K0TA DUMAI MENJADI PERHATIAN BUDAYA MELAYU,EMPAT NEGARA BERSATU DALAM KEBUDAYAAN

1 views

LintasRiauNews.com,DUMAI — kembali menjadi ruang perjumpaan budaya Melayu tingkat internasional. Melalui gagasan seniman Tantri Subekti, Seminar Internasional Budaya Melayu & Literasi Riau 2026 digelar di Pantai Tantriayana, Jalan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Sabtu-Minggu 12-13 September 2026.

Seminar Internasional Budaya Melayu & Literasi Riau 2026 bertema “Memajukan Budaya Melayu di Era Digital” . Isi: dialog budaya, literasi, pertunjukan seni, dan aktivitas komunitas.

Pantai Tantriayana, Jalan Teluk Makmur, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau

Sabtu – Minggu, 12 – 13 September 2026.

Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut dan dihadiri oleh :

Tantri Subekti – Seniman

Peserta : Seniman, Budayawan, Sastrawan, Akademisi, Komunitas Kreatif dari Negara : Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan

Narasumber :

– Prof. Dr. H. Alaidin Koto, M.A.

– Prof. Dr. Husnu Abadi, S.H., M.Hum., Ph.D.

– Dr. Bambang Kariyawan Ys, M.Pd. ,

– H. Dheny Kurnia

Penampil : Seniman Malaysia Jibam Ramlee & komunitas lokal.

Untuk membahas peran seni dalam peradaban Melayu dan Islam, serta bagaimana kreativitas seni dan budaya membangun ekosistem imajinasi. Sekaligus memperkuat posisi Dumai sebagai ruang perjumpaan budaya Melayu di kawasan pesisir Riau.

Dialog budaya membahas masa depan budaya Melayu. Fokus pada peran seni dalam peradaban Melayu-Islam dan kreativitas untuk membangun ekosistem imajinasi.

Pantai Tantriayana berubah jadi panggung budaya

Arakan Kompang

Tari Persembahan & Tepak Sirih,

Musikalitas Puisi & Pertunjukan Teatrikal,

Penampilan Seniman Malaysia Jibam Ramlee

Hiburan lintas negara & Lomba Vespa.

Dimulai dengan Salat Subuh, Senam, Pengenalan Lingkungan, Temu Ramah, dan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta.

Tantri Subekti berharap budaya Melayu tidak hanya dipandang sebagai warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga terus dikembangkan melalui kreativitas dan teknologi digital sehingga semakin dikenal di tingkat internasional.

“Kehadiran peserta dari negara-negara serumpun menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat”.**(yetty)

Posting Terkait