
PEKANBARU, LintasRiauNews – Menyambut pagi di hari Jumat (8/5/2026), lantunan ayat-ayat suci membahana dari komplek sekolah yang terletak di Jalan Ronggowarsito, Sail, Pekanbaru, itu. Ribuan siswa SMP Negeri 13 berpakaian seragam muslim yang memenuhi aula serba guna sekolah duduk dengan khusyuk dalam barisan rapi, melantunkan Asmaul Husna bersama-sama.
Lantunan puja-puji kepada Ilahi secara serempak itu bergema kuat melalui pengeras suara, menciptakan energi positif yang kental dengan nuansa spiritual. Suasana berlanjut khidmat dan syahdu dengan pembacaan surah Yasin yang dipandu salah seorang guru agama sekolah, Zulhendri S.Ag.
Tidak hanya para siswa, pimpinan sekolah beserta segenap majelis guru pun turut hanyut dalam kekhusyukan, melafazkan ayat-ayat di surah yang juga disebut sebagai jantungnya Al-Qur’an itu dengan takzim, sembari fokus menatap mushaf Al-Qur’an ataupun buku Yasin di tangan masing-masing.
Namun, kegiatan rutin Jumat pagi yang melibatkan seluruh warga sekolah terasa lebih istimewa dan bermakna kali ini. Pasalnya, dirangkaikan dengan kegiatan penyaluran wakaf Al-Qur’an oleh Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) kepada 18 siswa Tahfidz dengan hafalan minimal 2 juz, yang turut dihadiri oleh pejabat Pemko Pekanbaru utusan walikota.
Kepala SMPN 13 Zurdianto, M.Pd mengatakan kegiatan gema Asmaul Husna dan pembacaan surah Yasin, yang dilanjutkan Khatmil Qur’an dan doa bersama pada Jum’at pagi yang penuh berkah sudah menjadi kegiatan rutin warga sekolah yang dipimpinnya sejak beberapa tahun belakangan, sekaligus wujud kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Ini hal positif yang akan menambah ibadah kita. Semoga Allah senantiasa menempatkan kalian menjadi anak-anak yang hebat, yang kelak menjadi pemimpin yang diharapkan bangsa dan Negara, terutama agama dan orang tua,” kata Kepsek dalam sambutannya.
Kepsek menyampaikan syukur mendalam kepada Allah Swt dan berterima kasih Kurnia Wakaf Al-Qur’an atas penyaluran wakaf Al-Qur’an kepada anak didiknya yang telah menunjukkan diri sebagai hafidz-hafidzah dengan hafalan minimal 2 juz.
“Kalian yang aktif di Tahfidz ini adalah siswa yang hebat. Manfaatkan Al-Qur’an wakaf ini dengan baik. Semoga berikutnya ada lagi hafidz-hafidzah yang luar biasa di sekolah kita ini,” ujar Zurdianto, yang menjabat kepsek sejak 2019.
Meski merupakan sekolah umum, lanjut dia, namun SMPN 13 yang memiliki 1.278 murid dan puluhan guru telah mampu menunjukkan bahwa program Pekanbaru Cinta Al-Qur’an yang digulirkan walikota betul-betul diimplementasikan dengan sungguh-sungguh dan terprogram dengan baik.
“Kita rutin setiap pagi mengawali aktivitas sekolah dengan kegiatan membaca Al-Qur’an yang melibatkan seluruh siswa dan guru yang muslim. Khusus pada Jumat ini, tadi sudah dilakukan bersama-sama pembacaan Asmaul Husna, surah Yasin dan Tahtim, akan dilanjutkan penyerahan wakaf Al-Qur’an oleh Pak A. Z. Fachri Yasin dan tim dari Kurnia Wakaf Al-Qur’an,” terangnya kepada Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan SDM H. Sarbaini, S.Ag, MH yang berdiri di sampingnya, yang karena sesuatu hal sedikit terlambat datang menghadiri kegiatan tersebut.
Favorit dan Cinta Al-Qur’an
Kehadiran pejabat senior Pemko Pekanbaru sebagai perwakilan Walikota di sekolah tersebut pada pagi itu disambut antusias dan gegap gempita oleh para siswa. Seruan gembira diiring tepuk tangan meriah bergemuruh, saat Sarbaini sembari tersenyum melambaikan tangan kepada para siswa. Kepsek menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran beliau, serta dianggap sudah sama dengan walikota yang berkunjung.
