Uji Petik TKA 2026: SMKN 4 Pekanbaru Layani 614 Peserta, Siswa dari Sejumlah Daerah Ikut Ujian

1 views

LintasRiauNews.com,PEKANBARU – SMK Negeri 4 Pekanbaru menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang diikuti ratusan peserta. Berdasarkan data yang disampaikan Kepala SMKN 4 Pekanbaru, Djunaidi, M.Pd., terdapat 614 peserta TKA yang mengikuti ujian di lokasi sekolah tersebut, termasuk peserta dari sejumlah sekolah lain di luar Provinsi Riau.

Pelaksanaan TKA di SMKN 4 Pekanbaru dijadwalkan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada 2–5 November 2026.

Informasi tersebut diperoleh LintasRiauNews.com melalui konfirmasi kepada Kepala SMKN 4 Pekanbaru sebagai bagian dari uji petik pelaksanaan TKA 2026 di sejumlah SMA dan SMK di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.

614 Peserta Mengikuti Ujian di Lokasi SMKN 4

Berdasarkan data yang diberikan pihak sekolah, jumlah siswa kelas XII SMKN 4 Pekanbaru tercatat sebanyak 592 orang, terdiri atas 242 laki-laki dan 350 perempuan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 581 siswa mengikuti TKA di SMKN 4 Pekanbaru. Sementara itu, enam siswa mengikuti ujian di SMKN 1 Kokap, Daerah Istimewa Yogyakarta; empat siswa di SMKN 8 Medan; dan satu siswa di SMK Setia Darma YPG R Palembang.

Dengan demikian, total siswa kelas XII SMKN 4 Pekanbaru yang tercatat mengikuti TKA mencapai 592 orang.

Adapun jumlah peserta yang mengikuti ujian di lokasi SMKN 4 Pekanbaru mencapai 614 orang. Selain 581 siswa SMKN 4, terdapat peserta dari sekolah lain, yakni dua siswa SMK IDN Bogor, empat siswa SMKN 1 Sumatera Barat, empat siswa SMK Negeri 1 Basso, 22 siswa SMK Negeri 1 Merbau, dan satu siswa SMK Negeri Kundur Utara.

Data tersebut memperlihatkan bahwa lokasi ujian SMKN 4 Pekanbaru juga digunakan oleh peserta dari sejumlah sekolah lain.

Lima Ruang Ujian Disiapkan

Untuk mendukung pelaksanaan TKA, SMKN 4 Pekanbaru menyiapkan lima ruang ujian yang menggunakan laboratorium kompetensi keahlian.

Ruang pertama berada di Laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 1 dengan kapasitas 20 peserta. Ruang kedua, Laboratorium TKJ 2, juga menampung 20 peserta.

Selanjutnya, Laboratorium Desain Komunikasi Visual (DKV) menampung 20 peserta, Laboratorium Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP) menampung 23 peserta, serta Laboratorium Akuntansi (AKL) menampung 22 peserta.

Dengan demikian, total kapasitas lima ruang tersebut mencapai 105 peserta dalam satu sesi.

Pelaksanaan TKA dibagi menjadi tiga sesi dalam satu hari. Berdasarkan jadwal yang disampaikan sekolah, setiap sesi berlangsung pada pukul 07.00–08.45 WIB, 09.30–11.15 WIB, dan 12.00–13.45 WIB.

Peserta diimbau hadir 30 menit sebelum sesi dimulai untuk keperluan verifikasi data dan pemeriksaan perangkat oleh pengawas sekolah.

Petugas Pelaksanaan TKA

Dalam dokumen pelaksanaan TKA 2026, SMKN 4 Pekanbaru mencantumkan satu proktor utama dan lima proktor ruangan.

Selain itu, terdapat tiga teknisi ruangan dan lima pengawas ruangan yang tercantum dalam susunan petugas.

Petugas tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan teknis ujian sesuai pembagian tugas yang ditetapkan sekolah.

Sejarah SMKN 4 Pekanbaru Berawal dari SMIK

SMKN 4 Pekanbaru memiliki sejarah panjang dalam pendidikan kejuruan di Kota Pekanbaru.

