S.H., M.H., Sekretaris DPD PKDP Drs. H. Muhardi Yance, Ketua DPD Gempars Kota Pekanbaru Indra Piliang yang lebih dikenal dengan sapaan In Putih, pengurus IKA dan DPC PKDP, pengurus Masjid Al Israr, ninik mamak serta sejumlah tokoh masyarakat Minang di rantau.

Kehadiran Wakil Bupati Padang Pariaman tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi simbol kuatnya perhatian dan hubungan antara masyarakat Pariaman di ranah dengan masyarakat Pariaman dan Minang yang berada di perantauan, khususnya di Kota Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Rahmat Hidayat mengajak seluruh jemaah menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiah.

Menurutnya, hubungan ranah dan rantau harus terus dijaga karena keduanya memiliki ikatan sejarah, budaya dan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Meski berada jauh dari kampung halaman, masyarakat di rantau diharapkan tetap menjaga identitas budaya sekaligus nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita tingkatkan tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiah. Ini juga menjadi momentum penting untuk terus menjalin hubungan antara ranah dan rantau. Di manapun kita berada, akar budaya dan nilai keislaman harus tetap kita jaga,” kata Rahmat Hidayat.

Sementara itu, panitia pelaksana, Bagindo. Karmiyus, mengatakan peringatan Maulid Nabi tahun ini mengusung tema “Meneladani Kepemimpinan dan Akhlak Rasulullah.”

Ia menjelaskan, tema tersebut dipilih untuk mengingatkan umat Islam agar terus meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, bermasyarakat maupun dalam menjalankan amanah.

“Melalui peringatan Maulid ini kita ingin menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan kecintaan kepada Rasulullah. Masjid Al Israr yang sejak era 70-an dikenal sebagai Surau Jariang Lamo ini terus menjadi pusat syiar Islam bagi masyarakat Pariaman di Pekanbaru,” ujar Bgd. Karmiyus.

Ketua DPD PKDP Kota Pekanbaru, Abu Bakar Sidik, S.H., M.H., juga menyampaikan apresiasi terhadap jemaah yang secara konsisten mempertahankan tradisi peringatan Maulid Nabi.

Ia menilai masjid memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, memperkuat ukhuwah Islamiah serta menjaga hubungan sosial dan kebersamaan masyarakat di perantauan.

Rangkaian kegiatan Maulid Nabi berlangsung khidmat dengan pembacaan shalawat, ceramah agama dan doa bersama. Ratusan jemaah dari berbagai kalangan memadati Masjid Al Israr dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Masjid Al Israr sendiri merupakan salah satu masjid yang memiliki sejarah panjang di Kota Pekanbaru. Sejak era 1970-an, masjid tersebut telah dikenal luas dengan sebutan Surau Jariang Lamo dan hingga kini tetap aktif menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat sekitar.

Peringatan Maulid Nabi 1448 H kemudian ditutup pada Minggu (13/9/2026) selepas salat Ashar dengan tradisi “Makan Bajambo”, sebuah tradisi makan bersama yang lekat dengan masyarakat Pariaman.

Kegiatan tersebut berlangsung penuh keakraban. Jemaah, tokoh masyarakat, ninik mamak dan para tamu undangan duduk bersama menikmati hidangan sebagai simbol kebersamaan, persaudaraan dan semangat gotong royong yang terus dijaga masyarakat Pariaman di rantau.

Kehadiran Wakil Bupati Padang Pariaman dalam kegiatan tersebut sekaligus memberikan pesan bahwa hubungan ranah dan rantau bukan sekadar ikatan budaya, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga silaturahmi, nilai keagamaan dan persaudaraan masyarakat Pariaman di manapun berada.**(ian)

Posting Terkait