Jalan Menuju SMAN 17 Pekanbaru Terendam 70 Cm, Siswa Terpaksa PJJ, Pemko Turunkan Alat Berat

6 views

LintasRiauNews.com,PEKANBARU – Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir menyebabkan akses jalan menuju SMAN 17 Pekanbaru, di kawasan Jalan Fajar Raya/Jalan Pinang, Kelurahan Bandar Raya, Kecamatan Payung Sekaki, terendam banjir.

Genangan air mencapai sekitar 70 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Kondisi terparah terjadi pada ruas jalan sepanjang kurang lebih 500 meter dari total akses sekitar 1,5 kilometer menuju sekolah.

Selain menggenangi badan jalan, banjir juga menyebabkan kerusakan pada bangunan box culvert atau gorong-gorong. Akibatnya, akses kendaraan dan masyarakat terganggu, bahkan sejumlah bagian jalan tidak dapat dilalui.

Kondisi tersebut membuat pihak SMAN 17 Pekanbaru mengambil langkah antisipasi dengan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka pada Jumat (6/11/2026) dan menggantinya dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring.

Kepala SMAN 17 Pekanbaru, Dra. Elmida, mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keselamatan peserta didik. Pasalnya, genangan air sudah mencapai lutut orang dewasa, sementara orang tua siswa juga mengalami kesulitan mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah.

“Pada Jumat pagi, karena kondisi banjir sudah hampir selutut, saya berkoordinasi dengan pihak terkait dan meminta izin agar anak-anak belajar dari rumah melalui PJJ daring. Orang tua yang mengantarkan anak juga menyampaikan kesulitan karena tidak sanggup menyeberangkan mereka,” jelas Elmida kepada media.

Ia menyebutkan, jumlah peserta didik SMAN 17 Pekanbaru saat ini sekitar 502 orang. Pihak sekolah berharap perbaikan akses jalan dapat segera diselesaikan sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung normal.

Menurutnya, banjir di kawasan tersebut sebenarnya bukan kejadian baru. Namun, selama ini ketinggian air biasanya hanya sebatas mata kaki hingga sedikit di atasnya sehingga siswa masih dapat melintas.

“Kalau jalan becek atau banjir biasa, anak-anak sudah cukup terbiasa. Tetapi kali ini air hampir selutut sehingga saluran parit tidak terlihat. Kami khawatir ada bagian parit atau pertemuan arus yang tidak terlihat oleh siswa dan bisa membahayakan keselamatan mereka,” ungkapnya.

Pemko Pekanbaru turunkan alat berat untuk penanganan

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menurunkan alat berat ke lokasi pada Sabtu (7/11/2026).

Penanganan dilakukan untuk memperbaiki saluran drainase dan kerusakan box culvert yang diduga menghambat kelancaran aliran air.

Namun, pekerjaan belum dapat langsung dilaksanakan karena ukuran ekskavator yang didatangkan dinilai terlalu besar untuk kondisi lokasi, terutama pada bagian box culvert yang mengalami kerusakan.

Lurah Bandar Raya, Kecamatan Payung Sekaki, Rory Rinaldo, S.Tr.Par., menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu kedatangan alat berat berukuran lebih kecil agar pekerjaan dapat dimulai sesuai kondisi lapangan.

“Untuk saat ini kita belum bisa melaksanakan pekerjaan karena alat yang datang ukurannya cukup besar, sementara box culvert di bagian tengah mengalami kerusakan. Kita menunggu alat yang lebih kecil terlebih dahulu. Setelah itu, baru alat yang besar bisa digunakan untuk menggali bagian kiri dan kanan drainase agar aliran air lebih lancar,” jelas Rory.

Ia memperkirakan pekerjaan dapat dilaksanakan pada Minggu (8/11/2026). Setelah penggalian dan perbaikan saluran dilakukan, diharapkan genangan air segera surut dan akses jalan kembali bisa digunakan.

“Harapan kita, mudah-mudahan Senin (9/11/2026) jalan tersebut sudah bisa dilewati dan aktivitas sekolah kembali berjalan normal,” tambahnya.

Dalam peninjauan lokasi, Kepala SMAN 17 Pekanbaru dan Lurah Bandar Raya turut hadir melihat kondisi lapangan. Pada siang harinya, Plt Camat Payung Sekaki, Wira Setiadi, juga datang meninjau langsung lokasi terdampak banjir.

Kepala SMAN 17 apresiasi respons Pemko Pekanbaru

Sementara itu, Kepala SMAN 17 Pekanbaru, Dra. Elmida, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pekanbaru yang telah merespons kondisi banjir di sekitar akses sekolah dengan menurunkan alat berat untuk membantu membersihkan saluran drainase.

Ia berharap penanganan tidak hanya dilakukan pada titik genangan, tetapi juga mencakup perbaikan box culvert serta penambahan atau pembenahan saluran apabila diperlukan agar aliran air lebih lancar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pekanbaru yang sudah tanggap dengan mendatangkan alat berat untuk membersihkan parit-parit di sekitar SMAN 17. Dari PU juga disampaikan akan dilakukan perbaikan box culvert, mungkin ada penambahan supaya aliran air lebih lancar,” ujarnya.

Elmida juga berharap adanya koordinasi dan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau, mengingat persoalan akses tersebut berkaitan langsung dengan kepentingan pendidikan dan keselamatan ratusan peserta didik.

“Harapan kami, mudah-mudahan persoalan banjir ini secepatnya bisa diatasi sehingga tidak terjadi lagi genangan seperti sekarang. Anak-anak jangan sampai terhambat untuk melaksanakan proses pembelajaran,” harapnya.

Pihak sekolah menyatakan akan kembali berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Riau apabila kondisi jalan pada Senin (9/11/2026) masih belum memungkinkan untuk dilalui siswa. Pembelajaran Jarak Jauh menjadi alternatif apabila akses sekolah belum aman.

Penanganan banjir di akses menuju SMAN 17 Pekanbaru ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga diikuti pembenahan sistem drainase secara menyeluruh. Sebab, kelancaran akses jalan dan kondisi lingkungan sekolah merupakan bagian penting dalam menjamin keselamatan serta keberlangsungan proses pendidikan.**(yogi)

Posting Terkait