LintasRiauNews.com,PEKANBARU – SMA Negeri 8 Pekanbaru menyiapkan 501 siswa untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Persiapan dilakukan melalui pengecekan sarana komputer, jaringan internet, pasokan listrik, ruang ujian, hingga pendampingan peserta didik.
Di sisi lain, sekolah yang dikenal dengan sebutan SMAN 8 Pekanbaru ini juga mencatat berbagai prestasi siswa dalam kompetisi sains, matematika, riset dan inovasi, bahasa, olahraga, seni, hingga kegiatan kepemimpinan pelajar.
Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Benny Rio Denaldy, S.Si., M.Si., mengatakan sekolah telah melakukan persiapan pelaksanaan TKA sejak jauh hari sebelum tes dimulai pada 26 Oktober 2026.
Keterangan tersebut disampaikan Benny saat menjawab konfirmasi LintasRiauNews.com. Pemberitaan ini merupakan bagian dari uji petik terhadap sejumlah SMA dan SMK di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar untuk memperoleh gambaran mengenai kesiapan sekolah dalam melaksanakan TKA.
501 Siswa Mengikuti TKA 2026
Benny menjelaskan, sebanyak 501 siswa SMAN 8 Pekanbaru terdaftar sebagai peserta TKA 2026. Sekolah mempersiapkan kebutuhan pelaksanaan sejak sekitar satu bulan sebelum tes dimulai.
Persiapan tersebut meliputi komputer, jaringan internet, pasokan listrik, ruang ujian yang representatif, serta fasilitas pendukung lainnya.
Sekolah juga telah mengikuti tahapan simulasi dan gladi bersih untuk memastikan siswa memahami mekanisme pelaksanaan tes berbasis komputer.
“Alhamdulillah, siswa dapat beradaptasi dengan cepat dalam penggunaan aplikasi TKA dan untuk kendala tidak ada masalah,” demikian keterangan Benny mengenai pelaksanaan simulasi dan gladi bersih.
Menurutnya, persiapan sarana dan prasarana menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko gangguan teknis selama pelaksanaan ujian.
Sosialisasi kepada Orang Tua Sejak Juni
Persiapan TKA tidak hanya berfokus pada fasilitas sekolah. Kesiapan siswa dan dukungan keluarga juga menjadi perhatian pihak sekolah.
Benny menyampaikan bahwa sosialisasi mengenai TKA kepada orang tua telah dilakukan sejak akhir Juni 2026. Sementara itu, siswa telah dipersiapkan menghadapi tes tersebut selama kurang lebih empat bulan.
Persiapan dilakukan melalui penguatan materi, pemantauan hasil simulasi, serta pendampingan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Keterlibatan orang tua diharapkan dapat membantu siswa menjaga semangat belajar, mempersiapkan diri, dan mengikuti tes dengan tenang.
Genset dan Komputer Cadangan Disiapkan
Mengantisipasi kemungkinan gangguan listrik dan jaringan internet, SMAN 8 Pekanbaru juga menyiapkan langkah penanganan teknis.
Benny mengatakan sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait potensi gangguan listrik maupun jaringan. Sekolah turut menyediakan genset dan komputer cadangan untuk mengantisipasi kendala pada perangkat utama.
Dengan jumlah peserta mencapai 501 siswa, kesiapan tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan TKA.
Hasil TKA untuk Evaluasi Pembelajaran
Benny menjelaskan, hasil TKA dapat dimanfaatkan untuk memvalidasi nilai rapor, menjadi variabel pembanding dalam seleksi pendidikan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku, serta membantu sekolah mengevaluasi hasil pembelajaran.
Hasil evaluasi tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai kemampuan akademik siswa dan menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Meski demikian, TKA bukan penentu kelulusan siswa. Pemanfaatan hasilnya untuk seleksi masuk perguruan tinggi negeri maupun sekolah kedinasan harus mengikuti ketentuan masing-masing jalur seleksi.
Benny juga berpesan agar siswa mengikuti TKA dengan jujur dan penuh semangat. Orang tua diharapkan memberikan dukungan selama proses persiapan.
Sejarah Singkat SMAN 8 Pekanbaru
SMAN 8 Pekanbaru memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan di Kota Pekanbaru.
Berdasarkan bahan informasi sejarah sekolah, perjalanan SMAN 8 Pekanbaru bermula dari kelas filial SMAN 1 Pekanbaru pada 1975.
Pada Januari 1976, sekolah tersebut berkembang menjadi Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan (SMPP) 49 Pekanbaru. Pendirian SMPP 49 merujuk pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0261/0/1975 tertanggal 26 November 1975.
