Ini Sikap Resmi Rabithah Alawiyah Terkait Ucapan Ahok

685 views

JAKARTA — Ormas Islam Rabithah Alawiyah sangat kecewa dengan pernyataan provokatif Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang melecehkan ayat Al-Quran. Rabithah Alawiyah pun menyayangkan pernyataan gubernur yang akrab disapa Ahok itu yang menyebut 'dibohongi pakai Surat Al Maidah ayat 51' saat berdialog dengan warga di Kepulauan Seribu, Rabu (30/9).

"Sudah sepatutnya seorang Gubernur dapat arif dalam bertutur dan mengedepankan rasa hormat dan empati kepada mereka yang berkeyakinan lslam. DPP Rabithah Alawiyah juga sangat menyayangkan bahwa kata-kata Gubernur DKI Jakarta yang diucapkan telah menyiratkan maksud yang tidak baik bahwa para ulama, dai atau pihak lain yang menyampaikan tafsir Surat Al-Maidah ayat 51 telah melakukan pembohongan," ujar Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zen bin Umar Smith dalam siaran persnya, Ahad (9/10).

Menurut Habib Zen, Surat Al Maidah ayat 51 adalah sebuah ayat yang tafsirnya sudah disepakati oleh para ulama. Sehingga, anggapan 'dibohongi memakai ayat tersebut' yang diucapkan Ahok adalah bentuk pelecehan yang amat serius.

"Mereka (pendakwah) sejatinya menyampaikan apa yang telah digariskan oleh Al-Qur’an dan tafsirnya disepakati oleh para ulama. Hal tersebut sama sekali tidak bertentangan dengan konstitusi negara, tidak dapat dipandang sebagai pembohongan atau pembodohan, serta bukan bentuk politisasi ayat," ujar Habib Zen.

Menurut Habib Zen, pernyataan Ahok itu wajar apabila menimbulkan kemarahan di kalangan umat Muslim Jakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Sebab ini menyangkut aqidah dalam beragama. "Rabithah Alawiyah merasa sangat tersinggung dan prihatin atas ucapan Gubernur yang telah menimbulkan polemik dan keresahan di masyarakat DKI Jakarta yang mayoritas beragama Islam," ujarnya.

Rabithah pun meminta Ahok untuk introspeksi diri sekaligus meminta maaf karena telah menyakiti hati umat Muslim.  "Atas kejadian ini, kepada Gubernur DKI Jakarta, DPP Rabithah Alawiyah mendesak untuk segera melakukan introspeksi diri dan meminta maaf kepada umat Islam secara terbuka," ujar Habib Zen.

Namun Rabithah juga meminta umat Islam Indonesia untuk tetap bersikap tenang. Pernyataan provokatif Ahok itu tak perlu direspons dengan cara yang desktruktif. "DPP Rabithah Alawiyah juga sangat memahami keresahan dan reaksi keras yang muncul setelahnya, serta mendukung segala upaya untuk menyelesaikan kisruh tersebut dengan baik dan tetap mengedepankan norma dan hukum yang berlaku serta mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa."

Ormas Islam yang berdiri sejak 27 Desember 1928 ini juga meminta umat Islam tetap menjaga keharmonian di tengah masyakat. Menurut Habib Zen, pernyataan Ahok jangan sampai membuat hubungan antarumat di Jakarta pada umumnya maupun Indonesia pada khususnya, jadi merenggang.

Sebaliknya, lanjut Habib Zen, Ormas Rabithah berharap agar hubungan antarumat beragama lebih dipererat demi kecintaan bersama terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rabithah pun menyarankan Ahok agar lebih bijak dalam mengeluarkan pernyataan di depan publik. Jangan sampai pernyataan Ahok justru merusak harmoni yang selama ini sudah terbangun baik di kalangan masyarakat.

"Bagaimana pun, seorang pemimpin yang arif dan tidak otoriter seharusnya bisa menghormati dan menyesuaikan diri dengan mayoritas masyarakat yang dipimpinnya dan bukan sebaliknya," ujar Habib Zen.

Rabithah yang merupakan organisasi resmi Habaib di Indonesia berharap, siapa pun yang mendapat amanah sebagai pemimpin, mesti punya kapasitas untuk mempererat persatuan bangsa. Bukan justru pemimpin yang mengancam keharmonian dan persatuan dengan pernyataan provokatifnya.

sumber republika.co.id

Bagikan ke:

ahok rabithah alawiyah

Posting Terkait