Dinilai Sosok yang Mumpuni, Tokoh ini Sebut Pahmijan Layak Pimpin PGRI Riau

1273 views

H. Pahmijan Sabrah dalam satu acara PGRI, beberapa waktu lalu

PEKANBARU, LintasRiauNews – Pengurus Daerah Persatuan Guru Republik Indonesia (PD PGRI) Provinsi Riau dijadwalkan menggelar Konferensi XXIII dengan agenda utama pemilihan ketua masa bakti 2024-2029 di Hotel Furaya Pekanbaru, Sabtu lusa (13/7/2024). Sosok yang santer muncul dan digadang-gadang sebagai kandidat kuat yang akan memimpin organisasi besar ini lima tahun kedepan adalah Drs. H. Pahmijan Sabrah, M.Pd.

Pahmijan sendiri yang saat ini menjabat Sekretaris Umum PD PGRI Riau, sejak beberapa waktu belakangan dalam berbagai kesempatan pun sudah menyampaikan secara terbuka niat dan kesiapannya untuk tampil sebagai calon ketua dalam suksesi kepemimpinan di PD PGRI Riau.

“Insya Allah, saya maju pada kontestasi pemilihan Ketua PGRI 2024-2029 dengan tujuan tiada lain untuk  menjadikan organisasi ini lebih baik sebagaimana harapan bersama. Mudah-mudahan segala niat baik itu bisa terwujud,” ungkap birokrat pendidikan yang belum lama ini pensiun sebagai ASN dengan jabatan terakhir Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Riau.

Niat dan kesiapan Pahmijan untuk maju dalam pemilihan Ketua PD PGRI Riau itu direspons positif dan diapresiasi oleh sejumlah sejumlah tokoh pendidikan di Bumi Lancang Kuning. Salah satunya dari akademisi senior yang juga menjabat Ketua Dewan Kehormatan PD PGRI Riau (2019-2024), Ir. A. Z. Fachri Yasin, M.Agr.

A. Z. Fachri Yasin

Menurut  Fachri, Pahmijan merupakan sosok yang mumpuni, sehingga dinilai layak memimpin organisasi besar dan potensial seperti PGRI. Selain memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam tata kelola di bidang pendidikan, juga seorang organisatoris yang handal dan berpengalaman. Hal itu ditunjukkannya baik selama jadi pengurus PD PGRI Riau maupun dalam memimpin beberapa organisisasi lainnya, seperti Ketua Satuan Tugas Pengentasan Anak Tidak Sekolah (Satgas Pantas) Riau.

“Ya, saya kira beliau pantas dipilih jadi ketua PD PGRI Riau untuk lima tahun mendatang. Karena beliau memang memiliki kemampuan dan wawasan dalam menerima dan menjalankan amanah dari pengurus kabupaten/kota hingga kecamatan. Hal ini  berkaitan erat dengan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah ditetapkan melalui rapat kerja PGRI,” ungkap mantan Dekan Fakultas Pertanian di Universitas Islam Riau (UIR) dan Universitas Riau (Unri) ini kepada media ini. Rabu (10/7/2024).

Fachri tak menampik sudah cukup lama mengenal Pahmijan dan makin akrab sejak sama-sama aktif di PD PGRI Riau. Sebagai kolega dan aktivis pendidikan, mereka kerap berdiskusi dan bekerjasama dalam membangun organisasi yang menunjang dunia pendidikan ke arah lebih baik di Bumi Riau. Sebagai seorang yang juga cukup lama berprofesi sebagai guru, Pahmijan sangat memahami permasalahan dan harapan para pendidik  di Bumi Riau. Sebab itu pula, beliau aktif di PGRI supaya bisa ikut membina dan memperjuangkan aspirasi para guru.

“Beliau pribadi yang jujur dan mau berkorban untuk kepentingan mencapai tujuan bersama organisasi. Daya kerjasama cukup meyakinkan untuk menyelesaikan program kegiatan yang telah ditetapkan. Intinya, beliau memiliki rasa saling menghargai dan saling bekerjasama untuk kebutuhan bersama dalam organisasi PGRI Riau,” papar aktivis organisasi yang pernah dipercaya menjadi Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau ini.

Penilaian senada terhadap sosok Pahmijan juga disampaikan Eko Wibowo, S.Pd.I yang  saat ini menjabat Wakil Ketua PD PGRI Riau. Menurut dia, kemampuan dan pengalaman Pahmijan di PGRI tak disangsikan lagi. Kinerjanya selama menjadi wakil ketua dan sekretaris umum PD PGRI Riau sudah dirasakan baik.