Pada masa awal, sekolah menghadapi keterbatasan fasilitas. Sebanyak 317 siswa disebut belum memperoleh meja dan kursi yang memadai. Kegiatan pendidikan saat itu didukung 17 guru tetap, tujuh guru tidak tetap, serta lima tenaga tata usaha.
Jumlah siswa kemudian meningkat. Pada 1986, peserta didik disebut mencapai 1.200 orang dengan dukungan 70 tenaga pengajar dan 32 rombongan belajar.
Pada 7 Maret 1997, berdasarkan SK Nomor 034/0/1997, nama sekolah berubah menjadi SMU Negeri 8 Pekanbaru, yang kemudian dikenal sebagai SMA Negeri 8 Pekanbaru.
Sekolah tersebut juga pernah menyelenggarakan program percepatan belajar atau akselerasi mulai 2002 berdasarkan SK Dirjen Dikdasmen Nomor 207/C6/PP/2002.
Prestasi Internasional di Bidang Sains dan Olahraga
Di luar persiapan TKA, siswa SMAN 8 Pekanbaru dilaporkan menorehkan prestasi dalam sejumlah kompetisi yang disebut bertaraf internasional.
Dalam International Applied Biology Olympiad (IABO) 2026 di Bali, tiga siswa dilaporkan meraih penghargaan, yakni:
- Rangga Pratama: medali emas.
- Darel Azka Satriadi Putra: medali perak.
- Risya Zahra: medali perunggu.
Pada bidang kimia, I Made Satria Dewantara dilaporkan meraih juara I, sedangkan Naj’la Anandayu Qisty meraih juara II dalam International Applied Chemistry Olympiad (IACHO).
Di bidang matematika, Leander Putra Raai Hidayat memperoleh Proficiency Award dalam Australian Mathematics Competition (AMC) 2026.
Sementara itu, Nadine An Namie dilaporkan meraih juara III dalam Batam International Taekwondo.
Di bidang teknologi informasi, Vannes Wijaya disebut memperoleh medali perak dalam Olimpiade Komputer Internasional di Hungaria.
Rangkaian capaian tersebut menunjukkan beragam bidang yang menjadi ruang pengembangan potensi siswa, mulai dari biologi, kimia, matematika, teknologi informasi, hingga olahraga.
Prestasi Sains dan Matematika Tingkat Nasional
Pada kompetisi sains dan matematika, sejumlah siswa juga tercatat dalam daftar prestasi yang disampaikan kepada LintasRiauNews.com.
Ghina Asa Adila dari kelas X.4 dilaporkan meraih medali emas bidang matematika dalam Kompetisi Venus ke-4 Tingkat Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan Orion Education Center (OEC).
Dalam kompetisi yang sama, Febrica Rianita Siahaan dari kelas X.4 tercatat sebagai peserta. Namun, informasi yang diterima belum menyebutkan penghargaan yang diraihnya.
Pada bidang biologi, Rangga Pratama dilaporkan meraih medali perunggu dalam kompetisi yang disebut sebagai Senior High School Olympiad 2026.
Sementara itu, dalam daftar prestasi Olimpiade Biologi Indonesia (OBI) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN), terdapat sejumlah nama siswa SMAN 8 Pekanbaru, antara lain Risya Zahra, M. Vaatih, Tsabita Afiqah, Caryn Diani, Hafily Fathurrahman, Quinnanta, Dhidar, dan Rafeyfa.
Rincian kategori, tahun kompetisi, serta capaian masing-masing siswa pada OBI dan OSN masih perlu dilengkapi berdasarkan daftar resmi sekolah.
Prestasi sains lainnya diraih Hafily Fathurrahman Sitorus dari kelas XII.12, yang dilaporkan memperoleh medali perunggu dalam Kompetisi Sains Ruangguru 2026.
Hafily juga disebut meraih juara II pada kompetisi yang dalam daftar sekolah ditulis sebagai “LK Pero FMIPA Kimia” tahun 2026. Nama lengkap kegiatan tersebut masih perlu dikonfirmasi agar tidak terjadi kekeliruan penulisan.
Dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Sains 2026, Hafily juga dilaporkan meraih juara II tingkat Provinsi Riau pada cabang kimia terintegrasi jenjang SMA/sederajat.
Medali Perak Kompetisi Riset dan Inovasi
Prestasi di bidang penelitian dan inovasi juga tercatat dalam daftar siswa berprestasi SMAN 8 Pekanbaru.
Ravel Misriadi dari kelas X.7 dan Beryl Kenji Alvaro dari kelas X.1 dilaporkan meraih medali perak dalam Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI 2026).
Kompetisi tersebut, menurut informasi yang diterima, berlangsung di Hotel Sahid Jaya Yogyakarta pada 20–22 Oktober 2026.
