Ribuan THL Kebersihan Mengganggur, Nasibnya ‘Digantung’ Sekko Pekanbaru

1040 views

 

Plt Wako Pekanbaru Edwar Sanger berrbincang dengan petugas kebersihan

PEKANBARU (lintasriaunews) – Ribuan petugas kebersihan berstatus tenaga harian lepas (THL) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru ternyata tidak lagi bekerja alias nganggur karena kontraknya sudah habis dan belum diperpanjang. Mereka hingga kini masih menunggu kejelasan nasibnya.

Para buruh pengangkut sampah yang tengah galau itu sangat berharap kontrak kerjanya diperpanjang, namun Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru HM Noer MBs belum menentukan nasib mereka. Opsi pengurangan jumlah THL petugas kebersihan pun mengemuka di tengah keterbatasan anggaran, sehingga membuat mereka bertambah risau.

Pasca habisnya kontrak kerja pada 31 Desember lalu, hingga saat ini perpanjangan kontrak belum dilakukan Pemko terhadap buruh pengangkut sampah. Padahal, untuk bisa diperpanjang masa kontrak, para petugas kebersihan itu sudah mengajukan surat lamaran sejak 29 Desember 2016 lalu.

“Saat ini belum ada kejelasan, apakah kontrak kami diperpanjang atau tidak. Kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya, biasanya sebelum ganti tahun sudah jelas status kami,” ungkap seorang buruh berinisial N, Senin (9/1/2017), seperti di lansir riausky.com.

Saat ini, menurut N, hanya sebagian petugas kebersihan saja yang bekerja. Itu pun hanya sopir truk sampah dan petugas penyapu jalan. “Kira-kira kurang dari 100 oranglah yang bekerja dari jumlah kami yang mencapai 1.200 orang,” jelasnya.

Kejelasan kontrak inilah yang kini sedang ditunggu petugas kebersihan. Tak jelasnya status para buruh ini diyakini memberi dampak langsung bagi pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru.

“Kalau status kami jelas, kan enak bekerjanya. Kalau nggak jelas gimana?” katanya lirih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Zulfikri terkait masalah ini mengatakan, keputusan perpanjangan kontrak petugas kebersihan tersebut kini di tangan Sekko Pekanbaru.

“Di tangan Pak Sekko, jadi menunggu keputusan dari beliau mengenai nasib mereka. Karena saat ini belum ada kejelasan apa kita yang membuat kontrak kerjanya, berapa banyak petugas kebersihan yang akan ditampung,” terangnya.

Pengurangan diperkirakan akan terjadi pada 400 orang petugas kebersihan. Solusi lain dpercaya masih ada. “Kalau pengurangan tersebut saya tak mau mengambil kebijakan dampaknya sangat besar, Saya lebih setuju tunjungan struktural pejabat yang dikurangi ketimbang gaji THL. Kalau kami sudah punya gaji tetap, sementara mereka tidak,” papar Zulkfili. [] red007

Bagikan ke:

Posting Terkait