Berdasarkan riwayat sekolah dan data pendirian yang telah ditelusuri, sekolah ini berawal dari Sekolah Menengah Industri Kerajinan (SMIK) Pekanbaru pada 1994. Data pendidikan pemerintah mencatat Surat Keputusan Pendirian Nomor 0260/0/1994 tertanggal 3 Januari 1994.

Kemudian, pada 25 Oktober 2000, SMIK Pekanbaru mengalami perubahan nama dan status menjadi SMK Negeri 4 Pekanbaru.

Perjalanan tersebut menunjukkan perkembangan pendidikan kejuruan yang awalnya berorientasi pada bidang industri kerajinan, kemudian berkembang dengan berbagai kompetensi keahlian untuk membekali peserta didik menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Memiliki Tujuh Kompetensi Keahlian

Pada 2026, SMKN 4 Pekanbaru disebut memiliki sekitar 1.953 siswa. Sekolah ini menawarkan tujuh kompetensi keahlian yang berkaitan dengan teknologi, konstruksi, kerajinan, akuntansi, dan desain.

Ketujuh kompetensi tersebut meliputi:

  1. Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP).
  2. Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT).
  3. Kriya Kreatif Kayu dan Rotan (KKKR).
  4. Kriya Kreatif Batik dan Tekstil (KKBT).
  5. Akuntansi.
  6. Desain dan Produksi Busana (DPB).
  7. Desain Komunikasi Visual (DKV).

Menurut informasi yang disampaikan pihak sekolah, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi menjadi kompetensi keahlian yang paling diminati siswa. Berikutnya adalah Akuntansi, Desain Komunikasi Visual, dan bidang busana.

Keberadaan berbagai kompetensi tersebut menjadi bagian dari upaya pendidikan kejuruan untuk mengembangkan keterampilan siswa sesuai bidang yang dipilih.

Catat Prestasi di Bidang Kedisiplinan dan Baris-Berbaris

Dalam perjalanannya, SMKN 4 Pekanbaru juga dilaporkan menorehkan prestasi di bidang kedisiplinan dan keterampilan baris-berbaris.

Sejumlah capaian yang disampaikan dalam bahan informasi sekolah antara lain Juara I Tata Upacara Terbaik di PPI Kota Pekanbaru, Juara Umum Rasgapatih Memanggil 3, serta Juara I lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) tingkat SMA/SMK se-Kota Pekanbaru pada 2023.

Pada 2024, sekolah tersebut juga dilaporkan meraih sembilan trofi dalam ajang Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) ke-3 Universitas Lancang Kuning.

Prestasi tersebut menjadi bagian dari kegiatan pengembangan karakter, kedisiplinan, kerja sama, dan kepemimpinan siswa di luar kegiatan pembelajaran di kelas.

Uji Petik LintasRiauNews.com

Pemberitaan ini merupakan bagian dari uji petik LintasRiauNews.com terhadap pelaksanaan TKA 2026 di sejumlah SMA dan SMK di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.

Konfirmasi kepada Kepala SMKN 4 Pekanbaru, Djunaidi, M.Pd., menjadi sumber informasi mengenai jadwal ujian, jumlah peserta, pembagian lokasi ujian, ruang yang digunakan, susunan petugas, sejarah sekolah, kompetensi keahlian, dan prestasi yang disampaikan pihak sekolah.

Untuk aspek kesiapan teknis secara lebih terperinci, termasuk kondisi jaringan internet, pasokan listrik, pelaksanaan simulasi dan gladi bersih, serta langkah antisipasi apabila terjadi gangguan, informasi tambahan dari pihak sekolah masih diperlukan.

Uji petik ini tidak dimaksudkan untuk mewakili seluruh SMA dan SMK di Pekanbaru maupun Kabupaten Kampar. Informasi disajikan berdasarkan data dan konfirmasi dari masing-masing sekolah yang menjadi objek peliputan.

LintasRiauNews.com membuka ruang bagi pihak sekolah untuk menyampaikan klarifikasi atau informasi tambahan apabila terdapat data jumlah peserta, jadwal, prestasi, maupun riwayat sekolah yang perlu diperbarui.

Melalui pemberitaan ini, masyarakat diharapkan memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan TKA 2026 sekaligus perkembangan pendidikan kejuruan di Kota Pekanbaru.**(ian)

 

 

 

 

Posting Terkait