Capaian ini menjadi salah satu prestasi yang menonjol dalam bidang riset dan inovasi siswa.
Selain itu, sekolah melaporkan adanya prestasi dalam kompetisi sains lainnya. Namun, rincian penyelenggara, kategori, dan tingkatan beberapa kegiatan masih perlu diperiksa kembali agar informasi yang disajikan kepada masyarakat tetap akurat.
Juara Chemfest UNRI: Cerdas Cermat dan Karya Tulis Ilmiah
Pada tingkat Provinsi Riau, siswa SMAN 8 Pekanbaru dilaporkan meraih prestasi dalam Chemfest Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026.
Dalam lomba cerdas cermat tingkat SMA/sederajat se-Provinsi Riau, tim yang terdiri atas:
- Hafily Fathurrahman Sitorus, kelas XII.12;
- Nabilla Carissa Putri, kelas XII.12; dan
- Nadhifa Fairuz, kelas XII.12;
dilaporkan meraih juara III.
Sementara itu, dalam lomba karya tulis ilmiah tingkat SMA/sederajat se-Provinsi Riau pada ajang yang sama, tim beranggotakan:
- Asifa Zahira Aquinno, kelas XII.12;
- Farah Arany Yumna, kelas XII.12; dan
- Nikita Aulia Ali, kelas XII.12;
dilaporkan berhasil meraih juara I.
Kedua capaian tersebut menunjukkan keterlibatan siswa dalam kompetisi yang menguji pengetahuan, kemampuan analisis, kerja sama tim, dan penyusunan karya ilmiah.
Prestasi Ekonomi, Bahasa, dan Storytelling
Di bidang ekonomi, M. Bagus Alfarizi dari kelas XI.12, M. Brandly Seriawan dari kelas XI.11, dan Kanaya Villa Asyifa dari kelas XI.12 dilaporkan meraih juara I dalam lomba Econom of Champion UIN Suska Riau Tahun 2026.
Pada bidang bahasa, Shane Kenze Angelo disebut meraih medali emas Bahasa Indonesia dalam Brawijaya Student Competition. Tahun dan kategori tingkat kompetisi tersebut masih perlu dipastikan melalui dokumentasi penyelenggara.
Sementara itu, Filosofia Christiany dari kelas X.12 dilaporkan masuk lima besar finalis lomba storytelling dalam Efest atau Economics Faculty English Club Festival yang diselenggarakan Universitas Riau.
Prestasi di bidang bahasa dan komunikasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan kemampuan siswa di luar mata pelajaran sains.
Prestasi Seni, Olahraga, dan Kegiatan Pelajar
Selain bidang akademik, siswa SMAN 8 Pekanbaru juga tercatat mengikuti berbagai kompetisi seni, olahraga, dan kegiatan pelajar.
Bella Kristiani Panggaben dilaporkan meraih juara III dalam lomba solo song yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau.
Dalam kegiatan KKB Komando Tahun 2026 di SMA Plus Provinsi Riau, tim Padus 8 Djaya dari SMAN 8 Pekanbaru dilaporkan meraih sejumlah penghargaan, yakni:
- Juara I PBB Murni;
- Juara II Variasi;
- Juara I Danton Terbaik; dan
- Juara I Pelatih Terbaik.
Tim tersebut juga disebut meraih gelar juara umum.
Di bidang kepemimpinan pelajar, Pasya Diandra Marja dilaporkan meraih Harapan III dalam Parlemen Remaja DPR RI Tahun 2026 dan penghargaan Parlemen Remaja Terfavorit Tahun 2026.
Pada ajang Bujang Dara Kecil Kota Pekanbaru 2026, Pas Rahmat Laia disebut menjadi pemenang kategori berbakat.
Sementara itu, Akidah Maulah dari kelas X.12, Naufal Ahmad Ghifari dari kelas X.2, Naufal Salsabila R. dari kelas X.5, serta Amabelle Okiana Rahmdhan dari kelas X.4 dilaporkan masuk 15 besar Bujang Dara Kecil 2026.
Dalam bidang fesyen, Sofie Almira Qonita dari kelas X.13 disebut memperoleh penghargaan nominasi dalam Riau Fashion Week dengan gelar Miss International Glam & Glamorous Runway Muslimah. Nama resmi kategori penghargaan tersebut perlu dicocokkan dengan sertifikat atau publikasi penyelenggara.
Adapun Jasmine Almira dari kelas XI.2 dan Ruqayyah Muqhny dari kelas XI.7 dilaporkan menjadi pemenang lomba video vlog TikTok dalam Pekan Pelajar Pancasila Tahun 2026.