Setelah menyapa para siswa melalui untaian pantun melayu yang sarat makna, Sarbaini menyatakan para siswa sekolah ini harus tahu dan boleh merasa bangga, karena SMPN 13 merupakan sekolah favorit di Pekanbaru. Tiga orang anaknya juga alumni sekolah ini, dua di antaranya sekarang sudah bekerja, sebagai pengacara dan manajer di sebuah perusahaan di Jakarta, sedangkan seorang lagi masih kuliah. Artinya, banyak alumni sekolah ini yang berhasil di kemudian hari.
Dia mengapresiasi pimpinan sekolah dan majelis guru yang komitmen melakukan aktivitas membaca Al-Qur’an bersama setiap pagi bagi warga sekolah yang muslim sebelum memulai proses belajar mengajar. Sekaligus menunjukkan sekolah ini telah mengimplementasikan dengan baik program Pekanbaru Cinta Al-Qur’an yang diinisiasi walikota Agung Nugroho sejak beberapa waktu lalu.
Sebagaimana diketahui, lanjut Sarbani, Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang mulia yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai pedoman hidup dan rahmat bagi semesta alam. Sebagai umat muslim wajib menjadikan Al-Qur’an sebagai panduan utama dalam kehidupan, makanya senantiasa perlu dibaca dan dipahami. Itu pula yang melandasi keberadaan program Pekanbaru Cinta Al-Qur’an yang diimplementasikan di setiap sekolah, SD dan SMP.
“Membaca Al-Qur’an itu banyak faedahnya. Selain mendapatkan ilmu, juga mendatangkan pahala yang berlimpah. Setiap huruf Al-Qur’an bernilai 1 kebaikan, maka bila dibaca dibalas dengan 10 pahala kebaikan. Bayangkan, bila tiap hari kita baca betapa banyak ilmu dan pahala yang didapat. Apalagi, kemudian juga diamalkan,” tuturnya.
Sarbaini berpesan kepada segenap siswa agar jangan pernah bosan membaca dan menghafal Al-Qur’an, mengingat banyaknya kebaikan dan manfaat yang diperoleh. Ia berharap para siswa senantiasa mencintai Al-Qur’an denan terus giat belajar dan meningkatkan kemampuan, sehingga menjadi hafidz-hafidzah yang membanggakan.
Staf Ahli walikota juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada komunitas KWQ atas kegiatan penyaluran wakaf Al-Qur’an kepada siswa Tahfidz, termasuk di sekolah ini. Kegiatan ini juga selaras dan sangat mendukung program Pekanbaru Cinta Al-Qur’an, yang bertujuan membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat sekaligus melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu dan berakhlak.
Pimpinan Komunitas KWQ A. Z. Fachri Yasin, mengucapkan rasa syukurnya karena kegiatan penyerahan wakaf Al-Qur’an itu terlaksana sesuai harapan. Ia menyampaikan terima kasih kepada pimpinan sekolah, khususnya Waka Bidang Kesiswaan Bismil Hayati, S.Ag, yang merespons dengan cepat terkait data siswa tahfidz dan jadwal penyerahan, sehingga penyaluran Al-Qur’an yang bersumber dari banyak pewakaf ke sekolah ini bisa direalisasikan.
“Wakaf Al-Quran ini bukan dari kami, tapi dari sekian banyak pewakaf yang umumnya adalah sahabat dan rekan dari berbagai kalangan dan profesi. Kami hanya menghimpun dan menyalurkan titipan amanah para pewakaf. Alhamdulillah, dalam empat tahun berjalan, kami sudah mendistribusikan hampir 5.000 Al-Qur’an untuk para tahfidz di berbagai sekolah negeri maupun swasta, pesantren dan perguruan tinggi di Riau,”ungkapnya.
Mushaf Al-Qur’an metode tajwid dan terjemahan berwarna yang dibagikan kepada 22 siswa SMPN 13 berasal dari 8 wakif, yaitu Syaiful Bahri, Maxdeyul Sola, Wan Muhammad hasyim, Sri Petri Hariyanti. Rahmad Rahim, Beny Rizal, Marnis dan Hamba Allah.
