Terminal AKAP di Pekanbaru Sepi, Perlu Penertiban Terminal Liar

1150 views

Pekanbaru – Terimnal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Pekanbaru kian sepi, sebagian besar bus enggan masuk ke terminal. Penyebabnya, banyaknya terminal liar di luaran. Tentu itu perlu ditertibkan.

Terminal AKAP, Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) merupakan terminal yang menggantikan terminal sebelumnya Mayang Terurai di Jalan Nangka, Pekanbaru. Terminal baru ini luasnya 27 hektare (ha). Namun untuk bangunan terminal luasnya 7 hektare.

Terminal Payung Sekaki berada di ujung jalan Nangka. Kawasan terminal ini cukup megah. Di sana ada tempat penginapan, sarana WC umum yang sangat bagus.

Sayangnya, sekalipun terminal ini sudah dibangun sejak 8 tahun lalu, kondisinya kian hari semakin sepi. Ratusan bus AKAP yang ada di Pekanbaru enggan masuk, sebagaimana yang terpantau pada Sabtu (16/4/2016) malam.

Terminal yang begitu besar, hanya ada enam bus yang masuk ke sana. Bus yang masuk itu hanya bus Makmur dan Halmahera jurusan Pekanbaru ke Medan dengan perjalanan pada malam hari.

"Hanya bus kami saja yang saat ini masuk ke terminal. Sedangkan seluruh bus lainnya tak ada yang masuk," kata jurubicara bus PT Makmus, Kornel Panggabean kepada detikcom.

Menurut Kornel, pihaknya sebenarnya bukan tidak bisa melakukan seperti halnya bus lainnya yang tak masuk terminal. "Kami bisa saja berangkat dari pul tanpa harus ke terminal sebagaimana bus lainnya. Tapi kami berkomitmen sejak dulu, untuk tetap mengikuti aturan yang ada," kata Kornel.

Kondisi terminal yang sepi ini juga dikeluhkan para pedagang kaki lima yang berjualan di sana. Sebab, para pedagang kaki lima ini juga membayar kepada pengelola terminal.

"Sudah banyak pedagang yang tutup karena sepinya terminal. Bagaimana mau berjualan,  kalau bus saja hanya hitungan cari yang ada. Kami pedagang sate setiap kali masuk dipungut biaya Rp 10 ribu. Kami jualan hanya malam saja," kata Ujang (41) pegadang sate.

Kepala Terminal BRPS, Bambang mengakui bahwa terminal sudah lama sepi karena banyak bus yang tak taat aturan.

"Kita akui terminal sepi. Tapi tugas kami di terminal ini adalah memberikan rasa nyaman aman dan tertib. Kami selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk bus atau masyarakat yang ke terminal," kata Bambang.

Menurut Bambang, sepinya terminal banyak faktor. Di antaranya, persaingan harga tiket pesawat yang murah, serta masih banyak terminal bayangan.

"Tugas kami hanya pelayanan di terminal. Untuk pengaturan bus yang tidak mau masuk terminal, itu bukan tugas kami. Kalau terminal liar tidak ditertibkan, ya terminal ini akan tetap sepi," kata Bambang.

Menurut Bambang, untuk menertibkan terminal bayangan dan penidakan tegas bus yang tak mau masuk terminal, harus dilakukan koordinasi lintas instansi.

"Penertiban bus yang tidak masuk harus dilakukan secara  terkoordinasi lintas instansi. Mulai dari Dinas Perhubungan, Polri, TNI, Satpol PP bersama-sama untuk menertibkan bus yang tak mau masuk itu," kata Bambang.

"Tapi kita juga tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada perusahaan bus. Tingkat kesadaran masyarakat tentunya juga masih lemah. Masyarakat enggan turun dan naik di terminal dengan berbagai alasan. Warga lebih senang menunggu bus di terminal liar," tutup Bambang.
Sumber detikcom

Bagikan ke:

terminal akap

Posting Terkait