Di bidang olahraga, daftar informasi sekolah juga mencantumkan sejumlah siswa yang memiliki prestasi dalam taekwondo, panahan, dan tenis. Namun, rincian nama kompetisi, tahun, serta kategori penghargaan masing-masing masih perlu dilengkapi.
Tim suporter SMAN 8 Pekanbaru juga dilaporkan meraih juara I Honda DBL Riau Series. Kategori penghargaan dan nama resmi tim perlu dipastikan sesuai pengumuman penyelenggara.
Prestasi Keagamaan dan Pengembangan Karakter
Pengembangan kemampuan siswa juga mencakup bidang keagamaan.
Sejumlah nama yang tercantum dalam informasi prestasi sekolah antara lain Tonggi Rangga Yuwana, Doni Kurniawan, Harris Ahmadi, Irfan Andhiansyah, dan Rahmadaniati.
Mereka disebut memiliki capaian dalam kegiatan seperti lomba adzan, cerdas cermat, dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Meski demikian, rincian nama kegiatan, tahun pelaksanaan, dan kategori penghargaan masing-masing masih perlu dilengkapi agar dapat disajikan secara lebih terperinci.
Prestasi Guru dan Kepala Sekolah
Prestasi di lingkungan SMAN 8 Pekanbaru juga mencakup tenaga pendidik.
Putra Andres Pratama, S.Pd.Gr., dilaporkan meraih juara I nasional dalam lomba microteaching pada Olimpiade PPKN 15 Nasional Tahun 2026.
Ia juga disebut meraih juara III Duta Guru CBP Rupiah Championship Riau 2026.
Sementara itu, H. Tavip Tria Candra, S.Pd., M.M., disebut pernah dinobatkan sebagai Kepala Sekolah Terbaik se-Provinsi Riau pada 2024.
Capaian tersebut menjadi bagian dari rekam jejak prestasi tenaga pendidik dan kepemimpinan sekolah. Untuk kelengkapan pemberitaan, nama resmi ajang dan dokumentasi penghargaan dapat menjadi bahan verifikasi lanjutan.
SMAN 8 Disebut Masuk Tujuh Besar Sekolah Versi Ruangguru
Informasi yang diterima LintasRiauNews.com juga menyebutkan bahwa SMAN 8 Pekanbaru berada di peringkat ketujuh sekolah di Indonesia versi Ruangguru berdasarkan Kompetisi Sains Ruangguru 2026.
Dalam kompetisi tersebut, Hafily Fathurrahman Sitorus dilaporkan meraih medali perunggu.
Namun, dasar penetapan peringkat sekolah, metode penghitungan, serta pengumuman resmi penyelenggara masih perlu dikonfirmasi.
Karena itu, klaim peringkat ketujuh tersebut perlu diperlakukan sebagai informasi yang masih memerlukan verifikasi, bukan sebagai pemeringkatan nasional yang telah dipastikan.
Uji Petik LintasRiauNews.com
Pemberitaan mengenai kesiapan TKA dan prestasi siswa SMAN 8 Pekanbaru ini merupakan bagian dari uji petik LintasRiauNews.com terhadap sejumlah SMA dan SMK di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.
Konfirmasi kepada Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Benny Rio Denaldy, S.Si., M.Si., menjadi sumber informasi mengenai jumlah peserta TKA, persiapan sekolah, fasilitas pendukung, pendampingan siswa, serta langkah antisipasi terhadap kendala teknis.
Adapun data prestasi dihimpun dari bahan informasi sekolah dan daftar capaian siswa yang disampaikan kepada redaksi. Sejumlah rincian penghargaan masih memerlukan pencocokan dengan sertifikat, pengumuman resmi penyelenggara, atau dokumentasi sekolah.
LintasRiauNews.com membuka ruang bagi pihak sekolah maupun penyelenggara kompetisi untuk memberikan koreksi dan informasi tambahan apabila terdapat nama kegiatan, kategori penghargaan, tahun, atau data siswa yang perlu diperbarui.
Uji petik ini tidak dimaksudkan untuk mewakili seluruh SMA dan SMK di Pekanbaru maupun Kabupaten Kampar. Informasi setiap sekolah akan disajikan berdasarkan hasil konfirmasi masing-masing.
Dengan persiapan TKA yang telah dilakukan dan beragam prestasi yang dilaporkan, SMAN 8 Pekanbaru menjadi salah satu sekolah yang menarik untuk dicermati dalam pengembangan kemampuan akademik dan nonakademik peserta didik.
Keterbukaan informasi mengenai persiapan pembelajaran, pembinaan siswa, dan capaian sekolah diharapkan dapat memperkaya informasi publik tentang perkembangan pendidikan di Provinsi Riau.**(ian)