“Nama pewakaf tertera di sampul mushaf, tapi tidak semua atas nama pribadi, ada yang juga dituliskan atas nama orang tua, istri dan keluarga lainnya, termasuk yang sudah almarhum. Harapan mereka sederhana, Al-Qur’an ini dimanfaatkan dengan baik dan mereka diberikan doakan terbaik untuk diberikan keberkahan dunia dan akhirat,” kata Fachri Yasin.
Pendidikan dan Cita-cita
Seperti yang sudah-sudah, Pimpinan KWQ memanfaatkan momen tersebut berinteraksi dan berdialog dengan segenap siswa sekaligus memberi pencerahan dan motivasi guna menggapai masa depan yang gemilang. Setelah menyampaikan salam, ia mengumandangkan lafaz takbir sebanyak 3 kali yang dikuti serempak oleh siswa dengan penuh semangat.
Selanjutnya, Fachri Yasin melontarkan pertanyaan, “siapa yang selesai SMP ini melanjutkan sekolah, angkat tangan”. Hampir semua siswa yang terdiri dari kelas VII-IX itu mengangkat tangan. Lalu, ia menunjuk dan meminta seorang siswa maju ke depan. “Sebutkan nama, kelas berapa dan apa rencana setelah tamat nanti,” tanya pria yang juga akademisi senior Riau ini.
Siswa kelas VIII bernama Angga itu, awalnya ragu dan malu-malu bicara. Setelah diyakinkan bahwa siswa yang baik itu harus berani dan jujur, akhirnya ia menjawab, “Melanjutkan ke SMA, Pak.”
Pimpinan KWQ beralih ke barisan pelajar perempuan dan meminta salah seorang siswi maju ke depan, kemudian melontarkan pertanyaan serupa. Seperti sebelumnya, sang siswi juga awalnya ragu dan malu, setelah diyakinkan akhirnya menjawab bahwa ia juga ingin melanjutkan ke SMA.
“Kenapa takut dan ragu bicara, kalian harus belajar berani dan percaya diri untuk berbicara di depan orang ramai. Nah, siapa yang nanti berencana untuk kuliah, angkat tangan,” ujar Fachri sembari kembali melontarkan pertanyaan. Para siswa langsung merespons, cukup banyak yang mengangkat tangan, .
Pimpinan KWQ melanjutkan, “siapa yang ingin bercita-cita jadi pengusaha, angkat tangan”. Siswa yang mengangkat tangan juga mendominasi. “Yang ingin jadi pegawai negeri atau ASN, angkat tangan,” sambungnya. Ternyata tidak banyak yang angkat tangan.
“Bagus, saya kira lebih baik jadi pengusaha saja, selain lebih berpotensi menjadi kaya, juga menambah jumlah pengusaha muslim ke depan, sehingga bisa membantu ekonomi dan kemaslahatan bagi umat Islam,” ujarnya.
Fachri Yasin menekankan kepada para siswa pentingnya untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi sebagai bekal untuk mewujudkan cita-cita dan masa depan yang diidamkan. “Sebaiknya dari sekarang sudah mulai dirancang, tetapi harus ditanamkan dulu niat di hati, sehingga terbangun tekad dan upaya untuk mewujudkannya,” pungkasnya.
Sebagai wujud terima kasih dan apresiasi atas penyaluran wakaf Al-Qur’an tersebut, pihak sekolah memberikan piagam penghargaan yang diserahkan oleh Kepsek SMPN 13 kepada Pimpinan KWQ. Dilanjutkan, dengan penyerahan mushaf dari Pimpinan KWQ kepada Kepsek dan pewakilan Walikota untuk diteruskan kepada masing-masing siswa penerima.
Suasana gembira bercampur haru mewarnai saat penyerahan mushaf yang dilakukan secara bersama-sama, termasuk oleh majelis guru kepada para siswa. Raut bahagia bercampur bangga tampak jelas di wajah para siswa saat menerima mushaf. Acara pun diakhiri foto bersama.
Sebagai informasi tambahan, penyaluran wakaf Al-Qur’an oleh Komunitas KWQ untuk siswa tahfidz dengan hafalan minimal 2 juz terus berlanjut. Diagendakan Selasa (12/5/2026) penyerahan wakaf Al-Qur’an untuk 30 siswa SD Islam Plus YLPI Pekanbaru.* (ers)




