LintasRiauNews.com ,PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menghadirkan program seragam sekolah gratis bagi seluruh siswa baru jenjang SD dan SMP negeri. Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama saat memasuki tahun ajaran baru.
Komitmen itu disampaikan Agung Nugroho saat menghadiri acara Pengukuhan Ketua RT/RW dan Ketua Dasawisma se-Kecamatan Pekanbaru Kota di Gedung Dharma Wanita, Senin (3/8/2026).
Menurut Agung, program seragam sekolah gratis lahir dari banyaknya aspirasi masyarakat yang mengeluhkan tingginya biaya perlengkapan sekolah. Tidak sedikit orang tua yang harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah hanya untuk membeli seragam bagi anak-anak mereka.
“Saya sudah menugaskan agar program ini benar-benar bisa meringankan beban masyarakat. Saya punya tetangga yang memiliki tiga orang anak. Satu masuk SMP dan dua lagi masuk SD kelas satu. Untuk satu anak saja, biaya membeli satu paket seragam bisa mencapai sekitar Rp1,5 juta. Ini tentu menjadi beban yang cukup berat bagi keluarga,” ujar Agung.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru telah mengalokasikan anggaran agar siswa baru SD dan SMP memperoleh paket seragam sekolah secara gratis.
Menurut Agung, pendidikan merupakan salah satu sektor yang menjadi perhatian utama pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar. Karena itu, berbagai kebijakan akan diarahkan untuk mengurangi beban biaya pendidikan yang selama ini ditanggung masyarakat.
“Sejak Indonesia merdeka sampai hari ini, bahkan usia Kota Pekanbaru sudah lebih dari dua abad, seragam sekolah masih dibeli sendiri oleh masyarakat. Insya Allah, pada masa kepemimpinan kami bersama Wakil Wali Kota, seluruh paket seragam sekolah SD dan SMP akan kami gratiskan,” tegasnya.
Ia berharap kebijakan tersebut menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan sekaligus membantu masyarakat menghadapi kebutuhan sekolah yang terus meningkat setiap tahun.
Selain meringankan beban orang tua, program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan kesetaraan bagi peserta didik. Dengan adanya seragam gratis, seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memulai pendidikan tanpa terkendala biaya perlengkapan sekolah.
Agung menegaskan bahwa pemerintah akan mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi orang tua yang terbebani hanya karena harus membeli seragam sekolah. Pemerintah harus hadir memberikan solusi atas persoalan yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap program ini dapat menghapus praktik pungutan pembelian seragam yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat setiap awal tahun ajaran baru.
Menurut Agung, kebijakan seragam sekolah gratis merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Karena itu, pemerintah berkewajiban memberikan kemudahan agar anak-anak Pekanbaru dapat bersekolah dengan baik tanpa membebani orang tuanya,” tutup Agung.**(ian)
.