“Perhatiannya Pahmijan terhadap nasib guru tergolong tinggi. Banyak gagasannya yang sangat membantu para guru. Di masa wabah Covid -19 melanda, beliau menggalang dana untuk guru. Saat itu banyak orang tak berani berada di tengah kerumunan, tapi beliau mengajak pengurus mengantarkan langsung bantuan ke rumah, khususnya guru honor,” beber Eko sebagaimana dilansir di berbagai media, baru-baru ini.

Karena itu, lanjut  Eko, niat dan kesiapan Pahmijan maju dalam pemilihan Ketua PD PGRI Riau dalam Konferensi XXIII yang demi membesarkan nama PGRI, termasuk meningkatkan kesejahteraan kalangan pendidik, disambut positif dan didukung. “Beliau ini pernah menjadi guru, bahkan sempat tercatat guru honor sebelum menjadi PNS. Tentu memahami betul apa yang dirasakan guru,” katanya.

Sebagai informasi Pahmijan pernah menjadi  guru honor selama empat tahun di MAN Tembilahan.  Pada 1997 diangkat jadi PNS dan ditugaskan mengajar di SMP 6 di Seberang Tembilahan. Pahmijan lalu melanjutkan kuliah Strata Dua (S2) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Selesai pendidikan, Pahmijan ditarik ke Dinas Pendidikam (Disdik) Indragiri Hilir. Karir Pahmijan terus menanjak, pada 2011 dirinya sudah berdinas di Disdik Riau. Salah satu jabatan yang dipercayakan kepadanya adalah Kabid SMA hingga pensiun.

Selain tercatat sebagai pejabat di Pemprov Riau, Pahmijan juga aktif di PD PGRI. Pernah menjabat sebagai Wakil Ketua ketika PD PGRI Riau di masa kepemimpinan M. Syafii. Sedangkan dimasa kepemimpinan Adolf Bastian, petahana sekaligus pesaing di pemilihan ketua pada Konfrensi XXIII PD PGRI Riau dalam waktu dekat, Pahmijan dipercayakan sebagai Sekretaris Umum.

 

Usung 3 Misi

Kesiapan dan komitmen Pahmijan Sabrah maju dalam kontestasi pemilihan Ketua PD PGRI Riau 2024-2029 tercermin melalui visi misi yang diusungnya. Visinya meneguhkan PGRI dalam transformasi menuju era society 5.0. Sedang Misi-nya, ia menekankan pada tiga poin yang diharapkan dapat mengembangkan organisasi dan mensejahterakan anggota.

Ketiga misi itu yakni meningkatkan pelayanan tiga pilar bagi anggota PGRI. Pertama perlindungan guru, peningkatan kesejahteraan serta peningkatan kompetensi guru. Kedua membangun kerjasama dengan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota serta pihak swasta dalam transformasi manajemen mutu guru dan implementasi kurikulum merdeka termasuk muatan lokal budaya Melayu. Ketiga, meningkatkan koordinasi dan konsolidasi organisasi secara internal maupun eksternal.

Adapun untuk mewujudkan visi dan misi tersebut Pahmijan menekankan perlunya kegiatan-kegiatan menunjang organisasi. Diantaranya mengadakan pelatihan, bimtek dan seminar untuk meningkatkan kompetensi serta profesionalisme Guru di era soceity 5.0 untuk mencapai sumbet daya manusia (SDM) yang unggul.

Kemudian meningkatkan dan mengaktifkan digitalisasi dalam organisasi PGRI. Menampung dan menyelesaikan setiap permasalahan yang terkait dengan profesi yang dihadapi guru. Memberi perlindungan hukum serta rasa aman bagi guru.

Selain itu, PGRI Riau berperan aktif dalam mendukung program pemerintah serta bersinergi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten kota dalam hal kebijakan yang berkenaan dengan rekrutmen guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Misi lainnya adalah menjalin kerjasama dengan pihak pemerintah, swasta dan DUDI untuk mendukung terlaksananya program PGRI. Meningkatkan koordinasi dan melakukan pertemuan rutin dengan PGRI kabupaten kota terkait dengan kebijakan dan program untuk PGRI lebih baik dan berkembang.

Hal lain yang turut jadi perhatian Pahmijan adalah kurangnya pemeliharaan dan perawatan gedung PGRI. Menurutnya, keterlibatan pemerintah sangat dibutuhkan. Selain itu bekerjasama dengan Dinas Pendidikan provinsi, kabupaten kota, K3S dan MKKS swasta dan negeri berkenaan dengan pembenahan iuran PGRI.

“Terakhir kita juga mendorong organisasi PGRI kabupate/ kota berperan aktif dalam kegiatan PGRI. Ini bentuk keperdulian kita semua untuk membesarkan nama PGRI,” papar Pahmijan Sabrah.* (ian)

Posting Terkait